Krisis Identitas Gen-Z: Korporat atau Entrepreneur?
- account_circle Hana Fauziah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Krisis Identitas Gen-Z: Korporat atau Entrepreneur? | Sumber: Google alodokter.com
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Krisis identitas Gen-Z semakin sering muncul ketika mahasiswa memasuki semester akhir. Banyak mahasiswa mulai memikirkan arah karier setelah lulus. Sebagian ingin bekerja di perusahaan karena menawarkan gaji tetap, jenjang karier yang jelas, dan berbagai fasilitas. Namun, sebagian lainnya justru tertarik membangun bisnis digital yang memberikan fleksibilitas waktu serta peluang penghasilan yang lebih besar.
Di tengah perkembangan teknologi dan pesatnya ekonomi digital, mahasiswa sering merasa bingung menentukan pilihan. Mereka khawatir salah mengambil keputusan yang akan memengaruhi masa depan. Padahal, mahasiswa tidak harus memilih salah satu jalur secara terburu-buru. Sebaliknya, mereka dapat mempersiapkan diri sejak kuliah agar memiliki lebih banyak pilihan setelah lulus.
Krisis Identitas Gen-Z Muncul karena Banyak Pilihan Karier

Krisis Identitas Gen-Z Muncul karena Banyak Pilihan Karier | Sumber: Google halojember.jawapos.com
Banyaknya peluang kerja membuat krisis identitas Gen-Z semakin terasa. Di satu sisi, perusahaan membutuhkan talenta yang memiliki kemampuan digital sekaligus mampu bekerja secara profesional. Di sisi lain, media sosial terus menampilkan kisah sukses para digital entrepreneur yang berhasil membangun bisnis pada usia muda.
Akibatnya, banyak mahasiswa mulai membandingkan pilihan karier mereka dengan pencapaian orang lain. Mereka menghabiskan waktu untuk memikirkan berbagai kemungkinan tanpa benar-benar mengenali potensi diri. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa setiap orang memiliki perjalanan karier yang berbeda dan tidak harus mengikuti pilihan orang lain.
Persiapkan Karier Sejak Kuliah agar Lebih Percaya Diri
Mahasiswa dapat mengurangi kebingungan tersebut dengan mulai membangun pengalaman sejak masih kuliah. Mereka bisa mengikuti organisasi, magang, pelatihan, kompetisi, maupun proyek bisnis kecil untuk mengenali minat dan kemampuan yang dimiliki.
Selain itu, mahasiswa juga dapat mencoba mengembangkan usaha digital tanpa meninggalkan kesempatan membangun karier profesional. Cara tersebut membantu mereka memahami dunia bisnis sekaligus memperoleh pengalaman kerja yang berharga. Dengan langkah nyata, mahasiswa tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semakin percaya diri menentukan arah karier.
BEC UBSI Dampingi Mahasiswa Membangun Karier
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi melalui BSI Entrepreneur Center (BEC) menghadirkan berbagai program yang membantu mahasiswa mengembangkan jiwa wirausaha sejak dini. BEC tidak hanya memberikan materi kewirausahaan, tetapi juga mendampingi mahasiswa dalam proses inkubasi bisnis, penyusunan model bisnis, validasi ide, hingga pelatihan pitching kepada investor.
Di sisi lain, mahasiswa tetap dapat mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja profesional. Dengan bekal tersebut, mereka memiliki kesempatan membangun karier di perusahaan sekaligus mengembangkan bisnis digital secara bertahap.
Pada akhirnya, mahasiswa tidak perlu memandang karier korporat dan digital entrepreneur sebagai dua pilihan yang saling bertentangan. Sebaliknya, mereka dapat mengembangkan keduanya sesuai tujuan dan kemampuan masing-masing. Melalui dukungan BEC UBSI, mahasiswa dapat membangun kompetensi, memperluas pengalaman, serta merancang masa depan karier yang lebih terarah dan berdaya saing.
- Penulis: Hana Fauziah
- Editor: Salsabila Adzani
