BKOT Gelombang 2 UBSI Sukabumi Pererat Sinergi Kampus dan Orang Tua
- account_circle Hasna Wulandari
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

BKOT Gelombang 2 UBSI Sukabumi Pererat Komunikasi dengan Orang Tua | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi kembali menggelar kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT) Gelombang 2 pada Sabtu (22/8). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Aula Kampus BSI Sukabumi A. Orang tua mahasiswa baru tahun akademik 2026 turut mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui BKOT, kampus membuka ruang silaturahmi sekaligus memberikan informasi kepada orang tua mengenai sistem perkuliahan di UBSI. Informasi tersebut mencakup berbagai tahapan yang akan dijalani mahasiswa sejak memasuki semester awal hingga menyelesaikan pendidikan.
BKOT Gelombang 2 UBSI Sukabumi Bahas Kegiatan Akademik
BKOT Gelombang 2 menghadirkan Agung Wibowo, M.Kom., selaku Kaprodi Sistem Informasi dan Sistem Informasi Akuntansi, serta Dede Wintana, M.Kom., selaku Staff Kemahasiswaan. Keduanya memaparkan berbagai kegiatan yang akan mahasiswa jalani selama menempuh pendidikan di UBSI.
Dalam pemaparannya, Agung Wibowo menjelaskan bahwa aktivitas akademik mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran di ruang kelas.
“Di awal semester biasanya ada Seminar, Workshop atau Pelatihan bagi mahasiswa. Di tingkat selanjutnya ada Uji Profisiensi untuk mengukur kemampuan mahasiswa. Menjelang akhir perkuliahan juga ada Sertifikasi Kompetensi. Semua kegiatan ini bisa dicatatkan di SKPI dengan biaya yang sangat terjangkau,” jelasnya.
Agung turut menjelaskan mengenai SKPI atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah. Dokumen tersebut menjadi salah satu pendukung yang dapat menunjukkan kompetensi dan keilmuan mahasiswa selain ijazah setelah menyelesaikan perkuliahan.
Orang Tua Antusias Ikuti Sesi Diskusi BKOT

Orang tua mahasiswa baru mengikuti kegiatan BKOT Gelombang 2 UBSI Sukabumi di Aula Kampus UBSI Sukabumi | Doc: Istimewa
Selanjutnya, sesi diskusi berlangsung interaktif. Para orang tua mahasiswa baru aktif menyampaikan berbagai pertanyaan. Salah satunya datang dari Ingka Fauziah, orang tua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA), yang menanyakan mengenai peluang lulusan program studi komputer.
“Apakah anak saya kuliah di jurusan komputer di sini outputnya akan jadi programmer atau user?”
Menjawab pertanyaan tersebut, Agung menjelaskan bahwa UBSI menyediakan sertifikasi yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa, termasuk dalam bidang pemrograman.
BKOT Gelombang 2 UBSI Sukabumi Perkenalkan MyUBSIParent
Selain membahas kegiatan akademik, kampus memperkenalkan MyUBSIParent. Aplikasi ini membantu orang tua memantau aktivitas perkuliahan mahasiswa.
Sementara itu, mengenai jadwal perkuliahan pada semester pertama, Agung menyampaikan bahwa mahasiswa akan mengambil beban studi sebanyak 30 SKS.
“Jika dihitung, dalam 3 hari untuk 30 SKS sudah tercapai. Jadi mahasiswa tidak akan setiap hari ke kampus. Mahasiswa bisa cek kegiatannya di aplikasi My Student.”
Untuk ketentuan pakaian, mahasiswa boleh mengenakan pakaian bebas yang tertutup dan sopan. Kampus menyediakan jas almamater sebagai identitas mahasiswa. Sementara itu, mahasiswa wajib mengenakan pakaian hitam putih lengkap dengan almamater saat UTS dan UAS.
BSI Explore Jadi Program Pengganti KKN
Pada kesempatan yang sama, Dede Wintana memperkenalkan BSI Explore sebagai salah satu program yang dapat menjadi pengganti kegiatan KKN bagi mahasiswa.
“Program ini tidak wajib dan diikuti secara sukarela. Mahasiswa tidak perlu mengeluarkan biaya selama mengikuti program. Selama 3 minggu di desa terpilih, kampus menanggung biaya tempat tinggal, transportasi, uang makan, dan biaya pengabdian mahasiswa. Mahasiswa juga mengikuti kegiatan selama libur kuliah sehingga kegiatan tersebut tidak mengganggu perkuliahan.”
Dengan demikian, melalui kegiatan BKOT Gelombang 2, UBSI Kampus Sukabumi berupaya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan orang tua mahasiswa baru. Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi orang tua untuk memperoleh gambaran mengenai sistem perkuliahan, aktivitas akademik, serta berbagai fasilitas dan program yang dapat mendukung perjalanan pendidikan mahasiswa.
- Penulis: Hasna Wulandari
