Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Ngabuburit Digital: Cara Baru Menikmati Tradisi Ramadhan

Ngabuburit Digital: Cara Baru Menikmati Tradisi Ramadhan

  • account_circle Rahma Putri
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Ngabuburit telah lama menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia saat menunggu waktu berbuka puasa. Kegiatan ini tidak sekadar mengisi waktu menjelang adzan Maghrib, tetapi juga menjadi bagian dari budaya Ramadhan yang mempererat kebersamaan. Dahulu, masyarakat biasanya memanfaatkan waktu ngabuburit dengan aktivitas sederhana namun bermakna, seperti mengikuti pengajian, membaca Al-Qur’an, atau berjalan santai di sekitar lingkungan rumah.

Seiring perkembangan zaman, cara orang menjalani ngabuburit pun ikut berubah. Kehadiran teknologi digital dan media sosial menghadirkan pola aktivitas baru, terutama di kalangan anak muda. Kini, banyak orang mengisi waktu menjelang berbuka dengan membuat konten di TikTok, melakukan siaran langsung di Instagram, berburu takjil, atau sekadar menjelajahi linimasa media sosial.

Perubahan ini menunjukkan bahwa teknologi ikut membentuk kebiasaan masyarakat selama bulan Ramadhan. Aktivitas digital bahkan menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda saat menunggu waktu berbuka.

Baca juga: Menjelajahi Kekayaan Kuliner Nusantara

Di satu sisi, fenomena ngabuburit digital membawa banyak peluang positif. Media sosial dapat menjadi ruang untuk menyebarkan konten dakwah kreatif, berbagi inspirasi kebaikan, serta memperluas silaturahmi tanpa batas ruang. Banyak kreator memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pesan Ramadhan dengan cara yang lebih segar dan mudah diterima.

Namun di sisi lain, penggunaan media sosial yang berlebihan juga berpotensi menggeser makna asli ngabuburit. Interaksi langsung dengan keluarga, teman, atau masyarakat sekitar bisa berkurang jika seseorang terlalu fokus pada dunia digital. Selain itu, sebagian orang terkadang menjadikan momen Ramadhan hanya sebagai ajang pencitraan di media sosial.

Karena itu, generasi muda perlu menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan nilai-nilai Ramadhan. Teknologi sebenarnya bukan masalah selama seseorang menggunakannya secara bijak. Justru, jika dimanfaatkan dengan tepat, media sosial dapat menjadi sarana untuk menebar manfaat sekaligus memperkuat pesan kebaikan.

Pada akhirnya, esensi ngabuburit tetap sama, mengisi waktu menjelang berbuka dengan kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Meskipun tradisi ini kini hadir dalam wajah yang lebih modern, maknanya tetap bisa terjaga selama masyarakat tetap menempatkan nilai kebersamaan dan keberkahan Ramadhan sebagai prioritas utama.

Baca juga: Santunan Ramadan Penuh Berkah! Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Panti Asuhan At-Taqwa

  • Penulis: Rahma Putri

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersama APTIKOM, Universitas Nusa Mandiri Siap Cetak Lulusan Unggul Lewat Kurikulum OBE Lewat Bimtek Nasional

    Bersama APTIKOM, Universitas Nusa Mandiri Siap Cetak Lulusan Unggul Lewat Kurikulum OBE Lewat Bimtek Nasional

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era transformasi digital dan disrupsi teknologi, dunia industri menuntut lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan sikap profesional yang siap pakai. Untuk menjawab tantangan tersebut, institusi pendidikan menerapkan Outcome Based Education (OBE), yaitu pendekatan pembelajaran yang berfokus pada capaian pembelajaran (learning outcomes) sebagai tolak […]

  • krisis air

    Satu Tahun Irigasi Rusak, Warga Cibadak Bertahan di Tengah Krisis Air

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Krisis air bersih melanda tiga kampung di wilayah Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Kondisi ini akibat jebolnya saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber utama air untuk keperluan rumah tangga dan pertanian warga. Ketiga kampung yang terdampak yaitu Kampung Pondok Tisu, Legok Picung, dan Kamandoran. Akibat kerusakan tersebut, sedikitnya 150 Kepala […]

  • Festival Budaya Anak Pesisir

    Festival Budaya Anak Pesisir Series 4: Panitia, UMKM, Pengunjung

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Purwasedar – Festival Budaya Anak Pesisir Series 4 kembali hadir di Saung Alam Buruan Ajar Indonesia, Desa Purwasedar, pada Minggu (9/8). Memasuki tahun keempat, festival ini tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati kegiatan budaya, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah. Namun, pelaksanaan tahun ini memiliki […]

  • UBSI Resmikan Kerja Sama dengan Dagadu Djokdja, Siap Cetak Talenta Muda Kreatif

    UBSI Resmikan Kerja Sama dengan Dagadu Djokdja, Siap Cetak Talenta Muda Kreatif

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif. Kali ini, UBSI menggandeng brand fashion ikonik asal Yogyakarta, Dagadu Djokdja, melalui kerja sama strategis yang mencakup desain, produksi, penjualan, hingga pemasaran merchandise berbasis kreativitas. Selain itu, UBSI juga menyediakan kesempatan magang di Dagadu Djokdja. Program ini memberi peluang bagi mahasiswa […]

  • DICO Sukabumi Resmi Diluncurkan

    DICO Sukabumi Resmi Diluncurkan, Siap Latih Generasi Muda Jadi Kreator Digital

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Komunitas Digital Creative Community (DICO) Sukabumi resmi diluncurkan melalui acara Workshop Digital Kreatif bertema “Step by Step Bangun YouTube sampai Jadi Cuan” yang digelar di Aula UBSI kampus Sukabumi (Kampus B), Sabtu (25/10). Acara yang bekerja sama dengan FOKSI Regional I dan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini diikuti puluhan siswa SLTA […]

  • Tiga Jembatan Penghubung di Sukabumi Hanyut Terbawa Arus Banjir, Termasuk Jembatan Kolaborasi Willie Salim

    Tiga Jembatan Penghubung di Sukabumi Hanyut Terbawa Arus Banjir, Termasuk Jembatan Kolaborasi Willie Salim

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tiga jembatan penghubung antara Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, rusak parah setelah diterjang banjir besar dari Sungai Cikaso. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (4/12), ini menyebabkan akses antarwilayah lumpuh total. Salah satu jembatan yang terdampak adalah jembatan gantung yang pembangunannya sempat mendapat perhatian publik berkat bantuan influencer Willie Salim. Kerusakan ini […]

expand_less