UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA, Tolak Penjualan Saham Piala Dunia
- account_circle Rizky Akbar
- calendar_month 20 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hubungan FIFA dan UEFA Memanas, Ancaman Boikot Makin Nyata | Sumber: uefa.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Konflik antara UEFA dan FIFA semakin memanas. UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya menyatakan siap memboikot seluruh kompetisi FIFA. Mereka mengambil langkah tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap rencana FIFA menjual sebagian hak komersial Piala Dunia dan sejumlah turnamen kepada investor swasta.
UEFA mengambil keputusan itu secara bulat dalam pertemuan darurat. Organisasi sepak bola Eropa tersebut menilai rencana FIFA dapat mengubah karakter sepak bola dunia. Menurut UEFA, investor tidak seharusnya memiliki pengaruh terhadap turnamen internasional.
Dalam pernyataan resminya, UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan warisan sepak bola dunia. Karena itu, organisasi tersebut meminta FIFA membatalkan rencana tersebut. UEFA juga mendesak FIFA agar tidak mengajukan kebijakan serupa pada masa mendatang.
Rencana FIFA Tuai Penolakan
Kontroversi bermula ketika Presiden FIFA Gianni Infantino mengusulkan pembentukan perusahaan komersial baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Melalui perusahaan itu, FIFA berencana melepas hingga 20 persen saham kepada investor eksternal untuk mengelola hak komersial berbagai turnamen, termasuk Piala Dunia.
UEFA menilai FIFA menyusun usulan tersebut tanpa melibatkan konfederasi benua secara memadai. Organisasi itu juga khawatir investor akan mendorong keputusan yang lebih mengutamakan keuntungan bisnis daripada kepentingan olahraga.
CONCACAF Ikut Bersikap
Penolakan tidak hanya datang dari UEFA. Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) juga menyampaikan keberatan. Organisasi tersebut meminta FIFA membahas rencana itu secara lebih terbuka dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, FIFA tetap mempertahankan proposal tersebut. Organisasi itu menegaskan bahwa mereka tidak menjual sepak bola. FIFA menyebut skema investasi itu bertujuan memperkuat pengembangan sepak bola di berbagai negara. Namun, penolakan dari UEFA dan sejumlah konfederasi membuat masa depan proposal tersebut masih belum jelas.
- Penulis: Rizky Akbar
