Breaking News
light_mode
Beranda » Bisnis » Yuks Bisa Yuk nabung.. Tapi kalo resesi gimana?

Yuks Bisa Yuk nabung.. Tapi kalo resesi gimana?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumi Hitz- dikutip dari cnbcnews

Inflasi yang meninggi kian mengguncang sejumlah kawasan di dunia hingga memaksa adanya respons signifikan dalam kebijakan ekonomi berbagai negara. Bukan hanya kebijakan, di tingkat rumah tangga akhirnya merespon tingginya inflasi.

Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Mei 2022 melejit ke angka 8,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) sekaligus menjadi yang tertinggi dalam 41 tahun terakhir. Sejumlah faktor menjadi pendorong inflasi Mei tersebut. Harga energi naik 34,6%, terbesar sejak September 2005 dan harga makanan melonjak 10,1%, kenaikan pertama 10% atau lebih sejak periode yang berakhir Maret 1981.

Naiknya harga barang dan jasa di perekonomian tersebut membuat sentimen masyarakat memburuk yang dibuktikan dengan indeks keyakinan konsumen yang menurun. Selain itu kenaikan harga yang tinggi juga membuat daya beli masyarakat AS ikut terdampak yang tercermin dari penjualan ritel yang terkontraksi 0,3% bulan Mei lalu.

Banyak pelaku pasar yang khawatir ekonomi AS akan mengalami resesi dan parahnya bisa terjadi stagflasi seperti yang dialami Paman Sam kurang lebih setengah abad lalu.

Inflasi kini juga tengah menghantui keluarga-keluarga di AS. Mereka antusias untuk menghemat tabungan mereka dalam jangka panjang.

Strategi berhemat keluarga di AS dengan cara menetapkan pengeluaran bulanan dengan mengurangi hal-hal yang tidak penting serta mengaudit satu persatu kategori pengeluaran mereka dalam satu bulan.

Menurut survei Mei 2022 terhadap 1.014 orang oleh perusahaan riset pasar NPD Group, langkah-langkah penghematan uang yang ekstrem saat ini begitu diminati karena lebih dari 80% konsumen AS berencana untuk mengurangi pengeluaran dengan membeli produk yang lebih murah. “Berhemat pasti sedang populer saat ini, tapi berhemat di kondisi buruk seperti ini begitulah cara anda maju.” kata Amanda L. Grossman, instruktur pendidikan keuangan bersertifikat di El Paso, Texas.

Dikutip dari Wall Street Journal, ada cerita dari keluarga Shillito, dari bagian utara New York, yang memiliki sembilan anak berusia mulai dari 2 bulan hingga 19 tahun, memiliki rumah sendiri dan tidak memiliki utang.

Mereka menanam sebagian besar sayuran dan beberapa buah-buahan di lima kebun. Keluarga Shillito menekan tengah biaya makanan dengan membeli makanan utuh dalam jumlah besar. Dengan berbelanja langsung dengan toko perlengkapan restoran, setelah mendapatkan sekantong tepung seberat 50 pon seharga US$ 14,96 di distributor makanan grosir. Berhemat dalam kondisi seperti ini mungkin terlalu jauh bagi sebagian orang. Namun keluarga Shilinto menganggap yang dilakukan keluarga mereka menarik serta dianggap merupakan solusi dalam kondisi seperti ini.

Penghematan yang baru saja dilakukan baru baru ini di mana Shillito memperbaiki sendiri atap rumah keluarga, menghabiskan US$ 1.065,34 atau setara dengan Rp 15.767.538 jauh lebih sedikit daripada perkiraan US$ 7.356,08 atau Rp 108.908.235 jika dibandingkan membayar tukang.

Keluarga tersebut memulai tahun ini dengan sebuah tantangan dengan menghabiskan hanya US$125 pada bulan Januari untuk membeli susu, buah segar, dan sayuran, dan memeriksa makanan yang telah mereka simpan di dapur, lemari es, dan freezer selama pandemi.

Shillito mencatat setiap pembelian makanan dalam buku catatan spiral dan mencatat bahwa mereka akhirnya menghabiskan US$ 265,18, karena beberapa transaksi terlalu bagus untuk dilewatkan, seperti satu untuk 1.000 liner cupcake seharga US$ 7.

Bukan tanpa alasan mereka melakukan ini. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan harga bahan makanan naik 11,9% year-on-year pada Mei, dengan harga daging, unggas, ikan, dan telur naik pada tingkat dua digit.

Menurut keluarga Shillito, satu galon susu sekarang berharga US$ 3,89, naik 8% sejak Januari ketika mereka membayar US$ 3,59. Mereka tidak ingin mengurangi jumlah susu yang mereka minum, tetapi mereka memanfaatkan diskon yang diberikan perusahaan susu lokal yang gratis setelah mereka membeli lima galon.

Selain itu, cerita dari Emma Welford, dari Inggris. Ia belajar hemat karena kebutuhan sebagai ibu muda. Selain itu, Dia tergabung dalam forum tabungan untuk berhemat. Parahnya, dia mengakui bahwa menuangkan dan mengumpulkan saus tomat murah ke dalam botol Heinz agar dikira produk saus asli untuk membohongi suaminya. Selain itu, Ia pernah memasukkan cornflake merek toko ke dalam kotak Kellogg untuk menipu putrinya.

