Putar Panen Bawa Mahasiswa UBSI Juara 1 UI/UX Design
- account_circle Ozi
- calendar_month 21 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tiga mahasiswa UBSI dengan inovasi Putar Panen. | Sumber: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Jakarta – Masyarakat kerap menganggap limbah hasil panen sebagai sisa yang tidak lagi bernilai. Namun, tiga mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melihat persoalan itu dari sudut berbeda. Mereka mengembangkan aplikasi Putar Panen sebagai solusi digital untuk memanfaatkan limbah hasil panen.
Gagasan tersebut membawa Alexa Cindy Safara Anasrullah, Grace Tiur Emaida Simanungkalit, dan Kamila Zulfa Indika Lu’lui meraih Juara 1 UI/UX Design pada ajang UX Day 2026. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menyelenggarakan kompetisi tersebut. Ketiganya merancang Putar Panen untuk membantu petani memanfaatkan hasil dan limbah panen secara lebih optimal. Aplikasi ini juga mengangkat konsep ekonomi sirkular di tingkat desa.
Putar Panen tidak hanya mengandalkan tampilan aplikasi yang menarik. Tim mengangkat persoalan sektor pertanian sebagai dasar dalam merancang pengalaman pengguna. Mereka menghubungkan kebutuhan tersebut dengan pendekatan teknologi dan memasukkan Artificial Intelligence (AI) ke dalam salah satu fitur. Teknologi ini mendukung proses detection terhadap hasil panen.
Ketika UI/UX Bertemu Persoalan Pertanian
Kamila, selaku ketua tim, mengatakan gagasan Putar Panen muncul dari keinginan untuk menghadirkan solusi digital yang memiliki manfaat nyata. Menurutnya, desain aplikasi perlu menjawab kebutuhan calon pengguna.
“Kami ingin Putar Panen tidak berhenti sebagai sebuah desain aplikasi, tetapi dapat menjadi gambaran solusi yang bisa membantu petani memanfaatkan hasil dan limbah panen secara lebih optimal. Penggunaan AI juga kami kembangkan untuk mendukung proses identifikasi hasil panen sehingga aplikasi memiliki fungsi yang lebih relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Kamila dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).
Gagasan Putar Panen juga berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan. Tim menghubungkannya dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur.
Kompetisi UI/UX kemudian menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat fungsi desain secara lebih luas. Desain produk digital tidak hanya berkaitan dengan tampilan aplikasi. Desain juga perlu memahami persoalan pengguna dan menyederhanakan kebutuhan yang kompleks.
Melewati Tahapan Kompetisi
Tim UBSI melewati beberapa tahapan sebelum meraih Juara 1. Sebanyak 11 tim mengikuti tahap final pada 21–23 September 2026. Setelah itu, peserta memasuki babak penentuan Juara 1, 2, dan 3 pada 24 September 2026.
Dosen pendamping tim, Andriansah, mengapresiasi mahasiswa UBSI yang menjalani seluruh proses kompetisi. Ia menilai mahasiswa tidak hanya mengembangkan desain, tetapi juga mempelajari masalah yang ingin mereka selesaikan.
“Yang menjadi nilai penting dari capaian ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses mahasiswa dalam mengembangkan ide, memahami kebutuhan pengguna, menyusun solusi, hingga mempresentasikan produk mereka. Putar Panen menunjukkan bahwa kemampuan UI/UX dapat dikembangkan untuk menjawab persoalan yang dekat dengan masyarakat,” ujar Andriansah dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).
Proses tersebut menunjukkan penerapan kompetensi UI/UX dalam menghadapi persoalan nyata. Tim menerjemahkan masalah menjadi kebutuhan pengguna. Mereka kemudian menyusun alur solusi dan merancang pengalaman pengguna.
Tim juga harus mempertanggungjawabkan gagasan tersebut di hadapan juri. Tahapan itu membuat mahasiswa dapat menguji kemampuan desain sekaligus kemampuan memecahkan masalah.
Kreativitas dan Teknologi untuk Menjawab Kebutuhan Pengguna
Kaprodi Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menilai capaian tersebut menunjukkan perkembangan kompetensi mahasiswa. Ia melihat perpaduan kemampuan akademik, kreativitas, dan pemecahan masalah sebagai bagian penting dalam proses tersebut.
Menurutnya, kompetisi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan. Mahasiswa juga dapat melihat penerapan pengetahuan dari perkuliahan dalam sebuah rancangan yang memiliki nilai manfaat.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa Sistem Informasi untuk terus mengembangkan kemampuan, tidak hanya dalam aspek teknologi, tetapi juga dalam memahami kebutuhan pengguna dan menciptakan solusi yang memberikan dampak. Kami berharap capaian ini dapat mendorong mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai kompetisi dan mengembangkan inovasi sesuai bidangnya,” ujar Sriyadi dalam keterangan rilis yang diterima Selasa (29/9).
Capaian Tim Putar Panen menunjukkan bahwa inovasi digital dapat berangkat dari persoalan yang dekat dengan masyarakat. Tim melihat limbah hasil panen sebagai peluang untuk mengembangkan sebuah gagasan digital.
Melalui Putar Panen, Alexa, Grace, dan Kamila menghubungkan petani, teknologi, keberlanjutan, dan ekonomi sirkular dalam satu konsep aplikasi.
Bagi ketiganya, Juara 1 UI/UX Design UX Day 2026 tidak hanya menjadi pencapaian dalam kompetisi. Pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa kemampuan merancang pengalaman pengguna dapat membantu melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.
Mereka kemudian mengubah persoalan tersebut menjadi gagasan digital yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
- Penulis: Ozi
- Editor: Ardila Khaylila
