Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Tiga Hari Tak Pulang, Petani Sukabumi Tewas Tersengat Perangkap Listrik Buatannya Sendiri

Tiga Hari Tak Pulang, Petani Sukabumi Tewas Tersengat Perangkap Listrik Buatannya Sendiri

  • account_circle Dilan
  • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Seorang petani bernama S (43) Warga Kampung Cisalada ditemukan meninggal di kebun pisang miliknya di Kampung Balewer, Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (11/10).

Korban sebelumnya tidak pulang ke rumah selama tiga hari sejak Rabu (8/10). Anak pertama korban menemukan jasad ayahnya saat mencari ke kebun yang berjarak sekitar satu setengah jam perjalanan dari rumah, dengan rute kombinasi naik motor dan berjalan kaki.

Edi, adik korban, menjelaskan bahwa sang kakak memang sering menghabiskan waktu di kebun untuk mengurus tanaman.

“Biasanya pulang seminggu sekali, setiap hari Jumat. Tapi kemarin Jumat nggak pulang, makanya anaknya cari ke kebun. Pas dicek, kakak saya sudah meninggal dalam posisi telungkup, dan sudah tercium bau,” ujar Edi, Sabtu (11/10) mengutip dari sukabumiupdate.com.

Ia menambahkan, posisi korban cukup jauh dari saung tempat biasa beristirahat. Dugaan sementara, korban sedang menyemprot rumput liar sebelum tersengat listrik dari perangkap babi (jodok) yang ia pasang sendiri untuk melindungi kebun pisang miliknya.

Baca juga: Dua Motor Adu Banteng di Jalan A Yani Kota Sukabumi, Satu Pengendara Alami Luka Serius

Kapolsek Ciemas AKP Deni Miharja menyebut korban kemungkinan meninggal akibat tersetrum perangkap listrik buatannya sendiri. Ia menjelaskan bahwa korban berangkat ke kebun sejak Rabu dan tak kembali hingga Jumat, berbeda dari kebiasaannya yang selalu pulang di akhir pekan.

“Sehari sebelum meninggal, anak korban sempat mengirimkan rokok ke sawung kebun pada hari Rabu kemarin. Saat itu korban masih ada,” kata Deni.

Korban merupakan sosok pekerja keras yang mencari nafkah dengan bertani pada siang hari dan melaut pada malam hari. Setelah proses pemeriksaan selesai, pihak keluarga mengantarkan jenazahnya ke pemakaman umum sekitar pukul 11.30 WIB pada Sabtu siang.

Baca juga: Niat Membantu Berujung Maut, Pria Sukabumi Tewas Terjebak Gas Beracun di Sumur Sedalam 15 Meter

  • Penulis: Dilan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orang Tua Bella

    Orang Tua Bella Amalia Bangga Putrinya Tembus GYC 2026

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Jakarta – Orang Tua Bella Amalia mengungkapkan rasa bangga atas terpilihnya putrinya sebagai delegasi Indonesia. Bella mengikuti Global Youth Congress (GYC) 2026 di Bangkok, Thailand. Kesempatan tersebut menjadi pencapaian membanggakan sekaligus membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan berkontribusi pada forum internasional. Orang Tua Bella Amalia menilai keikutsertaan Bella menjadi langkah penting bagi masa […]

  • Rahadi Ramdan Harumkan UBSI Sukabumi, Juara II Lomba Video | Doc. Istimewa

    Tak Hanya Kuasai Teknologi, Mahasiswa UBSI Sukabumi Berprestasi di Ajang Video Kreatif

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Prestasi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali mencuri perhatian publik. Rahadi Ramdan, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi, meraih Juara II dalam Lomba Video Reels Natal & Tahun Baru, kompetisi video kreatif yang panitia gelar untuk menyemarakkan perayaan akhir tahun. Bukti Mahasiswa Informatika Juga Kreatif Capaian ini membuktikan […]

  • SCAMHAV 2026, Denny Pribadi Ajak Remaja Lebih Peduli pada Mental Orang Lain | Doc. Istimewa

    Di SCAMHAV 2026, Denny Pribadi Soroti Dampak Perlakuan Remaja terhadap Mental Orang Lain

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Setiap orang memiliki pengaruh terhadap lingkungan di sekitarnya. Pengaruh tersebut tidak selalu muncul melalui jabatan atau popularitas, tetapi juga melalui perkataan, tindakan, pertemanan, hingga aktivitas di media sosial. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan Denny Pribadi, selaku Kaprodi Informatika UBSI, saat menjadi narasumber dalam kegiatan SCAMHAV 2026 di Aula BSI Sukabumi, Sabtu […]

  • Laptop

    Dampak Laptop yang Selalu Dalam Mode Sleep, Apakah Berisiko?

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mode sleep pada laptop memberikan kenyamanan, memungkinkan kita untuk melanjutkan pekerjaan dengan cepat tanpa menunggu proses booting. Namun, penggunaan mode sleep yang berkelanjutan dapat menimbulkan beberapa risiko. Jika  terus berada dalam mode sleep tanpa diberi waktu untuk dimatikan, beberapa dampak negatif bisa terjadi. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu diperhatikan: 1. Overheating (Panas […]

  • Ojol Sukabumi

    Kapolres Sukabumi Kota Dorong Keamanan dan Ketertiban Melalui Ojol Kamtibmas

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kapolres Sukabumi Kota AKBP Ardian Satrio Utomo menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Sebagai langkah awal, AKBP Ardian Satrio Utomo menggagas program kolaboratif bertajuk “Menjaga Kamtibmas Bersama Ojol” dengan melibatkan ribuan pengemudi ojek online (ojol) se-Kota Sukabumi. Mengutip dari kdp.sukabumikota.go.id, Polres Sukabumi Kota mewujudkan program tersebut melalui Apel Ojol Kamtibmas “Sauyunan […]

  • Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam | Sumber: Google

    Donor Darah Saat Ramadan, PMI Kota Sukabumi Buka Layanan 24 Jam

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bulan Ramadan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk tetap berbagi melalui aksi kemanusiaan. Untuk menjaga ketersediaan stok darah selama bulan suci, Palang Merah Indonesia Kota Sukabumi menghadirkan layanan donor darah selama 24 jam penuh. Kebijakan ini berbeda dari hari biasa. Sebelumnya, PMI hanya membuka layanan donor pada pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Salah […]

expand_less