Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Melek Teknologi, Tapi Krisis Literasi Digital: Cermin Tantangan Mahasiswa di Era Modern

Melek Teknologi, Tapi Krisis Literasi Digital: Cermin Tantangan Mahasiswa di Era Modern

  • account_circle Ina haryani
  • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Di tengah derasnya perkembangan teknologi, masyarakat sering melabeli mahasiswa sebagai generasi paling melek digital. Mereka menggunakan gawai hampir di setiap aktivitas, mulai dari mencari referensi di internet, mengikuti kelas daring, hingga berjejaring lewat media sosial. Namun, kemudahan ini justru menciptakan ilusi. Mahasiswa memang bisa mengoperasikan perangkat, tetapi hal itu tidak otomatis menunjukkan bahwa mereka memiliki literasi digital yang baik. Kondisi inilah yang menandai munculnya krisis literasi digital di kalangan mahasiswa.

Ilusi Mahir Teknologi

Banyak mahasiswa merasa sudah mahir hanya karena aktif di media sosial atau lancar mengakses berbagai aplikasi. Padahal, literasi digital menuntut keterampilan yang lebih luas, seperti memilah informasi, menilai keabsahan sumber, memahami konteks, dan menggunakan teknologi secara etis. Sayangnya, sebagian besar mahasiswa masih memilih jalan pintas, misalnya menyalin informasi tanpa verifikasi atau melakukan plagiarisme. Kebiasaan ini tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga merusak budaya akademik yang seharusnya menjunjung kejujuran dan orisinalitas.

Baca juga: Technical Artificial Intelligence dan Perannya dalam Mengubah Dunia Modern

Keterbatasan pemahaman tersebut membuat mahasiswa mudah mempercayai informasi menyesatkan, bahkan ikut menyebarkan hoaks tanpa sadar. Situasi ini membuktikan bahwa kemampuan berpikir kritis di dunia digital tidak muncul begitu saja, melainkan harus mereka bangun melalui pembiasaan dan pendidikan.

Dampak Akademik dan Sosial

Krisis literasi digital memengaruhi kualitas akademik mahasiswa. Banyak yang mengerjakan tugas hanya sebagai formalitas, bukan untuk melatih analisis, sehingga berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis dan kesulitan menghasilkan karya ilmiah bermutu.

Selain itu, dampak sosial juga terlihat ketika mahasiswa menggunakan media sosial tanpa etika, bahkan sampai menyebarkan ujaran kebencian. Padahal, mereka seharusnya berperan sebagai agen perubahan. Literasi digital yang kuat dapat membantu mahasiswa membangun citra positif di ruang publik dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Karena itu, kampus dan mahasiswa perlu menjadikan literasi digital sebagai keterampilan dasar. Dengan membiasakan diri berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan mengelola informasi secara bijak, teknologi bisa berfungsi lebih dari sekadar hiburan: ia menjadi sarana pengembangan diri, peningkatan akademik, dan bekal karier di masa depan.

Baca juga: 8 Tools Rekomendasi untuk Mencari Jurnal Ilmiah: Biar Artikelmu Nggak Nyasar!

  • Penulis: Ina haryani

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Icon Plus Torehkan Rekor Penghargaan Selama 2025

    PLN Icon Plus Torehkan Rekor Penghargaan Selama 2025

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – PLN Icon Plus Catat Deretan Penghargaan Sepanjang 2025, Perkuat Fondasi Menuju 2026 dengan meraih lebih dari 85 apresiasi dari lembaga nasional dan internasional. Capaian ini menandai peningkatan signifikan dalam transformasi perusahaan yang berjalan secara konsisten sepanjang tahun. Sepanjang 2025, PLN Icon Plus menunjukkan komitmen kuat pada inovasi digital, pengembangan energi hijau, dan peningkatan […]

  • Sertifikasi Kompetensi Analis Program

    Persiapkan Profesional IT Masa Depan Mahasiswa Informatika Melalui Sertifikasi Kompetensi Analis Program

    • calendar_month Sabtu, 27 Jul 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Studi Informatika Universitas BSI Sukabumi sukses menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi Analis Program pada Kamis-Jum’at (25-26/7). Kegiatan yang berlangsung di Universitas BSI Sukabumi Kampus A, Jl. Cemerlang No. 8, Sukakarya, Sukabumi, bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi yang diakui secara nasional dan memperkuat daya saing mereka di dunia industri. Kegiatan sertifikasi ini bekerja […]

  • kecelakaan

    Remaja Pengendara Motor Tewas Akibat Tabrak Truk Parkir di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seorang remaja berusia 15 tahun, Mikail Fathir Kurniadi tewas setelah menjadi korban kecelakaan di Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Kecelakaan ini terjadi pada Sabtu (5/10) malam, ketika Mikail yang mengendarai sepeda motor menabrak bagian belakang truk Fuso yang terparkir di Jalan Raya Lingkar Selatan. Korban mengalami luka parah dan tewas di tempat. Menurut laporan, insiden […]

  • Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi Sukses Gelar Kegiatan BKOT 2025

    Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi Sukses Gelar Kegiatan BKOT 2025

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    SukabumiHitz.com – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi kembali menggelar kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT) pada Sabtu (21/06) yang berlokasi di aula Kampus Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi Jl. Cemerlang No.8 Sukakarya, Sukabumi. Mengusung tema “Our Best Future”, kegiatan ini menghadirkan mahasiswa baru UBSI beserta orang tua atau wali dari 3 […]

  • Bukan Sekadar Viral, Ini Peran Teknologi di Balik Popularitas No Na | Sumber: illustratemagazine.com

    No Na Go Global: Peran Informatika di Balik Meledaknya Girl Group Indonesia

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Munculnya girl group Indonesia No Na di panggung musik nasional menandai babak baru industri hiburan Tanah Air. Dalam waktu relatif singkat, lagu-lagu No Na tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian pendengar luar negeri. Hal ini memunculkan pertanyaan menarik: sejauh mana peran teknologi dan informatika dalam mendorong grup lokal menembus […]

  • silat

    Pencak Silat : Seni Bela Diri Indonesia yang Mendunia

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Masyarakat Indonesia mengembangkan Pencak Silat sebagai seni bela diri yang menggabungkan unsur pertarungan, seni pertunjukan, dan nilai spiritual. Budaya Nusantara yang kaya menjadikan Pencak Silat dikenal secara global dan diakui sebagai warisan budaya tak benda yang wajib dilestarikan. UNESCO menetapkan Pencak Silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia pada sidang ke-14 di Bogota, […]

expand_less