Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Generasi Multitasking: Apakah Belajar Sambil Scroll TikTok Itu Efektif?

Generasi Multitasking: Apakah Belajar Sambil Scroll TikTok Itu Efektif?

  • account_circle Aulia Ramadhani
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Risiko Gangguan Fokus dan Efisiensi Belajar

  • Gangguan fokus
    Konten TikTok yang bergerak cepat dan berganti-ganti memicu distraksi. Setelah menyela video pendek, otak butuh waktu berpindah dari mode “hiburan” ke mode “belajar”. Transisi ini memakan waktu mental.
  • Efisiensi menurun
    Saat belajar sambil scroll, setiap peralihan perhatian membuat beban kognitif bertambah. Banyak penelitian meragukan efektivitas belajar ketika otak harus bolak-balik antara tugas dan konten media.
  • Keterbatasan pemrosesan mendalam
    Materi yang kompleks memerlukan konsentrasi intensif. Bila perhatian terpecah, pemahaman mendalam terhadap konsep sulit bisa terganggu.

Tips agar Belajar Digital Tidak Melemahkan Hasil

  • Gunakan micro-learning
    Batasi konsumsi video TikTok sebagai bentuk pemecah suasana atau pengantar, bukan sebagai pusat metode belajar. Misalnya, tonton 1–2 video edukatif selama istirahat singkat.
  • Metode blok waktu (time blocking)
    Alokasikan sesi khusus tanpa gangguan gadget untuk belajar mendalam, lalu beri waktu “reward” menggunakan TikTok.
  • Batasi notifikasi & mode senyap
    Saat masuk sesi belajar, matikan notifikasi atau gunakan aplikasi pengatur waktu agar tidak tergoda membuka TikTok secara otomatis.
  • Filter konten edukatif
    Buat playlist atau simpan kreator edukatif yang sudah terbukti akurat agar ketika scroll, kamu lebih sering bertemu konten bermutu.

Belajar sambil scroll TikTok bisa terasa menyenangkan dan memotivasi, tetapi efektivitasnya masih sangat bergantung pada intensitas kontrol diri, jenis konten yang dikonsumsi, dan cara pengaturan waktu. Bukti ilmiah cenderung menunjukkan bahwa multitasking digital terutama dengan konten tidak relevan mengganggu fokus dan performa belajar. Meski demikian, jika digunakan sebagai suplemen edukatif, TikTok berpotensi menjadi alat tambahan, bukan pengganti metode belajar tradisional.

Baca Juga: Belajar dari Gagal: Mengapa Growth Mindset Penting untuk Mahasiswa?

 

  • Penulis: Aulia Ramadhani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peluang Emas! UNM Resmi Membuka Pendaftaran Magister Ilmu Komputer di Era AI dan Blockchain

    Peluang Emas! UNM Resmi Membuka Pendaftaran Magister Ilmu Komputer di Era AI dan Blockchain

    • calendar_month Rabu, 16 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Nusa Mandiri (UNM) membuka pendaftaran Program Magister Ilmu Komputer (S2) untuk tahun akademik 2025/2026 di tengah pesatnya transformasi digital. Lewat program ini, UNM memberikan solusi strategis bagi para profesional dan lulusan S1 yang ingin meningkatkan jenjang karier di bidang teknologi. Wawan Kurniawan, Koordinator Marketing dan Komunikasi Universitas Nusa Mandiri, menyampaikan bahwa dunia […]

  • Delegasi UBSI Masuk Top 5 Best Speaker GYC 2026

    Delegasi UBSI Masuk Top 5 Best Speaker GYC 2026

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Vina Agustina
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Bangkok – Delegasi UBSI masuk top 5 best speaker di Global Youth Congress 2026 Thailand menjadi kabar membanggakan bagi dunia pendidikan Indonesia. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali mencatatkan prestasi internasional melalui dosen Program Studi Sastra Inggris, Cicih Nuraeni. Ia berhasil meraih penghargaan Top 5 Best Speaker pada ajang Global Youth Congress (GYC) 2026. […]

  • Terungkap! 28 WNA dari Bangladesh, China, dan India Terjebak di Perairan Sukabumi setelah Kapal Mereka Ditenggelamkan

    Terungkap! 28 WNA dari Bangladesh, China, dan India Terjebak di Perairan Sukabumi setelah Kapal Mereka Ditenggelamkan

    • calendar_month Sabtu, 29 Jun 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pada Sabtu, 29 Juni 2024, sebuah kapal yang membawa 28 warga negara asing (WNA) terdampar di perairan laut Sukabumi, tepatnya di Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan keterangan dari Kepala Kepolisian Sektor Tegalbuleud, AKP Aap Saripudin, para WNA ini terdiri dari 23 orang asal Bangladesh, 4 orang asal China, dan 1 orang […]

  • Pentingnya Layanan Konseling Bagi Mahasiswa

    Pentingnya Layanan Konseling Bagi Mahasiswa

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Dewin
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam menjalani kehidupan perkuliahan yang penuh denga tekanan tugas, pergaulan, skripsi, keuangan ataupun masalah keluarga. Acap kali mahasiswa merasakan mendapatkan tekanan mental yang luar biasa. Akan tetapi  dari mereka banyak yang memendam masalah sendiri hingga tidak jarang terjadi kasus bunuh diri mahasiswa atau mahasiswa yang terlibat dalam minuman keras dan obat-obatan sebagai pelarian […]

  • Jangan Asal Blender! Cara Cerdas Meracik Jus Sehat Tanpa Kehilangan Nutrisi| Sumber: pinterest

    Jangan Asal Blender! Tips Mudah Meracik Jus Enak Tanpa Kehilangan Nutrisi

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    4. Tambahkan Air atau Es Batu Secukupnya Untuk mendapatkan tekstur yang pas, tambahkan air matang atau es batu secukupnya. Jangan terlalu banyak, agar jus tetap terasa kental dan nikmat. 5. Sajikan Segera Setelah Kamu Membuatnya Jus sebaiknya langsung diminum setelah dibuat agar vitamin tidak cepat berkurang akibat oksidasi. Jika harus disimpan, taruh di wadah tertutup […]

  • mapala

    Operasi Bersih Gunung Gede Pangrango Jalur Selabintana: Wujud Nyata Cinta Alam dari Mapala Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama komunitas pecinta alam, termasuk Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) dari berbagai perguruan tinggi di Sukabumi, menggelar kegiatan Operasi Bersih Gunung di jalur Selabintana. Kegiatan yang berlangsung pada 11–12 Oktober 2025 di kawasan Selabintana, Sukabumi, ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pengelola taman nasional dan para pegiat alam […]

expand_less