Integrasi AI dan E-Commerce, Perkuat Strategi Digital Usaha Madu
- account_circle Salsabila
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Integrasi AI dan E-Commerce, Perkuat Strategi Digital Usaha Madu | Sumber: Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Jakarta – Integrasi AI dan E-Commerce menjadi salah satu strategi untuk memperkuat daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar global. Untuk mendukung upaya tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif berkolaborasi dengan Philippine Women’s University dan Universitas Harkat Negeri dalam program International Community Service pada Rabu, 14 Oktober lalu. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Kongres Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Seluruh Indonesia (AFEBSI).
Program tersebut mengangkat transformasi strategi bisnis melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), pemasaran digital, dan e-commerce. Untuk menerapkan strategi tersebut, tim pengabdian memilih pengelola usaha lebah madu di Taman Lebah Cibubur, Jakarta, sebagai sasaran pemberdayaan. Tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, kolaborasi lintas negara ini juga membantu pelaku usaha memperkuat kemampuan digital. Dengan dukungan tersebut, mereka dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Integrasi AI dan E-Commerce untuk Strategi Bisnis
Prof. Daniel D. Dasig Jr, akademisi dari Filipina, hadir sebagai narasumber utama. Ia menjelaskan bahwa AI, digital marketing, dan e-commerce saling mendukung dalam membangun ekosistem bisnis modern.
“AI mempermudah analisis konsumen, digital marketing memperkuat merek, sementara e-commerce menjamin perluasan distribusi secara massif,” katanya.
Menurutnya, strategi tersebut dapat membantu pengelola usaha lebah madu mengembangkan produk mereka. Untuk mewujudkannya, pelaku UMKM perlu membangun identitas merek yang kuat serta menyajikan konten promosi menarik. Selain memperkuat citra produk, langkah ini juga membantu mereka memperkenalkan madu kepada lebih banyak konsumen. Bahkan, pemasaran digital memungkinkan pelaku usaha menjangkau calon pembeli dari berbagai wilayah. Tidak hanya itu, pemasaran digital juga membuka peluang bagi usaha lokal untuk menjangkau pasar secara berkelanjutan.
UBSI Dorong UMKM Adaptif terhadap Teknologi
Ketua Program Studi Manajemen UBSI, Dr. Eka Dyah Setyaningsih, S.E., M.M., turut hadir mewakili institusi. Ia menekankan pentingnya menghubungkan teori manajemen dengan kebutuhan nyata pelaku usaha.
“Partisipasi ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendekatkan teori manajemen dengan tantangan bisnis di lapangan. Melalui penguasaan teknologi seperti AI dan e-commerce, kami berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap bersaing di pasar global,” kata Dr. Eka.
Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan UMKM
Melalui pengabdian masyarakat internasional ini, perguruan tinggi berupaya memperluas jejaring akademik sekaligus menghadirkan program yang berdampak bagi UMKM. Di sisi lain, kolaborasi tersebut membuka peluang bagi para akademisi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan terus mendorong pemberdayaan usaha lokal melalui pemanfaatan teknologi.
“Perguruan tinggi kini tidak sekadar menjadi pusat keilmuan, tetapi juga dituntut memberikan solusi langsung atas dinamika dunia usaha,” tegasnya.
- Penulis: Salsabila
- Editor: Salsabila
