Breaking News
light_mode
Beranda » Hiburan » Musik » Makna Lagu “Teh Hijau” Tulus, Kisah Tentang Hampa dan Belajar Menerima Diri

Makna Lagu “Teh Hijau” Tulus, Kisah Tentang Hampa dan Belajar Menerima Diri

  • account_circle Nafisya Maulida Mudrikah
  • calendar_month 21 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulus Mengajak Pendengar Tidak Terburu-buru Pulih

Kekuatan “Teh Hijau” terletak pada pesan tentang penerimaan. Lagu ini tidak mendorong pendengar untuk segera menghilangkan rasa hampa. Sebaliknya, Tulus menggambarkan kehampaan sebagai salah satu fase yang mungkin hadir dalam perjalanan hidup.

Pesan tersebut juga terlihat pada bagian akhir lagu yang menghadirkan harapan terhadap hari esok. Setelah melewati fase penuh kebingungan, tokoh dalam lagu perlahan menerima bahwa keadaan tidak akan selalu berada pada titik yang sama.

RRI menyebut lagu ini membawa gagasan bahwa rasa hampa merupakan bagian dari perjalanan hidup dan seseorang membutuhkan waktu untuk melewati proses pemulihan.

Fakta Produksi Lagu “Teh Hijau” Tulus

Secara musikal, Tulus mengajak sejumlah musisi untuk mengisi berbagai instrumen. Yoseph Sitompul menangani piano akustik, kibor, synth, dan loop programming. Adisty Zulkarnaen mengisi drum akustik, sedangkan Rudy Zulkarnaen memainkan bas elektrik dan Topan Abimanyu mengisi gitar elektrik.

Aransemen horn section juga melibatkan sejumlah musisi, yakni Maha Ami Purba pada trompet dan Yowie Henry pada trombon. Tulus dan Yoseph Sitompul menangani pengarahan vokal latar. Informasi produksi tersebut tercantum dalam keterangan resmi video lirik “Teh Hijau” pada kanal YouTube Tulus.

Kehadiran aransemen tersebut memperkuat karakter lagu yang terdengar hangat dan reflektif. Musiknya memberi ruang bagi cerita untuk menjadi pusat perhatian sehingga pendengar dapat mengikuti perjalanan emosional yang Tulus bangun melalui lirik.

“Teh Hijau” Menjadi Ruang untuk Berdamai dengan Diri

“Teh Hijau” menawarkan cerita yang sederhana, tetapi menyentuh pengalaman yang cukup universal. Tidak semua orang selalu mampu merasa bahagia, bersemangat, atau membuka hati setiap saat.

Melalui lagu ini, Tulus mengingatkan pendengar bahwa seseorang tidak harus memaksakan diri untuk segera kembali seperti sebelumnya. Ada masa ketika seseorang perlu berhenti sejenak, menerima apa yang sedang terjadi, dan memberi kesempatan kepada dirinya untuk pulih secara perlahan.

Pada akhirnya, “Teh Hijau” bukan hanya tentang secangkir minuman. Lagu ini berbicara tentang penerimaan, kesabaran, dan keberanian untuk menjalani fase kehidupan tanpa harus memaksakan jawaban. Ketika hari terasa berat, terkadang hal kecil yang masih dapat digenggam sudah cukup menjadi pengingat bahwa perjalanan belum selesai.

 

  • Penulis: Nafisya Maulida Mudrikah
  • Editor: Rifa Fitriyani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital dan AI Ubah Dunia Kerja, Skill SIA Makin Dicari

    Transformasi Digital dan AI Ubah Dunia Kerja, Skill SIA Makin Dicari

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Diah Ekasari
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Transformasi digital dan AI ubah dunia kerja menjadi fenomena yang mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri. Perusahaan kini memanfaatkan teknologi untuk mengelola data, mempercepat proses bisnis, serta menghasilkan keputusan yang lebih akurat. Perubahan tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan talenta yang memiliki kemampuan digital sekaligus memahami pengelolaan data keuangan. Salah satu kompetensi yang […]

  • Festival Budaya Anak Pesisir

    Festival Budaya Anak Pesisir Series III Hadirkan Semangat Pelestarian Budaya di Sukabumi

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Suasana budaya kembali menghidupkan pesisir selatan Sukabumi melalui Festival Budaya Anak Pesisir Series III, dengan mengusung tema “Membangun Generasi Berbudaya di Era Digital”. Festival menjadi bukti bahwa pelestarian budaya, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi anak-anak pesisir dalam merawat warisan budaya. Komitmen Pemerintah terhadap Budaya Lokal Mengutip dari Sukabumi Update, Festival ini berlangsung di Saung […]

  • UMKM Naik Kelas

    Lolos PKM 2025, Mahasiswa UNM Bantu UMKM Naik Kelas Lewat Strategi Digital di Instagram

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Helen Ayu
    • 0Komentar

    Mahasiswa Siap Hadapi Dunia Kerja Di sisi lain, Kaprodi Bisnis Digital UNM, Lia Mazia, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis semata. Bahkan, dosen pembimbing berperan aktif dalam mendampingi proses akademik dan membina mahasiswa secara intensif. Setelah melalui proses bimbingan, mahasiswa pun langsung mengimplementasikan strategi digital untuk memberdayakan UMKM. Sebagai hasilnya, mereka tidak hanya […]

  • KDM Sindir Anggaran Jalan Sukabumi “Rp150 Miliar Sampai Kiamat Tidak Akan Beres”

    KDM Sindir Anggaran Jalan Sukabumi “Rp150 Miliar Sampai Kiamat Tidak Akan Beres”

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) kembali menyoroti pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, anggaran jalan yang hanya Rp150 miliar dari total APBD Rp4,2 triliun terlalu kecil. “Kalau hanya Rp150 miliar, perbaikan jalan di Sukabumi tidak akan pernah tuntas,” ujar KDM. Oleh karena itu, ia berencana mengeluarkan Peraturan Gubernur. Aturan ini akan mewajibkan setiap […]

  • Hadapi Tantangan Era Digital, Mahasiswa UBSI Perkuat Moral Anak Lewat Pendidikan Agama | Doc. Istimewa

    Pendidikan Agama, Tameng Moral Anak di Tengah Arus Digital

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di tengah derasnya arus teknologi digital, sekelompok mahasiswa menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk “Pentingnya Pendidikan Agama sebagai Benteng Moral bagi Anak dan Remaja di Era Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (21/11) di SDN 2 Cipetir, Sukabumi, sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kelompok 1 Program Studi Informatika UBSI Kampus Kota Sukabumi […]

  • Penghargaan Bergengsi Sukabumi Raih Juara 3 Paritrana Award 2024

    Penghargaan Bergengsi Sukabumi Raih Juara 3 Paritrana Award 2024

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kota Sukabumi kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 3 dalam ajang Paritrana Award Kategori Kabupaten/Kota Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Penghargaan ini diterima dalam acara penganugerahan yang digelar di Aula Gedung Sate, Bandung, pada Sabtu (24/8). Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, M. Hasan Asari. […]

expand_less