Breaking News
light_mode
Beranda » Hiburan » Musik » Makna Lagu “Teh Hijau” Tulus, Kisah Tentang Hampa dan Belajar Menerima Diri

Makna Lagu “Teh Hijau” Tulus, Kisah Tentang Hampa dan Belajar Menerima Diri

  • account_circle Nafisya Maulida Mudrikah
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Penyanyi Indonesia Tulus kembali menghadirkan karya baru melalui single “Teh Hijau” yang resmi rilis pada 30 Juni 2026. Lagu ini langsung menarik perhatian karena membawa cerita yang dekat dengan pengalaman emosional banyak orang: ketika rasa bahagia perlahan menghilang, hati sulit terbuka, dan seseorang membutuhkan waktu untuk memahami dirinya sendiri.

Tulus menulis sendiri lirik dan melodi “Teh Hijau”. Dalam proses produksinya, ia menggandeng Yoseph Sitompul sebagai produser sekaligus pengaransemen. Tulus juga mengisi vokal utama dan vokal latar dalam lagu tersebut.

“Teh Hijau” Menggambarkan Fase Kehampaan

“Teh Hijau” tidak sekadar bercerita tentang minuman yang menjadi judul lagu. Tulus justru membawa pendengar masuk ke pengalaman seseorang yang sedang kehilangan rasa senang dan kesulitan menemukan kembali antusiasme dalam menjalani hari.

Pada bagian awal, tokoh dalam lagu menerima berbagai saran dari orang-orang di sekitarnya. Ia mendapat dorongan untuk menikmati alam, mencoba sesuatu yang baru, berolahraga, hingga membaca buku. Berbagai saran tersebut terdengar sederhana, tetapi tidak serta-merta mampu menghilangkan kehampaan yang sedang ia rasakan.

Situasi tersebut membuat lagu terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ada kalanya seseorang sudah mencoba berbagai cara untuk merasa lebih baik, tetapi perasaan kosong tetap bertahan. Tulus tidak menggambarkan kondisi itu sebagai kegagalan. Sebaliknya, ia memberikan ruang bagi seseorang untuk memahami bahwa setiap proses membutuhkan waktu.

Makna “Tak Bisa Jatuh Cinta” dalam Lagu Tulus

Salah satu gagasan utama dalam “Teh Hijau” muncul melalui penggambaran seseorang yang merasa belum mampu jatuh cinta atau membuka hati. Namun, maknanya tidak harus terbatas pada hubungan romantis.

Frasa tersebut dapat dibaca sebagai gambaran ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk menikmati sesuatu, merasa antusias, atau membuka diri terhadap pengalaman baru. Dengan demikian, lagu ini berbicara lebih luas tentang kondisi batin ketika seseorang merasa tidak memiliki energi emosional untuk menerima apa pun maupun siapa pun.

Tulus menyampaikan pengalaman tersebut dengan bahasa yang sederhana. Ia tidak memberikan solusi instan. Pendekatan tersebut justru membuat pesan lagu terasa lebih manusiawi karena proses memahami diri memang tidak selalu berjalan cepat.

Teh Hijau Menjadi Simbol Hal Sederhana yang Masih Bisa Dikendalikan

Menjelang bagian tengah lagu, teh hijau muncul sebagai gambaran yang menjadi kunci judul karya ini. RRI memaknai secangkir teh hijau sebagai simbol sederhana untuk mengelola emosi dan memusatkan perhatian pada sesuatu yang masih berada dalam kendali diri.

Simbol tersebut membuat pesan lagu terasa semakin kuat. Ketika seseorang tidak mampu mengubah keadaan besar yang sedang ia hadapi, ia masih dapat memperhatikan hal-hal kecil yang ada dalam jangkauannya.

Teh hijau akhirnya tidak hadir sebagai obat untuk menghilangkan kesedihan. Minuman tersebut justru menjadi teman dalam sebuah fase ketika seseorang belajar menerima keadaan dan memberikan waktu bagi dirinya sendiri.

