Sukabumihitz – Perjalanan dari Jakarta atau Bogor menuju Sukabumi selama ini kerap memakan waktu berjam-jam. Kepadatan lalu lintas, jalur berliku, serta kondisi jalan yang terbatas sering menjadi tantangan bagi masyarakat maupun wisatawan. Namun, kondisi tersebut perlahan mulai berubah seiring pemerintah mempercepat pembangunan Tol Ciawi–Sukabumi (Bocimi).
Tol Bocimi membentang sepanjang 54 kilometer dan menjadi salah satu proyek strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah selatan Jawa Barat. Jalan tol ini terbagi ke dalam empat seksi pembangunan. Hingga saat ini, dua seksi awal, yakni Ciawi–Cigombong dan Cigombong–Cibadak, telah beroperasi dan memberikan dampak nyata bagi kelancaran mobilitas masyarakat.
Saat ini, fokus pembangunan beralih ke Seksi 3 Parungkuda–Sukabumi Barat dengan panjang 13,7 kilometer. Seksi ini menjadi prioritas utama karena berperan penting dalam menghubungkan jalur tol hingga mendekati pusat Kota Sukabumi. Pemerintah terus mempercepat pengerjaan konstruksi pada seksi tersebut agar segera memberikan manfaat lanjutan bagi masyarakat.
Baca juga: Tragedi Jetski Tewaskan Wisatawan Asing, DPRD Sukabumi Desak Pembenahan Total Wisata Air Palabuhanratu
Berdasarkan perkembangan terbaru, progres pembangunan Seksi 3 telah mencapai lebih dari 60 persen. Para pekerja dan pihak terkait terus memacu pembangunan dengan target penyelesaian pada April 2026. Jika target tersebut tercapai, Tol Bocimi akan semakin memperkuat perannya sebagai jalur utama yang menghubungkan wilayah Jabodetabek dengan Sukabumi.
Penyelesaian Tol Bocimi tidak hanya menghadirkan kemudahan akses transportasi, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Wisatawan akan lebih mudah menjangkau kawasan wisata alam Sukabumi, sementara pelaku usaha lokal berpotensi merasakan peningkatan aktivitas ekonomi.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Tol Bocimi menghadirkan harapan baru bagi percepatan pembangunan di wilayah Sukabumi dan daerah sekitarnya. Keberadaan infrastruktur ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, membuka peluang usaha baru, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Selain itu, pembangunan Tol Bocimi bertujuan meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat Jawa Barat melalui akses perjalanan yang lebih cepat, aman, dan efisien.














