Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Operasi Bersih Gunung Gede Pangrango Jalur Selabintana: Wujud Nyata Cinta Alam dari Mapala Sukabumi

Operasi Bersih Gunung Gede Pangrango Jalur Selabintana: Wujud Nyata Cinta Alam dari Mapala Sukabumi

  • account_circle Nana
  • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama komunitas pecinta alam, termasuk Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dari berbagai perguruan tinggi di Sukabumi, menggelar kegiatan Operasi Bersih Gunung di jalur Selabintana. Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Oktober 2025 di kawasan Selabintana, Sukabumi, ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pengelola taman nasional dan para pegiat alam dalam menjaga kelestarian ekosistem pegunungan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi generasi muda pecinta alam untuk menunjukkan aksi nyata mereka terhadap lingkungan. Melalui Operasi Bersih, para peserta menunjukkan semangat cinta alam secara nyata dengan membersihkan dan merawat kawasan konservasi.

Baca juga: Pengembaraan Angkatan X: Mapala Pelita UBSI Sukabumi Tuntaskan Misi di Gunung Gede Pangrango

Aksi Nyata di Jalur Pendakian

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta menyusuri jalur pendakian dari pintu masuk Selabintana hingga Alun-Alun Suryakencana bagian barat. Mereka membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang jalur pendakian. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan fisik, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar para pendaki memahami pentingnya menjaga etika konservasi.

Tumpukan Sampah Yang Telah Dibersihkan di Gunung Gede Pangrango. | Doc: Istimewa

Selain membersihkan jalur, para peserta juga melakukan observasi sederhana terhadap kondisi vegetasi dan satwa liar di sekitar jalur pendakian sebagai bentuk pemantauan lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk melihat secara langsung dampak aktivitas manusia terhadap kelestarian ekosistem Gunung Gede Pangrango.

Sebanyak 44 peserta terlibat dalam aksi ini. Peserta berasal dari berbagai unsur dan organisasi, antara lain: TNGGP, Polsek & Koramil Sukabumi, volunteer Panthera, Purapala, Nusapala Universitas Nusaputra, Mapala Pelita UBSI Sukabumi, mahasiswa Universitas Muhammadiyah, mahasiswa Vokasi IPB, Suka Petualang, Ruang Pulih, Janitri, dan Vanaraksa.

Semangat Konservasi dari Generasi Muda

Kepala Balai Besar TNGGP menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi. Salah satu anggota Mapala juga menyampaikan pesan reflektif,

“Gunung bukan hanya tempat mendaki, tapi ruang belajar dan berkarya bagi kita semua. Operasi Bersih ini adalah bentuk tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Akhir dari kegiatan ini yaitu melaksanakan refleksi bersama dan pembacaan komitmen konservasi. Hal ini menandai tekad seluruh peserta untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian Gunung Gede Pangrango. Aksi ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas agar ikut berpartisipasi menjaga alam. Dengan begitu, Gunung Gede Pangrango tetap lestari dan menjadi kebanggaan Sukabumi serta Indonesia.

Baca juga: Menjelajah Negeri : UKM Pencinta Alam Laksanakan Kegiatan Menjelajah Negeri di Taman Nasional Gunung Pangrango

  • Penulis: Nana

Rekomendasi Untuk Anda

  • UBSI Cyber Competition

    Buktikan Kompetensimu di UBSI Cyber Competition 2022

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    SUKABUMI– BSI Diginofest 2022 akan menjadi event besar di bulan Juli dan Agustus nanti, yang akan menghadirkan banyak kegiatan didalamnya. Event tersebut mengolaborasikan Job Career, Entrepreneur, Startup, Innovation dan Internship. Bagi warga Sukabumi, event BSI Diginofest juga akan hadir pada 9-10 Agustus 2022 mendatang, tepatnya di gedung kampus Universitas BSI kampus Sukabumi, jl. Cemerlang No.8, […]

  • Skema Akreditasi Jurnal Ilmiah

    Skema Akreditasi Jurnal Ilmiah 2026 Berubah, Ini 4 Peringkat yang Berlaku

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle Hasna Wulandari
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Skema akreditasi jurnal ilmiah mengalami perubahan pada 2026. Pemerintah menyederhanakan peringkat akreditasi jurnal menjadi empat tingkatan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Permendikti Saintek) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Peraturan tersebut ditetapkan pada 29 Juni 2026 dan mulai berlaku pada 7 Juli 2026. Selain itu, aturan baru ini […]

  • Jalur Rel Longsor Ganggu Perjalanan KA Siliwangi Sukabumi

    Jalur Rel Longsor Ganggu Perjalanan KA Siliwangi Sukabumi

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Longsor Cibeber–Lampegan pada Minggu malam, 19 April 2026, menghambat perjalanan KA Siliwangi tujuan Sukabumi. Material tanah menutup jalur rel antara Stasiun Cibeber serta Lampegan, Kabupaten Cianjur, sehingga kereta tidak dapat melintas untuk sementara waktu. Kondisi tersebut langsung memengaruhi operasional kereta api. Petugas menghentikan perjalanan KA Siliwangi karena mereka harus memastikan jalur aman sebelum […]

  • Pentingnya Mengembangkan Soft Skills untuk Menjadi Entrepreneur Sukses

    Pentingnya Mengembangkan Soft Skills untuk Menjadi Entrepreneur Sukses

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    –Sukabumihitz– Ketika berbicara tentang menjadi seorang entrepreneur, kebanyakan orang hanya memikirkan keahlian teknis atau keterampilan manajerial. Padahal, soft skills seperti kemampuan berkomunikasi, negosiasi, dan manajemen waktu memiliki peran yang sangat penting dalam membangun bisnis yang sukses. Hal ini sering kali diabaikan oleh banyak calon pengusaha yang hanya berfokus pada aspek teknis tanpa memperhatikan bagaimana mereka […]

  • Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Pos 5 Gunung Slamet

    Pendaki Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Pos 5 Gunung Slamet

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kabar duka datang dari dunia pendakian. Seorang pria asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernama Yuswandi (46), meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Slamet, Jawa Tengah, pada Sabtu (26/7) sore. Yuswandi mendaki melalui jalur Bambangan, Kabupaten Purbalingga. Saat tiba di Pos 5, ia mengalami kondisi tubuh yang memburuk. Laporan awal pihak Pos Gunung […]

  • Apakah Jurusan TKJ Masih Relevan di Era Digital Saat Ini?

    Apakah Jurusan TKJ Masih Relevan di Era Digital Saat Ini?

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di tengah transformasi digital yang terus berkembang pesat, banyak pihak mempertanyakan relevansi jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan hadirnya teknologi baru seperti cloud computing, Internet of Things (IoT), hingga kecerdasan buatan, apakah jurusan TKJ masih mampu menjawab kebutuhan zaman? Jawabannya bukan hanya relevan, tetapi semakin penting. Dunia […]

expand_less