Berita

15 Tahun Menanti di Cisoblang, Mak Karsinah Berharap Irah Pulang dari Arab Saudi

13
×

15 Tahun Menanti di Cisoblang, Mak Karsinah Berharap Irah Pulang dari Arab Saudi

Sebarkan artikel ini
PMI
15 Tahun Menanti di Cisoblang, Mak Karsinah Berharap Irah Pulang dari Arab Saudi. | Sumber : Sukabumiupdate.com

Sukabumihitz – Hamparan lahan pertanian Cisoblang di Desa Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, menjadi saksi penantian panjang seorang ibu lansia. Mak Karsinah telah menunggu kepulangan putri satu-satunya, Irah, selama 15 tahun. Hingga kini, Irah masih bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi dan belum kembali ke tanah kelahiran.

Baca Juga : Polisi Amankan Pemuda Cisaat Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Sukabumi

Bertahan di Tengah Keterbatasan Fisik

Mengutip dari Sukabumiupdate.com, Meski usia terus bertambah dan kondisi fisiknya semakin terbatas, Mak Karsinah tetap menjalani aktivitas sehari-hari. Setiap pagi, sebelum matahari terbit, ia berangkat ke sawah dan huma untuk menggarap lahan pertanian. Ia melakukan aktivitas tersebut tidak hanya demi memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga untuk mengurangi rasa rindu dan kesepian yang ia rasakan.

“Neng Irah, umi hayang gera panggih, gera balik ka Indonesia, (Neng Irah, ibu ingin cepat bertemu, cepat pulang ke Indonesia).” ucap Mak Karsinah.

Kisah Irah menambah daftar panjang pekerja migran asal Jawa Barat yang tertahan lama di luar negeri. Data dari berbagai lembaga perlindungan PMI menunjukkan bahwa kendala komunikasi serta persoalan hak cuti sering menjadi faktor utama yang menghambat kepulangan para pekerja migran dalam waktu bertahun-tahun.

Harapan di Ujung Usia Senja

Lahan pertanian Cisoblang yang tenang merekam keteguhan hati Mak Karsinah dalam menunggu kepulangan anaknya. Kondisi tersebut juga menarik perhatian aktivis sosial di Sukabumi yang menyoroti perlunya peran aktif pemerintah dalam memfasilitasi kepulangan pekerja migran yang telah lama tertahan. Dalam sejumlah kasus, persoalan administratif dan konflik dengan majikan kerap memutus akses para pekerja migran untuk pulang ke kampung halaman.

Kisah Mak Karsinah menjadi gambaran nyata ribuan ibu di berbagai daerah Indonesia yang harus menanggung perpisahan panjang demi memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Di bawah langit Sukabumi yang teduh, Mak Karsinah terus menunggu dengan setia, membuktikan bahwa kasih seorang ibu tidak pernah terbatasi oleh waktu maupun jarak.

Baca Juga : Tol Bocimi Hadirkan Harapan Baru bagi Konektivitas dan Pariwisata Sukabumi