Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Pencegahan Korupsi dalam Perspektif Syariah

Pencegahan Korupsi dalam Perspektif Syariah

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Korupsi menjadi tantangan serius dalam pembangunan masyarakat dan pemerintahan di berbagai negara. Fenomena ini tidak hanya merugikan dari segi ekonomi, tetapi juga membahayakan integritas moral dan keadilan sosial. Dalam upaya mencari solusi yang holistik dan berbasis nilai-nilai moral, perspektif Syariah menjadi landasan yang relevan dan berpotensi memberikan kontribusi signifikan dalam pencegahan korupsi.

Prinsip-prinsip Syariah yang mencakup aspek etika, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Hal itu, menjadi pijakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dari perilaku koruptif. Di tengah kompleksitas tantangan global dan kompleksitas tuntutan masyarakat modern, memahami bagaimana prinsip-prinsip Syariah dapat diaplikasikan sebagai strategi pencegahan korupsi menjadi krusial.

Integrasi prinsip-prinsip Syariah dalam strategi pencegahan korupsi menawarkan pendekatan yang holistik dan berbasis nilai-nilai moral Islam.

Pertama, aspek etika dalam Syariah memandang korupsi sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kejujuran dan keadilan. Dengan memanfaatkan nilai-nilai moral tersebut, dapat membangun kesadaran kolektif dalam masyarakat untuk menolak dan melawan perilaku koruptif.

Kedua, prinsip transparansi dalam Syariah memberikan landasan bagi pemerintahan yang terbuka dan akuntabel. Dengan mengaplikasikan prinsip ini, dapat terciptanya mekanisme pengawasan yang efektif untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan korupsi pada berbagai tingkatan pemerintahan.

integrasi nilai-nilai moral Syariah dapat meningkatkan moralitas individu, termasuk para pemimpin pemerintahan. Dengan memfokuskan pada prinsip kejujuran, amanah, dan keadilan, diharapkan perilaku koruptif dapat diminimalkan, sehingga menciptakan lingkungan sosial dan politik yang lebih bersih.

Upaya untuk mendidik dan memberdayakan masyarakat tentang prinsip-prinsip Syariah dapat menjadi instrumen kunci dalam pencegahan korupsi. Dengan demikian, integrasi prinsip-prinsip Syariah dalam upaya pencegahan korupsi bukan hanya memperkuat akuntabilitas dan transparansi, tetapi juga membentuk landasan moral yang kokoh untuk membangun masyarakat dan pemerintahan yang bersih dan adil.

Dalam perspektif syariah, upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan dengan :

Sistem penggajian yang layak

Aparat pemerintah harus bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan itu sulit berjalan dengan baik bila gaji mereka tidak mencukupi. Rasul dalam hadis riwayat Abu Dawud berkata, “Barang siapa yang diserahi pekerjaan dalam keadaan tidak mempunyai rumah, akan disediakan rumah, jika belum beristri hendaknya menikah, jika tidak mempunyai pembantu hendaknya ia mengambil pelayan, jika tidak mempunyai hewan tunggangan (kendaraan) hendaknya diberi. Dan barang siapa mengambil selainnya, itulah kecurangan (ghalin)”.

Larangan menerima suap (risywah) dan hadiah

Hadiah dan suap yang seseorang berikan kepada aparat pemerintah pasti mengandung maksud tertentu. Karena buat apa memberi sesuatu bila tanpa maksud di belakangnya, yakni bagaimana agar aparat itu bertindak menguntungkan pemberi hadiah. Tentang suap Rasulullah berkata, “Laknat Allah terhadap penyuap dan penerima suap” (HR. Abu Dawud). Tentang hadiah kepada aparat pemerintah, Rasul berkata, “Hadiah yang diberikan kepada para penguasa adalah suht (haram) dan suap yang diterima hakim adalah kufur” (HR Imam Ahmad).

