Keagamaan

Keistimewaan Malam 27 Rajab 2026 Bertepatan Malam Jumat dan Isra Miraj

9
×

Keistimewaan Malam 27 Rajab 2026 Bertepatan Malam Jumat dan Isra Miraj

Sebarkan artikel ini
isra mi'raj
Keistimewaan Malam 27 Rajab 2026 Bertepatan Malam Jumat dan Isra Miraj | Sumber: Freepik.com

Sukabumihitz – Malam 27 Rajab 1447 Hijriah mulai berlangsung sejak Kamis petang, 15 Januari 2026, setelah azan Magrib. Tahun ini, malam 27 Rajab beriringan dengan malam Jumat. Oleh sebab itu, umat Islam memandang momen ini sebagai waktu penuh keutamaan serta keberkahan.

Selanjutnya, umat Islam mengenal tanggal 27 Rajab sebagai malam terjadinya peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mayoritas ulama menyebut peristiwa tersebut terjadi pada tahun kesepuluh masa kenabian. Pada malam itu, Allah SWT memperjalankan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Setelah rangkaian perjalanan tersebut, Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW hingga Sidratul Muntaha pada lapisan langit tertinggi.

Kemudian, peristiwa Isra Mir’aj membawa makna besar bagi ajaran Islam. Allah SWT menunjukkan tanda kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW serta menurunkan perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam. Oleh karena itu, peristiwa Isra Miraj menjadi dasar pelaksanaan ibadah salat hingga masa sekarang. Rasulullah SAW menempuh perjalanan tersebut hanya dalam satu malam dengan Buraq sebagai tunggangan, sementara Malaikat Jibril mendampingi sepanjang perjalanan.

Baca juga: Kelompok Mahasiswa Sukabumi Siapkan Pembelajaran Kontribusi Islam dalam Peradaban Dunia di SMA

Selanjutnya, penetapan tanggal 27 Rajab 1447 Hijriah mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia keluaran Kementerian Agama RI. Kalender tersebut menempatkan 27 Rajab pada Jumat, 16 Januari 2026. Penetapan serupa juga muncul dalam Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah serta kalender Hijriah internasional. Dengan demikian, umat Islam mulai menghidupkan malam 27 Rajab sejak Kamis malam yang bertepatan dengan malam Jumat.

Lebih lanjut, Islam memuliakan hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam atau penghulu seluruh hari. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak ibadah serta amal saleh pada hari dan malam Jumat.

Namun demikian, umat Islam tidak menemukan ibadah khusus yang bersumber dari hadis sahih terkait malam 27 Rajab. Meskipun begitu, para ulama tetap mendorong umat Islam memperbanyak amal kebaikan. Imam al-Ghazali melalui kitab Ihya’ Ulumuddin menekankan keutamaan besar bagi orang yang meningkatkan amal saleh pada malam tersebut.

Imam al-Ghazali juga menganjurkan pelaksanaan salat malam sebanyak dua belas rakaat dengan dua rakaat satu salam. Setiap rakaat mencakup bacaan Al-Fatihah serta satu surah Al-Qur’an. Setelah salat, umat Islam dianjurkan membaca shalawat dan istighfar masing-masing seratus kali, kemudian memanjatkan doa untuk kebaikan dunia serta akhirat dan melanjutkan puasa pada siang hari. Akan tetapi, sebagian ulama menilai amalan tersebut tidak memiliki dasar dalil sahih.

Oleh karena itu, umat Islam perlu bersikap bijak dalam menyikapi malam 27 Rajab. Mereka dapat memperbanyak ibadah umum seperti salat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, bershalawat, serta berdoa. Dengan langkah tersebut, malam 27 Rajab menjadi momentum berharga untuk meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Gelar Proyek Edukatif Kontribusi Islam di MI Plus Madaniah Sukabumi