Sukabumihitz – Program Jabar Eco-vision 2026 menggulirkan aksi nyata pemulihan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di Desa Caringin, Kabupaten Sukabumi. Selain itu, relawan turut menanam 300 bibit pohon sebagai langkah memperkuat kawasan rawan longsor. Sementara itu, Jabar Bergerak Zillenial Kabupaten Sukabumi mengoordinasikan seluruh kegiatan bersama Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah 3 dan berbagai pihak pendukung.
Ketua Daerah Jabar Bergerak Zillenial Kabupaten Sukabumi, Raihan, menyampaikan bahwa program ekologis ini hadir untuk merespons meningkatnya kerusakan alam dan bencana hidrometeorologi. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa generasi muda perlu mengambil peran nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Wilayah rawan longsor membutuhkan penanganan cepat. Kami melibatkan relawan muda untuk menanam pohon dan memulihkan kondisi alam,” kata Raihan saat berbincang dengan tim Sukabumi Hitz.
Baca Juga: Jabar Eco-Vision Siap Tanam 300 Bibit Pohon di Gegerbitung
Observasi Menentukan Lokasi yang Tepat
Tim melakukan observasi lapangan untuk menilai kondisi tanah dan tingkat kerawanan wilayah. Hasilnya, Caringin menunjukkan struktur tanah yang rentan. Karena itu, panitia memilih lokasi tersebut agar 300 bibit pohon ditanam mampu memberikan manfaat langsung terhadap stabilitas kawasan. Dengan demikian, penanaman ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi keselamatan masyarakat.
Gerakan Berkelanjutan Tanpa Seremoni Saja
Panitia menyusun rencana tindak lanjut agar seluruh bibit berkembang optimal. Selanjutnya, tim menjadwalkan pengecekan rutin, memonitor pertumbuhan, dan mencatat kendala lapangan. Selain itu, panitia membuka sharing session bersama Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan Manajemen Agribisnis IPB untuk membahas strategi pemulihan lingkungan jangka panjang. Dengan kata lain, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga edukasi.
Kolaborasi Menguatkan Program
CDK Wilayah 3 menyediakan bibit serta memberi arahan teknis mengenai metode penanaman yang tepat. Di sisi lain, para mahasiswa ikut bergerak sebagai relawan, membantu proses tanam, serta berpartisipasi dalam diskusi lingkungan. Meski begitu, persiapan berjalan singkat dan administrasi cukup berat. Namun demikian, para relawan tetap bergerak cepat sehingga target penanaman 300 bibit pohon tercapai dengan baik.
Generasi Muda Terus Menggerakkan Aksi Lingkungan
Raihan menegaskan bahwa anak muda memiliki kekuatan besar dalam perubahan ekologis. Selain itu, ia mendorong relawan untuk terus menggerakkan aksi serupa. Pada akhirnya, ia berharap gerakan lingkungan seperti ini mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
“Kami ingin gerakan ini berkembang, bukan berhenti pada satu kegiatan. Generasi muda mampu menciptakan dampak besar jika bergerak bersama,” ujarnya.
Baca Juga: Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini, Mahasiswa Sambangi Panti Asuhan Al-Fitroh








