Wintira Coffee Mulai Digitalisasi Keuangan untuk Perkuat Pengelolaan Usaha
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Langkah Baru Wintira Coffee, Digitalisasi Keuangan Dorong Usaha Lebih Efisien | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Digital dengan Aplikasi bersama pengelola Wintira Coffee pada 4 Juli 2026 di Wintira Coffee. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program “Transformasi Usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui Penguatan Pascapanen Lanjutan dan Digitalisasi Manajemen untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk.”
Pelatihan diikuti oleh tujuh pengelola kopi. Dalam kegiatan tersebut, tim PKM yang terdiri atas Yusti Farlina selaku ketua pelaksana, Rusli Nugraha dan Rizal Amegia Saputra sebagai anggota, memimpin pelatihan. Selain itu, dua mahasiswa, Rifa Fitriyani dan Nur Hidayat SuharIan, turut mendukung pelaksanaan program.
Kenalkan Pengelolaan Keuangan Berbasis Aplikasi
Rizal Amegia Saputra menjadi pemateri dalam pelatihan pengelolaan keuangan digital. Dalam sesi tersebut, ia memperkenalkan cara menggunakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu Wintira Coffee menata administrasi dan keuangan usaha.
Selanjutnya, pelatihan membahas proses login hingga berbagai fitur utama dalam aplikasi. Pada halaman dashboard, peserta dapat melihat ringkasan metrik utama atau Key Performance Indicator (KPI), grafik visual, serta tabel data untuk memantau kinerja usaha.

Tim PKM menjelaskan penggunaan aplikasi pengelolaan keuangan digital kepada pengelola Wintira Coffee | Doc. Istimewa
Selain itu, tim menjelaskan sejumlah menu pengelolaan data. Menu tersebut mencakup data pengurus, data produk, data petani, data pelanggan, dan data pembelian.
Kemudian, aplikasi menyediakan fitur kas masuk, kas keluar, dan laporan. Dengan fitur tersebut, pengelola dapat mencatat transaksi dan menyusun informasi keuangan secara lebih terstruktur.
Digitalisasi Jawab Kendala Pencatatan Keuangan
Sebelumnya, Wintira Coffee menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan. Pencatatan usaha belum terbukukan dengan baik. Akibatnya, pengelola dapat kesulitan memantau pemasukan, pengeluaran, serta perkembangan usaha.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim PKM UBSI memberikan cara yang lebih praktis melalui sistem digital. Selain itu, mitra dapat menyimpan dan mengelola data keuangan dengan lebih mudah. Informasi yang tercatat juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan usaha.
Tidak hanya itu, pengelola juga mengenal berbagai fitur aplikasi. Mereka memahami fungsi setiap menu untuk mendukung aktivitas usaha sehari-hari. Dengan demikian, pengelola dapat menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan Wintira Coffee.
Mitra Apresiasi Pelatihan Pengelolaan Keuangan
Kang Pepen, salah satu pengelola Wintira Coffee, mengapresiasi pelatihan dari tim PKM UBSI. Menurutnya, aplikasi tersebut membantu Wintira Coffee memperbaiki pengelolaan keuangan usaha.
“Terima kasih kepada tim PKM UBSI yang sudah membantu kami. Aplikasi ini sangat membantu karena pencatatan keuangan kami sebelumnya belum tertata dengan baik,” ujar Pepen Setiawan.
Lebih lanjut, pelatihan ini menjadi langkah awal bagi Wintira Coffee untuk membangun kebiasaan pencatatan keuangan yang lebih tertib. Dengan demikian, pengelola dapat memanfaatkan data untuk melihat kondisi usaha dan menentukan langkah pengembangan secara lebih terarah.
Digitalisasi Perkuat Manajemen Wintira Coffee
Sementara itu, penggunaan aplikasi menjadi bagian dari upaya tim PKM UBSI memperkuat aspek manajemen dalam pengembangan Wintira Coffee. Digitalisasi membantu kelompok mengelola berbagai data usaha dalam satu sistem. Selain itu, sistem tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.
Melalui program ini, tim PKM UBSI berharap Wintira Coffee mampu menerapkan pengelolaan keuangan secara konsisten. Pada akhirnya, langkah tersebut dapat mendukung pengembangan usaha kopi lokal yang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari program tersebut, kegiatan ini memperoleh dukungan melalui hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Oleh karena itu, program ini turut menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Anita Rahmawati
