TDA Sukabumi Raya Perkuat Kaderisasi dan Pembinaan UMKM
- account_circle Tatu Falihah Nailatusy Sharafah
- calendar_month 18 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan pembinaan UMKM bersama Komunitas TDA Sukabumi Raya | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi — Menjalani dunia usaha sering memicu rasa kesepian bagi para pelaku UMKM. Rasa lelah, kebingungan mengelola operasional, hingga tekanan finansial membuat banyak pengusaha harus memikul berbagai tantangan seorang diri. Melihat kondisi tersebut, Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Sukabumi Raya kembali menegaskan komitmennya sebagai wadah tumbuh bersama bagi para pengusaha lokal. Komitmen tersebut hadir melalui rangkaian pembekalan intensif dan penguatan organisasi pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Acara berlangsung hangat sejak awal. Jajaran pimpinan komunitas turut hadir untuk memberikan arahan kepada para peserta. Mereka terdiri atas Presiden TDA 9.0 Kang Ferdian Brilian yang baru menerima amanah pada Pesta Wirausaha Nasional (PWN), Mas Rahmat selaku penanggung jawab bidang Penguatan Organisasi dan Kaderisasi, Ketua Wilayah TDA Jabar 1 Kang Regon, serta Ketua Sukabumi Raya Kang Andri.
TDA Dampingi Pengusaha Bertumbuh Bersama

Komunitas TDA Sukabumi Raya terus mendampingi pelaku UMKM | Sumber: Dok. Istimewa
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan TDA menyoroti perjalanan para pelaku usaha setelah bergabung dengan komunitas. Banyak anggota memulai bisnis dengan berbagai tantangan, seperti keterbatasan modal, minimnya sumber daya manusia, dan belum memiliki sistem kerja yang baik. Namun, bimbingan mentor serta dukungan jaringan yang inklusif membantu mereka berkembang. Melalui proses tersebut, pola pikir anggota berubah dari semangat “tangan di bawah” menjadi “tangan di atas” yang aktif berbagi manfaat kepada sesama.
“Pebisnis tidak perlu berjuang sendirian di tengah persaingan ketat. TDA menyediakan jaringan relasi lintas industri, kurikulum bisnis yang komprehensif, hingga pendampingan mentor secara gratis dan sukarela. Inilah kemewahan yang kami hadirkan agar UMKM lokal mampu naik kelas bersama,” tegasnya di hadapan puluhan peserta.
Mengukuhkan Nilai Utama dan Kedisiplinan Bertumbuh
Kang Fiyu kemudian mengajak seluruh peserta berdiri untuk mengikrarkan TDA Values sebagai pilar utama organisasi. Nilai tersebut meliputi silaturahim dan kolaborasi bisnis, integritas moral, semangat belajar tanpa henti, aksi nyata yang solutif, serta keseimbangan antara pencapaian materi dan spiritual.
Selain itu, panitia juga menekankan pentingnya kedisiplinan selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Panitia juga meminta peserta mematikan nada dering ponsel agar suasana belajar tetap kondusif. Mereka pun mengajak seluruh anggota menyebarkan energi positif tanpa membandingkan omzet maupun latar belakang usaha masing-masing.
TDA Bukan Sekadar Komunitas, tetapi Tempat Bertumbuh
Momen penting lainnya adalah penjelasan mengenai sejarah sekaligus arah rebranding TDA. Banyak masyarakat masih menganggap komunitas ini sebagai lembaga donasi sosial. Padahal, tujuh pendiri membentuk organisasi tersebut pada 2006 sebagai ruang berbagi solusi bagi para pedagang Tanah Abang yang sedang menghadapi berbagai persoalan bisnis.
TDA terus memegang filosofi “memberi tanpa menunggu kaya” sebagai landasan utama organisasi. Anggota saling membantu, berkolaborasi, dan berbagi manfaat sejak awal perjalanan usaha. Semangat tersebut justru mendorong perkembangan bisnis setiap anggota secara berkelanjutan.
Seiring perkembangan zaman, pola komunikasi komunitas juga terus berubah. Pada masa awal, pengurus memanfaatkan Yahoo! Groups, milis, dan forum Kaskus sebagai sarana berbagi informasi. Kini, pengurus mengoptimalkan WhatsApp, YouTube, dan TikTok untuk menyebarkan materi edukasi bisnis kepada para anggota di berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, Komunitas TDA Sukabumi Raya mengajak seluruh peserta menghilangkan rasa canggung, menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para mentor, serta melangkah bersama menjadi pengusaha yang tangguh, beretika, dan siap berkembang bersama komunitas.
- Penulis: Tatu Falihah Nailatusy Sharafah
- Editor: Ardila Khaylila
