Sukabumihitz – Suara gemeretak bambu yang beradu harmonis memecah keheningan Aula UBSI Sukabumi Kampus A Grup musik etnik, Sayang Iwung, sukses menghadirkan atmosfer pedesaan Jawa Barat yang kental dalam balutan melodi tradisional pada pembukaan pelatihan offline Pribumi Batch 3, Sabtu (2/5).
Kehadiran grup musik ini bukan sekadar menjadi penghibur acara. Lebih dari itu, Sayang Iwung membawa misi besar untuk meregenerasi kecintaan anak muda terhadap instrumen bambu yang kian tergerus zaman. Melalui aransemen khas Sunda yang dinamis, mereka membuktikan bahwa alat musik tradisional mampu tampil relevan di era modern.
Melestarikan Budaya Melalui Sentuhan Etnik
Dalam penampilannya yang berlangsung selama dua hari hingga Minggu (3/5), Sayang Iwung menyuguhkan komposisi musik yang mengeksplorasi kekayaan bunyi bambu. Mulai dari hentakan angklung yang ceria hingga tiupan suling yang melankolis, setiap nada dirancang untuk menyentuh sisi emosional para audiens dari kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Baca juga: Pelatihan PRIBUMI Batch 3 Cetak Pemuda Tangguh di Momentum Satu Abad Kongres Pemuda
Langkah ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya Jawa Barat yang menjadi fokus grup tersebut. Dengan tampil di ajang anak muda seperti pelatihan PRIBUMI Batch 3, mereka berharap dapat memicu minat peserta untuk mempelajari, atau setidaknya menghargai, warisan leluhur mereka sendiri.
Simbol Kreativitas di Aula UBSI Sukabumi
Pemilihan lokasi di Aula UBSI Sukabumi Kampus A memberikan resonansi akustik yang mendukung performa apik mereka. Peserta pelatihan tampak antusias menyimak setiap transisi nada yang dibawakan. Para peserta menganggap kehadiran musik etnik di tengah agenda pelatihan formal ini sebagai inovasi segar yang memberikan energi positif.
keterlibatan Sayang Iwung adalah bentuk nyata kolaborasi antara pendidikan modern dan nilai-nilai lokal. Hal ini membuktikan bahwa penguasaan teknologi atau kemampuan manajerial di masa depan harus tetap membarengi dan menjaga identitas budaya yang kuat.
Komitmen Menjaga Akar Tradisi
Eksistensi Sayang Iwung dalam berbagai acara kebudayaan menjadi bukti nyata bahwa musik bambu masih memiliki tempat di hati masyarakat. Melalui setiap pertunjukan, grup ini terus mengampanyekan pesan penting: bahwa melestarikan budaya adalah tugas kolektif, terutama bagi generasi muda yang memegang kendali masa depan.
Pertunjukan kali ini menjadi catatan penting dalam perjalanan Sayang Iwung untuk terus membumikan musik bambu Jawa Barat. Dengan semangat yang konsisten, grup ini optimis bahwa suara bambu akan terus bergema melintasi generasi, menjaga jati diri bangsa tetap hidup di tengah arus globalisasi yang kian kencap.














