Paraguay Ukir Kejutan Besar di Piala Dunia 2026, Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
- account_circle Rizky Akbar
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti | Sumber: Instagram @fifaworldcup
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Paraguay mencatatkan sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Jerman melalui drama adu penalti pada babak 32 besar yang berlangsung di Gillette Stadium, Boston, Amerika Serikat, Senin (29/6/2026) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan La Albirroja melaju ke babak 16 besar sekaligus mengakhiri perjalanan salah satu kandidat juara di turnamen.
Paraguay memastikan kemenangan 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar pada fase gugur Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri rekor impresif Jerman dalam adu penalti di ajang sepak bola paling bergengsi tersebut.
Paraguay Tampil Efektif di Tengah Dominasi Jerman
Jerman langsung mengambil inisiatif serangan sejak peluit pertama dibunyikan. Tim asuhan Julian Nagelsmann menguasai jalannya pertandingan dengan penguasaan bola yang dominan dan beberapa kali mengancam gawang Paraguay.
Namun, Paraguay menunjukkan organisasi permainan yang disiplin. Anak asuh Gustavo Alfaro mampu meredam tekanan lawan sambil mengandalkan serangan balik cepat.
Strategi tersebut membuahkan hasil menjelang turun minum. Julio Enciso sukses memanfaatkan umpan Miguel Almiron untuk membawa Paraguay unggul 1-0. Gol itu membuat Jerman harus bekerja lebih keras pada babak kedua.
Kai Havertz Samakan Kedudukan
Memasuki babak kedua, Jerman meningkatkan intensitas serangan. Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53 ketika Kai Havertz mencetak gol penyama kedudukan melalui sundulan setelah menerima umpan Florian Wirtz.
Setelah skor berubah menjadi 1-1, Jerman terus menekan pertahanan Paraguay. Der Panzer menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi lini belakang Paraguay tampil disiplin dan mampu menggagalkan setiap ancaman hingga waktu normal berakhir.
Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan waktu karena kedua tim gagal mencetak gol kemenangan.
VAR Batalkan Gol Jerman
Drama terjadi pada babak tambahan waktu ketika Jonathan Tah sempat mencetak gol yang membuat kubu Jerman bersorak.
Namun, wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR). Tayangan ulang menunjukkan adanya pelanggaran terhadap kiper Paraguay sebelum gol tercipta.
Keputusan tersebut membuat skor tetap bertahan 1-1 dan memaksa pertandingan ditentukan melalui adu penalti.
Orlando Gill Tampil Gemilang
Pada babak adu penalti, kiper Paraguay Orlando Gill menjadi pahlawan kemenangan. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu berhasil menggagalkan tendangan Kai Havertz dan Nick Woltemade.
Paraguay sempat gagal memastikan kemenangan lebih cepat setelah Fabian Balbuena tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai algojo. Namun, José Canale akhirnya menuntaskan perjuangan timnya dengan mengeksekusi penalti penentu yang membawa Paraguay menang 4-3.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri catatan sempurna Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia yang telah bertahan selama beberapa dekade.
Jerman Kembali Gagal Berprestasi
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Jerman. Setelah gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022, Der Panzer kembali harus mengakhiri kiprahnya lebih awal di Piala Dunia 2026.
Pelatih Julian Nagelsmann mengakui timnya belum mampu memanfaatkan dominasi permainan menjadi kemenangan. Ia juga menerima tanggung jawab atas kegagalan tersebut dan menyebut timnya harus segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Di sisi lain, keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi Paraguay. Tim asuhan Gustavo Alfaro menunjukkan mentalitas kuat sepanjang pertandingan dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.
Keberhasilan menyingkirkan Jerman membuat Paraguay semakin percaya diri untuk melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026. Jika mampu mempertahankan performa tersebut, La Albirroja berpeluang melanjutkan kejutan dan menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perebutan gelar juara.
- Penulis: Rizky Akbar
