UBSI Kenalkan Metode “Reading English for Fun” kepada Siswa Sanggar Bimbingan Kuala Lumpur
- account_circle Aulia Akhira
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

UBSI Kenalkan Metode "Reading English for Fun" kepada Siswa Sanggar Bimbingan Kuala Lumpur | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Kuala Lumpur – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperluas kontribusinya dalam bidang pendidikan melalui kegiatan pengabdian masyarakat internasional. Kali ini, UBSI menghadirkan program edukasi bahasa Inggris di Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa (3/11).
Melalui kegiatan International Community Service, UBSI mengajak peserta didik dari jenjang TK hingga SMA untuk mengenal bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Program ini mengangkat tema “Reading English for Fun” sebagai upaya menumbuhkan minat membaca sekaligus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris anak-anak.
Dosen Program Studi Sastra Inggris UBSI, Dr. Cicih Nuraeni, hadir sebagai pembicara utama. Ia mengajak para siswa memahami pentingnya kemampuan bahasa Inggris sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.
Reading English for Fun Bangun Minat Belajar Bahasa Inggris
Dr. Cicih menjelaskan bahwa generasi muda perlu menguasai bahasa Inggris untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan komunikasi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa proses belajar bahasa asing tidak harus terasa sulit atau membosankan.
“Bisa bahasa Inggris menjadi modal yang sangat penting. Anak-anak sekarang harus bisa berbahasa Inggris, dan belajar maupun membaca bacaan bahasa Inggris itu menyenangkan,” katanya, dalam keterangan rilis, Jumat (6/10).
Melalui pendekatan Reading English for Fun, siswa mengenal bahasa Inggris lewat kegiatan membaca yang santai dan interaktif. Metode ini mengajak peserta menikmati cerita tanpa tekanan ujian maupun tuntutan menghafal aturan tata bahasa (grammar).
Selain itu, kegiatan membaca membantu anak-anak mengenali kosakata baru melalui konteks cerita. Dengan demikian, mereka dapat memperkaya perbendaharaan kata sekaligus membangun ketertarikan terhadap bacaan berbahasa Inggris.
“Lewat cara ini, siswa dapat menikmati jalan cerita sekaligus menyerap kosakata baru secara natural,” tegasnya.
Dosen dan Mahasiswa UBSI Terlibat dalam Kegiatan Internasional
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Cicih mendapat dukungan dari dua dosen UBSI, yaitu Andrian Eko Widodo dan Anastasia Siwi Fatma Utami. Keduanya turut mendukung kelancaran program edukasi bagi para peserta.
UBSI juga melibatkan lima mahasiswa dari berbagai program studi. Mereka terdiri atas Dina Zhafarina dari Program Studi Manajemen, Syifa Khoerunisa dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Rahmad Ramdani dan Tiaramadhanis dari Program Studi Akuntansi, serta Kevin Krisna Bangkit dari Program Studi Sastra Inggris.
Keterlibatan para mahasiswa membantu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih akrab. Mereka juga berinteraksi langsung dengan peserta selama kegiatan berlangsung.
Dorong Kepercayaan Diri Siswa dalam Berbahasa Inggris
Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran. Pendekatan santai dan interaktif membantu anak-anak menikmati proses membaca sekaligus mengenal bahasa Inggris melalui pengalaman yang menyenangkan.
Dr. Cicih berharap metode tersebut dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris. Ia juga ingin anak-anak membangun kebiasaan membaca sebagai bagian dari proses pengembangan kemampuan diri.
Melalui International Community Service ini, UBSI menunjukkan komitmennya dalam memperluas kontribusi pendidikan hingga tingkat internasional. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
- Penulis: Aulia Akhira
