IKM Ujunggenteng Olah Limbah Pesisir Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi
- account_circle Salsabila
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

IKM Ujunggenteng Olah Limbah Pesisir Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomi | Sumber: Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Industri Kecil Menengah (IKM) Ujunggenteng menjadi salah satu wadah masyarakat Desa Ujunggenteng untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menciptakan peluang ekonomi. Berlokasi di Kampung Cipaku, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, komunitas ini mengolah limbah kayu dan kerang dari kawasan pesisir menjadi berbagai produk kerajinan.
Pada 15 Agustus 2026, mahasiswa BSI Explore 2026 mengunjungi galeri tersebut untuk mengenal potensi ekonomi kreatif masyarakat sekaligus membantu memperkenalkan produk lokal melalui media digital.
IKM Ujunggenteng Manfaatkan Limbah Pesisir

IKM Ujunggenteng Manfaatkan Limbah Pesisir | Sumber: Doc. Istimewa
Para pengrajin memanfaatkan limbah kayu dan kerang yang tersedia di sekitar kawasan pesisir. Mereka mengubah bahan tersebut menjadi berbagai produk, seperti tempat pensil, asbak, cermin, vas bunga, bonsai kering, hingga miniatur kapal Pinisi.
Harga kerajinan cukup beragam. Pengunjung dapat menemukan produk mulai dari Rp15.000 hingga Rp500.000, tergantung jenis dan tingkat kerumitannya.
Gus Ridwan, salah satu pengrajin sekaligus anggota komunitas, menjelaskan bahwa kelompok tersebut terbuka bagi masyarakat dari berbagai kalangan. Gus Ridwan juga menekankan semangat para pengrajin dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Pokoknya semua bahan limbah dimanfaatkan menjadi kerajinan yang bernilai,” katanya.
Mahasiswa BSI Explore Kenalkan Potensi Lokal

Mahasiswa BSI Explore Kenalkan Potensi Lokal | Sumber: Doc. Istimewa
Kunjungan mahasiswa BSI Explore pada 15 Agustus 2026 tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenal produk lokal. Mahasiswa juga ikut membantu memperkenalkan potensi kerajinan tersebut melalui publikasi online dan media sosial.
Mahasiswa membuat dan membagikan informasi mengenai produk, lokasi galeri, serta potensi ekonomi kreatif masyarakat. Promosi digital tersebut dapat membantu mengenalkan kerajinan Ujunggenteng kepada masyarakat dan wisatawan yang belum mengetahui keberadaan galeri ini.
Langkah tersebut juga membuka peluang bagi para pengrajin untuk menjangkau calon konsumen dari luar daerah. Semakin luas informasi yang beredar di media sosial, semakin besar peluang produk lokal menarik perhatian masyarakat.
Pelatihan Dorong Kreativitas Pengrajin
Selain menghasilkan berbagai kerajinan, komunitas ini juga mendorong anggotanya meningkatkan keterampilan melalui kegiatan pelatihan. Salah satunya berlangsung melalui kerja sama dengan BNN Kabupaten Sukabumi.
Sebanyak 20 peserta mengikuti pelatihan selama tiga hari. Mereka mempelajari teknik menyablon serta membuat miniatur kapal Pinisi. Kegiatan tersebut juga memberikan bantuan berupa printer dan alat sablon untuk menunjang aktivitas produksi.
Pengelola berharap kegiatan pengembangan keterampilan dan promosi terus berjalan sehingga masyarakat semakin mengenal produk lokal Ujunggenteng.
“Ya, harapannya semoga bisa lebih berkembang lagi dan IKM bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat.”
Melalui kreativitas pengrajin dan dukungan berbagai pihak, IKM Ujunggenteng memiliki peluang untuk berkembang sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif sekaligus produk unggulan masyarakat di kawasan Ujunggenteng.
- Penulis: Salsabila