  • Penulis: Nafisya Maulida Mudrikah
  • Editor: Rifa Fitriyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meningkatkan Karier bagi Mahasiswa: Tips Sukses di Dunia Kerja

    Meningkatkan Karier bagi Mahasiswa: Tips Sukses di Dunia Kerja

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz –Di tengah persaingan yang semakin ketat dalam pasar kerja global, mahasiswa sering mencari cara efektif untuk mempersiapkan diri mereka. Dalam era yang semakin terhubung ini, membangun jaringan profesional yang kuat sangatlah penting. Selain keterampilan teknis yang diperlukan, pengembangan keterampilan menjadi faktor penting dalam kesuksesan karier. Mahasiswa dapat meningkatkan keterampilan ini melalui workshop intensif, kursus […]

  • Manajemen Waktu

    Aktivitas Menumpuk? Mahasiswa Harus Bisa Manajemen Waktu!

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa sering menjalani jadwal yang sangat padat. Mereka harus mengerjakan tugas yang menumpuk, aktif di organisasi, mengikuti magang, hingga menjalani pekerjaan sampingan secara bersamaan. Banyak di antara mereka akhirnya kewalahan karena tidak mampu mengatur waktu dengan baik. Kesulitan ini menimbulkan dampak serius, mulai dari turunnya prestasi akademik, stres, hingga hilangnya motivasi belajar. Tantangan […]

  • Pantai Citepus

    Gelombang Tinggi Tak Membatasi Wisatawan, Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi Tetap Dipadati Wisatawan

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Hari pertama libur pascaperayaan Idul Fitri 1445 H, objek wisata pantai Citepus Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, mulai dipadati wisatawan. Suryo Adianto, Korpos Sar Basarnas Sukabumi, mengatakan bahwa pada hari pertama libur Lebaran atau Idul Fitri 1445 H ini, terlihat lonjakan pengunjung di objek wisata pantai Citepus Istiqomah sejak pagi. “H+ satu kondisi […]

  • Membangun Desa Selajambe Melalui Pengembangan UMKM dan Literasi Sekolah

    Mahasiswa Bangun Desa Selajambe Melalui Pengembangan UMKM dan Literasi Sekolah

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Februari, BSI Explore 2025 Dimulai! Mahasiswa Universitas BSI Siap Jelajahi dan Mengabdi di Desa Selajambe pada hari Rabu, 05 Febuari 2025. Acara ini mengusung tema “Ciptakan Prestasi Untuk Indonesia Maju”. Universitas BSI melaksanakan kegiatan BSI Explore 2025 untuk menjelajahi & menggali potensi 37 desa dalam jangka waktu 1 bulan. Pihak penyelenggara menempatkan seluruh […]

  • Bantuan Sembako

    Puluhan Warga Yang Terdampak Banjir Rob di Palabuhanratu Sukabumi Terima Bantuan Sembako Hingga Peralatan Dapur

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Puluhan warga terdampak gelombang tinggi atau banjir rob di pesisir pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu mendapatkan bantuan sembako hingga peralatan dapur, pada Rabu (20/3). Deni Yudono selaku camat Palabuhanratu mengatakan bantuan yang diberikan kepada puluhan warga di tiga desa yaitu desa Citepus, Jayanti, dan kelurahan Palabuhanratu, berasal dari Baznas Kabupaten Sukabumi. “Alhamdulillah hari […]

  • “Harvest Moon: Home Sweet Home” Siap Meluncur ke Konsol & PC, Setelah Rilis di Mobile

    “Harvest Moon: Home Sweet Home” Siap Meluncur ke Konsol & PC, Setelah Rilis di Mobile

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Setelah sukses di platform mobile, Harvest Moon: Home Sweet Home akhirnya siap melangkah ke konsol dan PC. Developer Natsume Inc. mengumumkan perilisan versi Special Edition untuk PlayStation 5, Xbox Series X|S, Nintendo Switch, dan PC (Steam) pada 30 Oktober 2025.Sebelumnya, game ini sudah hadir lebih dulu di perangkat iOS dan Android pada 23 […]

expand_less