Nabi sebagaimana tersebut dari hadis riwayat Bukhari mengecam keras Ibnul Atabiyah lantaran menerima hadiah dari para wajib zakat dari kalangan Bani Sulaym. Sehingga, suap dan hadiah akan berpengaruh buruk pada mental aparat pemerintah. Aparat bekerja tidak sebagaimana mestinya sampai dia menerima suap atau hadiah.

Perhitungan kekayaan

Semasa menjadi khalifah, Umar menghitung kekayaan para pejabat di awal dan di akhir jabatannya. Bila terdapat kenaikan yang tidak wajar, yang bersangkutan harus membuktikan bahwa kekayaan tersebut itu ia dapatkan dengan cara yang halal. Bila gagal, Umar memerintahkan pejabat itu menyerahkan kelebihan harta dari jumlah yang wajar kepada Baitul Mal, atau membagi dua kekayaan itu separuh untuk yang bersangkutan dan sisanya untuk negara.

Cara inilah yang sekarang terkenal dengan istilah pembuktian terbalik yang sebenarnya sangat efektif mencegah aparat berbuat curang. Tapi anehnya para anggota DPR menentang untuk memasukkan cara ini dalam perundang-undangan. Pembuktian material di depan pengadilan oleh jaksa yang selama ini lazim dilakukan terbukti selalu gagal mengungkap tindak korupsi. Karena mana ada koruptor meninggalkan jejak, misalnya bukti transfer, kuitansi, cek atau lainnya?

Keteladanan Pemimpin

Pemberantasan korupsi hanya akan berhasil bila para pemimpin, terlebih pemimpin tertinggi, dalam sebuah negara bersih dari korupsi. Dengan takwa, seorang pemimpin melaksanakan tugasnya dengan penuh Amanah. Dengan takwa pula, ia takut melakukan penyimpangan, karena meski bisa melakukan kolusi untuk menutup kejahatannya, Allah SWT pasti melihat semuanya. Dari sinilah perlu keteladanan dari para pemimpin itu.

Hukum setimpal

Pada galibnya, orang akan takut menerima risiko yang akan mencelakakan dirinya, termasuk bila ditetapkan hukuman setimpal kepada para koruptor. Berfungsi sebagai pencegah (zawajir), hukuman setimpal atas koruptor bisa membuat orang jera dan kapok melakukan korupsi.

Dalam Islam, koruptor dikenai hukuman ta’zir berupa tasyhir atau pewartaan (dulu diarak keliling kota, sekarang mungkin bisa ditayangkan di televisi seperti yang pernah dilakukan). Selain itu juga, penyitaan harta dan hukuman kurungan, bahkan sampai hukuman mati.

Pengawasan masyarakat

Masyarakat dapat berperan menyu burkan atau menghilangkan korupsi. Demi menumbuhkan keberanian rakyat mengoreksi aparat, khalifah Umar pada awal pemerintahannya menyatakan, “Apabila kalian melihatku menyimpang dari jalan Islam, maka luruskan aku walaupun dengan pedang”.

Tampak dengan jelas bahwa Islam melalui syariatnya telah memberikan jalan yang sangat gamblang dalam pemberantasan korupsi dan mewujudkan pemerintahan yang bersih. Di sinilah pentingnya seruan penegakan syariat Islam.

Adapun beberapa hal yang harus diterapkan pada masyarakat maupun pemerintah dalam perspektif syariah, guna mencegah terjadinya korupsi pada suatu negara. Diantaranya:

  1. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
  2. Menerapkan Prinsip-Prinsip Hukum Islam yaitu prinsip keadilan, prinsip amanah dan prinsip transparasi.
  3. Menerapkan Sanksi Hukum yang Tegas

Jadi, integrasi prinsip-prinsip Syariah dalam strategi pencegahan korupsi memberikan kontribusi positif dalam pemerintahan yang adil. Prinsip-prinsip kejujuran, keadilan, dan transparansi yang terkandung dalam Syariah tidak hanya memberikan landasan moral, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam mengatasi akar penyebab korupsi.

