BeritaPendidikan

Edutrip UBSI Tingkatkan Wawasan Akademik Global Mahasiswa

11
×

Edutrip UBSI Tingkatkan Wawasan Akademik Global Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Edutrip UBSI Tingkatkan Wawasan Akademik ke Level Global | Sumber: Dok. Istimewa

SukabumihitzSingapura, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar program Edutrip Singapore–Malaysia pada 9–12 Februari 2026. Program ini melibatkan mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui edutrip tersebut, UBSI mendorong sivitas akademika memahami perkembangan teknologi, budaya, serta sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara secara langsung.

Selain memperluas wawasan akademik, program ini juga mencerminkan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga melatih pola pikir global serta membangun jejaring lintas negara sejak dini. Dengan pendekatan tersebut, UBSI menyiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan global.

Kunjungan Akademik ke Kampus Terkemuka di Singapura

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan internasional, pada hari pertama, Senin (9/2), rombongan edutrip UBSI mengunjungi Singapore Management University (SMU). Sebagai salah satu universitas terkemuka di Asia, kampus ini menekankan riset digital dan kolaborasi dengan industri global.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa dan dosen mempelajari kultur akademik internasional yang berkembang di lingkungan kampus global. Selain itu, para peserta mengamati sistem pembelajaran modern yang menitikberatkan diskusi terbuka, kolaborasi tim, serta penguatan pemikiran kritis. Dengan demikian, pengalaman ini memberi perspektif baru tentang praktik pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Sistem Pembelajaran Aktif Jadi Sorotan

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kampus UBSI Kampus Tegal, Warjiyono, mendampingi kegiatan dan membagikan pengalamannya selama berada di SMU. Ia menilai perbedaan lingkungan akademik tampak jelas, terutama dari segi fasilitas dan konsep ruang belajar.

“Perbedaannya sangat terasa, terutama pada desain kelas. Kampus menerapkan model setengah melingkar seperti seminar, sehingga dosen dapat berinteraksi lebih luas dengan mahasiswa,” ujarnya di Singapura, Senin (9/2).

Baca Juga: Gerakan Global South Percepat Transisi Energi Bersih Lewat Forum Internasional