Satu sisi berhemat merupakan suatu cara untuk melindungi diri mereka dan keluarga mereka dari kondisi ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

Namun, di sisi lain mendorong konsumsi dalam Negeri memicu perputaran ekonomi. Jika konsumsi dalam negeri berkurang maka akan berpengaruh terhadap PDB karena Pertumbuhan ekonomi suatu negara salah satunya diukur dari tingkat konsumsi rumah tangga.

Apalagi kalau kita bicara AS. Sebagian besar komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) di Negeri Adikuasa disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga. Menabung memang baik, apalagi di tengah situasi yang sangat tidak pasti seperti sekarang. Namun kalau semakin banyak orang yang gemar menabung, kian sedikit yang berbelanja, maka ekonomi akan lumpuh. Resesi bakal datang lagi…

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salah Jurusan Tak Selalu Salah, Begini Cara Membangun Karier Sesuai Passion

    Salah Jurusan Tak Selalu Salah, Begini Cara Membangun Karier Sesuai Passion

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Anggita Sulistiyaningsih
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Pernahkah kamu merasa tugas kuliah atau materi yang dipelajari tidak lagi sesuai dengan minat?Perasaan “salah jurusan” menjadi pengalaman yang cukup umum bagi banyak mahasiswa dan sering kali memunculkan kecemasan terhadap masa depan. Banyak mahasiswa khawatir gelar yang mereka perjuangkan tidak sejalan dengan karier impian. Kekhawatiran itu kemudian memunculkan pertanyaan, apakah jurusan kuliah benar-benar menentukan […]

  • Mahasiswa

    Belajar di Luar Kampus Mahasiswi Cyber University Asah Profesionalisme Lewat Kegiatan Magang

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Bagi mahasiswa Cyber University, belajar tidak hanya sebatas di ruang kelas. Dwi Rizky Nurjanah, mahasiswi Sistem Informasi, membuktikan bahwa pengalaman magang bisa jadi pintu awal memahami dunia kerja secara langsung. Saat ini, Dwi sedang magang di sebuah perusahaan rintisan berbasis digital yang bergerak di bidang pangan. Perusahaan ini dikenal sebagai penghubung antara petani, […]

  • Asmila dan Pasundan

    ASMILA X PASUNDAN 2024 Siap Mengguncang! Ajang Bergengsi Wujudkan Generasi Berprestasi dan Lestarikan Seni Budaya Sunda

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas BSI Sukabumi berkolaborasi dengan Forum OSIS Kabupaten Sukabumi dan Sukabumi Digital Kreatif Forum (SDKF), siap menggelar ajang bergengsi bertajuk “Ajang Seni Islami dan Olahraga X Pasanggiri Kasundaan (ASMILA X PASUNDAN)”.  Acara ini akan berlangsung pada Sabtu, (14/12) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Kampus Universitas BSI Sukabumi, Jl. Veteran II No. […]

  • Rahasia Nutrisi Alami untuk Mood Bahagia dan Hidup Lebih Seimbang| Sumber: istockphoto.com

    Rahasia Nutrisi Alami untuk Mood Bahagia dan Hidup Lebih Seimbang

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Apa yang kita makan ternyata tidak hanya memengaruhi tubuh, tetapi juga suasana hati. Beberapa jenis makanan memiliki kandungan yang mampu menstimulasi hormon bahagia, sehingga membuat pikiran lebih rileks dan emosi lebih stabil. Oleh karena itu, memilih makanan yang tepat bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kesehatan mental sehari-hari. Nutrisi yang Membuat […]

  • Mentorship Pribumi Materi 8: Tips Time Management di Era Digital

    Mentorship Pribumi Materi 8: Tips Time Management di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di tengah gempuran notifikasi dan arus informasi yang terus mengalir, kemampuan mengelola waktu menjadi pembeda antara orang yang sekadar sibuk dan yang benar-benar produktif. Oleh karena itu, Program Beasiswa Mentorship Pribumi kembali menggelar sesi edukasi materi ke-8. Sesi ini mengangkat tema “Time Management Bukan Sekadar Sibuk: Seni Mengatur Waktu dan Menentukan Prioritas di […]

  • Poster Digital Mahasiswa UNM Angkat Pesan Bijak dalam Menghadapi AI

    Poster Digital Mahasiswa UNM Angkat Pesan Bijak dalam Menghadapi AI

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Mahasiswa Universitas Nusa Mandiri (UNM) menunjukkan kepeduliannya terhadap perkembangan teknologi melalui ajang Creative Ideas Poster: Design Poster Challenge 2025. Lomba poster digital ini berlangsung daring di Instagram pada (13–26/07). Ajang ini mengajak generasi muda menyalurkan ide kritis dan solusi kreatif lewat karya visual. Kolaborasi Kreatif Bertema AI Dalam kompetisi tersebut, karya “Bijak […]

expand_less