Dengan demikian, langkah-langkah pencegahan korupsi yang berbasis pada Syariah bukan hanya memberikan solusi konkret, tetapi juga menciptakan fondasi yang kokoh untuk membangun masyarakat yang adil, transparan, dan berintegritas. Implikasi temuan ini dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pencegahan korupsi dengan perspektif yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam.

Baca juga: Indonesia Bersama SGIE dalam Ekonomi Syariah di Tahun 2024

Referensi :

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Edukasi & Inovasi AI

    UBSI Gelar Festival Edukasi & Inovasi AI 2025, Perkuat Kolaborasi Teknologi

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) siap menggelar Festival Edukasi & Inovasi AI 2025 pada Selasa, 2 Juli 2025. Acara ini akan berlangsung di Gedung UBSI Kampus Kalimalang, Jakarta Timur. Festival tersebut menegaskan peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Fokus utama acara ini adalah peran kecerdasan buatan (AI) dalam mendorong transformasi di bidang pendidikan, […]

  • Wisuda ke-60 Universitas BSI: Penuh Haru dan Gemerlap

    Wisuda ke-60 Universitas BSI: Penuh Haru dan Gemerlap

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Wisuda ke-60 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses diselenggarakan pada Minggu, 1 Desember 2024, di BSI Convention Center (BSI Convex). Acara ini juga merupakan wisuda ke-17 bagi UBSI Kampus Sukabumi, sekaligus menjadi momen bersejarah yang menyoroti berbagai prestasi dari para lulusan terbaik. Penyelenggara memulai acara resmi dengan dentuman gong sebanyak tiga kali. Para […]

  • Crystal Of Atlan

    Crystal of Atlan Resmi Dirilis di Play Store dan Platform Lainnya!

    • calendar_month Selasa, 10 Jun 2025
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Game MMORPG Crystal of Atlan akhirnya resmi dirilis secara global pada tanggal 28 Mei 2025. Game ini tersedia untuk dimainkan di berbagai platform, termasuk Android (melalui Google Play Store), iOS (App Store), PC (melalui client download dan Epic Games Store), dan PlayStation 5. Crystal of Atlan menawarkan pengalaman bermain lintas platform, memungkinkan pemain […]

  • Mahasiswa Semester Akhir yang Sedang Bergulat dengan Skripsi

    Mahasiswa Sukses Diterima Kerja Sebelum Lulus, Bukti Mampu Multitasking di Tengah Tugas Akhir

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Menyusun skripsi tak menghalangi Liana Nur Apriliani, mahasiswa semester akhir Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi, untuk lebih dulu menapaki dunia kerja. Di tengah padatnya tugas akademik, pada (19/06) ia sukses diterima sebagai Teknisi Laboratorium di PT Glostar Indonesia (GSI), produsen sepatu ekspor berskala internasional. Keberhasilan Liana bukan […]

  • BSI Career Center: Tips Penting Untuk Kalian yang Bekerja Sambil Kuliah!!

    BSI Career Center: Tips Penting Untuk Kalian yang Bekerja Sambil Kuliah!!

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – BSI Career Center (BCC) Kampus Sukabumi hadir dengan berbagai tips dan panduan untuk mahasiswa yang ingin sukses menjalani pekerjaan sambil kuliah. Banyak mahasiswa di Indonesia menghadapi tantangan bekerja sambil kuliah, namun dengan manajemen waktu yang tepat, mereka dapat menjadikan pengalaman ini sebagai peluang berharga yang mendukung perkembangan karier di masa depan. 1. Atur […]

  • E Library

    Transformasi Perpustakaan Digital: Kemas Ulang Informasi untuk Akses yang Lebih Luas

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembelajaran dan penelitian. Oleh karena itu, salah satu tantangan utama adalah membuat masyarakat lebih mudah mengakses skripsi, tesis, dan disertasi. Sebagai solusinya, metode kemas ulang informasi menawarkan pendekatan inovatif yang dapat diterapkan untuk mengatasi hal tersebut. Apa Itu Kemas Ulang Informasi? Kemas ulang informasi adalah […]

expand_less