Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Dari Demokratisasi Pengetahuan Menuju Ilusi Kepakaran di Era Generative AI

Dari Demokratisasi Pengetahuan Menuju Ilusi Kepakaran di Era Generative AI

  • account_circle Andi Riyanto (Dosen dan Anggota Serikat Pekerja Kampus)
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika AI Mengambil Alih Proses Belajar

Misalnya, sebuah tugas bertujuan melatih mahasiswa menyusun argumentasi. Jika mahasiswa menyerahkan seluruh proses tersebut kepada AI, mereka mungkin menghasilkan tulisan yang baik tanpa menjalani proses belajar yang menjadi tujuan tugas.

Penelitian Fan dan tim pada 2025 memberikan gambaran mengenai persoalan ini. Dukungan ChatGPT dapat meningkatkan performa tulisan mahasiswa, tetapi peningkatan kualitas hasil tidak selalu berjalan bersama peningkatan pengetahuan dan kemampuan transfer. Peneliti juga memperingatkan risiko metacognitive laziness.

Dengan kata lain, kualitas produk akademik dapat meningkat sementara proses kognitif manusia di balik produk tersebut belum tentu berkembang dalam tingkat yang sama.

Generative AI dan Integritas Akademik

Penggunaan Generative AI di lingkungan perguruan tinggi perlu memperhatikan integritas akademik, transparansi, dan tanggung jawab atas hasil karya | Sumber: Generated AI (Gemini)

Pembahasan AI perlu terhubung dengan persoalan academic integrity. UNESCO pada 2023 turut menyoroti pentingnya penggunaan Generative AI yang bertanggung jawab dalam pendidikan. Sementara itu, International Center for Academic Integrity menempatkan honesty, trust, fairness, respect, responsibility, dan courage sebagai nilai fundamental integritas akademik.

Enam nilai tersebut menunjukkan bahwa persoalan AI jauh lebih luas daripada sekadar plagiarism checker. Integritas akademik tidak hanya berkaitan dengan kesamaan teks. Integritas juga menyangkut kejujuran seseorang dalam merepresentasikan kontribusi intelektual yang benar-benar ia lakukan.

Hubungan antara GenAI dan plagiarisme pun tidak dapat dipahami hanya melalui konsep copy-paste. Plagiarisme konvensional terjadi ketika seseorang menggunakan kata, gagasan, atau karya pihak lain tanpa memberikan atribusi yang semestinya.

GenAI dapat menghasilkan teks baru secara statistik sehingga kalimatnya mungkin tidak identik dengan satu sumber tertentu. Akibatnya, tulisan yang hampir seluruhnya AI hasilkan bisa memiliki similarity yang rendah. Namun, similarity rendah tidak otomatis menunjukkan orisinalitas intelektual.

Jika mahasiswa memasukkan instruksi ke ChatGPT, menerima esai lengkap, melakukan sedikit perubahan, lalu menyerahkannya sebagai hasil pemikiran sendiri, persoalan integritas tetap muncul meskipun plagiarism checker tidak menemukan kemiripan berarti.

Karena itu, perguruan tinggi perlu membedakan textual plagiarism, idea plagiarism, contract cheating, unauthorized assistance, AI-assisted writing, AI-generated writing, dan misrepresentation of authorship.

AI sebagai Bantuan atau Pengganti?

AI-assisted writing masih memberi ruang bagi manusia untuk menjadi pengendali utama substansi. Misalnya, penulis menyusun argumen dan data sendiri, kemudian menggunakan AI untuk memperbaiki tata bahasa atau meminta umpan balik terhadap struktur tulisan.

Situasinya berbeda ketika AI menghasilkan argumentasi utama, interpretasi, atau kesimpulan sementara manusia hanya memindahkannya ke dokumen. Persoalan menjadi semakin serius ketika penggunaan tersebut melanggar aturan tugas atau pengguna tidak mengungkapkannya saat disclosure diwajibkan.

