PKM UBSI Rumuskan Strategi Pengembangan Wintira Coffee, Siapkan UMKM Kopi Lokal Naik Kelas
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

PKM UBSI Rumuskan Strategi Pengembangan Wintira Coffee, Siapkan UMKM Kopi Lokal Naik Kelas | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Sebagai langkah awal, tim PKM menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun strategi pemberdayaan bagi Wintira Coffee, kelompok tani kopi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan berlangsung pada Sabtu (09/05) pukul 08.00–12.00 WIB di Kampus Universitas Bina Sarana Informatika Kampus B. Tim PKM yang terdiri atas Yusti Farlina sebagai ketua pelaksana, Rusli Nugraha, dan Rizal Amegia Saputra sebagai anggota memimpin jalannya diskusi. Dua mahasiswa, Rifa Fitriyani dan Nur Hidayat Suharlan, turut berpartisipasi untuk mendukung pelaksanaan program.
FGD Petakan Kebutuhan Mitra
Tim PKM memanfaatkan FGD untuk mengenali kondisi usaha Wintira Coffee secara menyeluruh. Melalui diskusi ini, tim menggali berbagai tantangan yang dihadapi mitra sekaligus merumuskan solusi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Wintira Coffee yang dipimpin Pepen Setiawan memiliki 14 anggota dan berfokus pada budidaya serta pengolahan kopi lokal. Kelompok ini memiliki potensi besar untuk berkembang, tetapi masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses produksi dan pengelolaan usaha.
Tim menemukan bahwa proses pascapanen belum berjalan secara optimal. Kondisi tersebut membuat nilai tambah produk kopi belum maksimal. Selain itu, pengurus kelompok masih mengelola administrasi dan pencatatan keuangan secara sederhana sehingga proses evaluasi usaha belum berjalan secara efektif.
Strategi Tingkatkan Produksi dan Manajemen Usaha
Berdasarkan hasil diskusi, tim PKM menyusun beberapa program yang akan mendukung pengembangan Wintira Coffee.
Pada aspek produksi, tim merencanakan penyediaan mesin huller, mesin roaster, dan mesin giling kopi bubuk. Peralatan tersebut akan membantu mempercepat proses pengolahan kopi sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksi.
Tim juga menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) pada setiap tahapan produksi. SOP akan membantu anggota menjalankan proses kerja secara lebih terstruktur, menjaga mutu kopi tetap konsisten, dan mengurangi kesalahan selama proses pengolahan.
Digitalisasi Jadi Penguat Pengelolaan Usaha
Selain meningkatkan produksi, tim PKM juga menyiapkan penguatan pada aspek manajemen usaha. Tim mengembangkan WINTIRA-FIN, sebuah aplikasi yang membantu kelompok mencatat pemasukan, pengeluaran, arus kas, dan laporan keuangan secara digital.
Melalui sistem tersebut, anggota kelompok dapat mengelola keuangan dengan lebih rapi dan akurat. Data yang tersusun dengan baik juga akan memudahkan pengurus mengambil keputusan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.
Tim juga merancang pelatihan pemasaran digital dan pendampingan pengembangan kemasan produk. Program tersebut bertujuan memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan daya tarik kopi lokal Wintira Coffee di pasar yang semakin kompetitif.
Mahasiswa Belajar Langsung di Tengah Masyarakat
Kegiatan FGD tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa. Mereka memperoleh pengalaman langsung dalam mendampingi masyarakat dan mempelajari proses penyusunan program pemberdayaan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut juga memperkuat kemampuan mereka dalam bekerja sama, menganalisis masalah, dan menyusun solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kolaborasi Kampus dan UMKM Perkuat Ekonomi Lokal
Program ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. UBSI berharap Wintira Coffee mampu meningkatkan kualitas produksi, memperkuat pengelolaan usaha, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, Wintira Coffee diharapkan dapat berkembang menjadi UMKM kopi yang lebih profesional, berdaya saing, dan mampu menghadapi tantangan industri di era digital.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Rifa Fitriyani

