Memaknai Sumpah Pemuda, Menjaga Persatuan dan Semangat Generasi Muda
- account_circle Aulia Ramadhani
- calendar_month Rabu, 28 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Memaknai Sumpah Pemuda, Menjaga Persatuan dan Semangat Generasi Muda | Sumber: Generated AI (ChatGPT)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober bukan sekadar peristiwa bersejarah, tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan dalam kehidupan berbangsa. Ikrar yang lahir pada 1928 tersebut menunjukkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan daerah tidak menghalangi pemuda untuk memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun Indonesia.
Semangat tersebut tetap relevan bagi generasi muda saat ini. Namun, tantangan yang mereka hadapi terus berubah. Perkembangan teknologi dan media sosial memudahkan masyarakat berkomunikasi, bertukar informasi, serta menyampaikan pendapat. Di sisi lain, arus informasi yang begitu cepat juga dapat memicu kesalahpahaman, penyebaran hoaks, hingga konflik akibat perbedaan pandangan.
Karena itu, memaknai Sumpah Pemuda pada masa kini tidak cukup dengan mengikuti upacara atau mengunggah ucapan peringatan di media sosial. Generasi muda perlu menerapkan nilai persatuan melalui sikap saling menghargai, berpikir kritis, dan bertanggung jawab atas setiap tindakan, baik di ruang digital maupun kehidupan sehari-hari.
Tantangan Menjaga Semangat Sumpah Pemuda
Salah satu tantangan terbesar generasi muda saat ini ialah menjaga persatuan di tengah beragam informasi dan pendapat. Media sosial sering mempertemukan orang dengan pandangan berbeda. Tanpa sikap terbuka dan kemampuan memeriksa informasi, perbedaan tersebut dapat memicu perdebatan yang berujung pada perpecahan.
Menghadapi kondisi ini, pemuda perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menghindari provokasi, dan menghormati pendapat orang lain. Media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan edukasi, mengembangkan kreativitas, serta mengajak masyarakat mengikuti kegiatan positif.
Ananda Desira Firdaus, Duta Pemuda Kota Sukabumi sekaligus mahasiswa semester 3 UBSI Kampus Sukabumi, memandang bahwa semangat perjuangan pemuda juga berkaitan dengan kemauan untuk terus berkembang. Menurutnya, generasi muda perlu melawan rasa malas, mengurangi kebiasaan menunda, dan berani mengambil langkah nyata untuk membawa perubahan.
“Sumpah Pemuda bukan sekadar sejarah yang kita kenang, tetapi semangat yang harus terus kita hidupkan. Kita perlu berani memulai, konsisten menjalani proses, dan terus berusaha melakukan hal baik. Sebagai pemuda, kita bukan hanya menjadi bagian dari perubahan, tetapi juga harus berani menciptakan perubahan itu sendiri,” ungkap Ananda.
Membuktikan Semangat Pemuda melalui Tindakan
Selain menjaga persatuan, semangat Sumpah Pemuda juga menuntut generasi muda untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Kontribusi tersebut tidak harus dimulai melalui kegiatan besar. Mengikuti komunitas, membantu masyarakat, mengembangkan keterampilan, dan bekerja sama dalam kegiatan sosial merupakan langkah sederhana yang memiliki arti.
M. Mulky Syaifani Lazuardy, Duta Pemuda Kota Sukabumi yang juga mahasiswa semester 3 UBSI Kampus Sukabumi, menilai bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan daerah. Ia menekankan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan mengajak sesama pemuda terlibat dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sumpah Pemuda mengingatkan kita untuk menjaga persatuan dan ikut membangun daerah, mulai dari hal sederhana seperti saling menghargai dan mengikuti kegiatan positif. Kita juga perlu bijak menggunakan media sosial, memeriksa kebenaran informasi, tidak mudah terprovokasi, serta berani berkarya dan berkolaborasi untuk kemajuan Kota Sukabumi,” tutur Mulky.
Pada akhirnya, semangat Sumpah Pemuda bukan hanya tanggung jawab tokoh atau organisasi kepemudaan. Setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk menerapkannya melalui perilaku sehari-hari. Menghargai perbedaan, menjaga etika di media sosial, dan memberikan kontribusi bagi masyarakat menjadi bagian dari upaya merawat persatuan.
Peringatan Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk kembali memahami bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemauan untuk berjalan bersama di tengah perbedaan. Dengan semangat tersebut, generasi muda dapat meneruskan nilai perjuangan para pendahulu sekaligus menghadirkan perubahan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
- Penulis: Aulia Ramadhani