Pertanyaan etis yang penting akhirnya bukan sekadar “berapa persen AI dalam tulisan ini?”, melainkan “siapa yang sebenarnya melakukan pekerjaan intelektual yang sedang dinilai?”

  • Penulis: Andi Riyanto (Dosen dan Anggota Serikat Pekerja Kampus)
  • Editor: Siti Hasna Wulandari

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobile Legends Luncurkan Chaos Clash Revamp – Mode 9v9 yang Bikin Adrenalin Meledak | Sumber: Generated AI (Gemini)

    Mobile Legends Luncurkan Chaos Clash – Mode 9v9 yang Bikin Adrenalin Meledak

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mobile Legends Bang Bang kembali mengguncang dunia MOBA mobile dengan menghadirkan Chaos Clash , pembaruan besar dari mode Clash sebelumnya. Kini pemain bisa menikmati aksi brutal dalam format 9v9 — total 18 hero berseteru sekaligus — menjamin adu skill dan strategi tiada henti sejak detik pertama. Pertempuran Skala Gede Tanpa Ampun Begitu pertandingan […]

  • Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Diresmikan Usai Lebaran 2024

    Tol Bocimi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat Diresmikan Usai Lebaran 2024

    • calendar_month Jumat, 15 Mar 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi 3, yang menghubungkan Cibadak dengan Sukabumi Barat, diperkirakan akan diresmikan usai Lebaran tahun 2024. Basuki menjelaskan Tol Bocimi menjadi salah satu jalur yang mendukung kesiapan arus mudik Lebaran 2024 di Jawa. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, seksi 3 yakni […]

  • psikologis

    Ramai Dibahas Soal Mental Health, UBSI Ternyata Punya Program Studi Psikologi

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle Lady
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Jakarta – Isu kesehatan mental kini semakin sering menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial. Beragam istilah seperti overthinking, burnout, anxiety, hingga trauma kerap muncul dalam percakapan sehari-hari. Tidak sedikit orang yang dengan mudah mengaitkan pengalaman pribadinya dengan berbagai istilah psikologis yang sedang populer. Namun, di balik tren tersebut, muncul pertanyaan penting. Seberapa jauh masyarakat […]

  • Resmikan Aturan Main, LKBB BSI Flash 2026 Sukses Gelar Technical Meeting

    Resmikan Aturan Main, LKBB BSI Flash 2026 Sukses Gelar Technical Meeting

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Sukabumi – Universitas BSI Sukabumi menggelar Technical Meeting Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) BSI Flash 2026 di Aula Kampus Cemerlang, Sabtu (8/8/2026) pukul 09.00 WIB. Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti perlombaan. Beberapa peserta dan pelatih paskibra dari berbagai sekolah di wilayah Sukabumi maupun luar kota turut hadir dalam Technical Meeting tersebut. […]

  • BSI Entrepreneur Center (BEC)

    Kuliah Sambil Bisnis? Siapa Takut! Intip Rahasia Manajemen Waktu Ala Entrepreneur Muda

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Banyak mahasiswa ingin memulai bisnis sejak kuliah. Namun, mereka sering kesulitan membagi waktu antara akademik dan usaha. Jadwal kuliah yang padat, tugas yang menumpuk, serta tanggung jawab bisnis kerap terasa berat jika dijalankan bersamaan. Padahal, banyak entrepreneur muda justru memulai bisnis saat masih menjadi mahasiswa. Kuncinya bukan pada waktu yang banyak, tetapi pada […]

  • Ilustrasi Situ Bagendit

    Situ Bagendit : Danau Indah Penuh Misteri

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2023
    • account_circle Sisil
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Situ Bagendit terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Situ dalam bahasa indonesia yakni Danau, ini merupakan situ yang misterius akan kisah masa lalunya dan merupakan salah satu situ yang sangat indah. Salah satu misteri yang sangat terkenal, adalah adanya seorang wanita yang sangat pelit dan perbuatanya itu membuat dirirnya mendapatkan malapetaka. Asal Muasal […]

expand_less