Dari Modeling hingga Puteri Indonesia, Papat Kini Mantapkan Langkah di Bangku Kuliah
- account_circle Anita Rahmawati
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bukan Cuma Gelar Puteri Indonesia, Papat Juga Kejar Pendidikan di UBSI | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Bekasi – Gelar Puteri Indonesia bukan sesuatu yang sejak kecil menjadi impian Ananda Papat Oktariza. Perempuan keturunan Jawa yang tumbuh dan menetap di Palembang tersebut justru pernah menjalani masa kecil dengan karakter tomboi.
Perjalanan Papat kemudian berubah ketika ia mulai mengenal dunia modeling. Dari sana, ia mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai hal baru hingga akhirnya berhasil meraih gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.
Pengalaman tersebut membuat Papat percaya bahwa peluang dapat muncul ketika seseorang berani mencoba dan tidak takut keluar dari zona nyaman.
Berawal dari Modeling hingga Menjadi Puteri Indonesia
Papat mulai memasuki dunia modeling pada 2021. Ia bergabung dengan salah satu agensi lokal dan perlahan mengenal lebih jauh industri yang kemudian membawanya ke berbagai ajang pageant.
Salah satu pengalaman awalnya datang ketika ia mengikuti pemilihan Duta Budaya di Kota Palembang. Saat itu, Papat belum berhasil meraih gelar juara. Meski begitu, hasil tersebut tidak membuatnya berhenti mengejar pengalaman baru.
Pada 2023, ia kembali mencoba peruntungannya melalui pemilihan daerah Puteri Indonesia. Kali ini, Papat berhasil meraih posisi juara tiga. Namun, pencapaian tersebut belum membawanya melaju ke tingkat nasional.
Kesempatan yang ia tunggu akhirnya datang pada 2024. Karena daerahnya tidak menggelar pageant pada saat itu, Papat mengikuti audisi pusat di Jakarta.
Ia kemudian memilih mewakili Sumatera Selatan, wilayah yang sudah lama ia kenal dan memiliki akses yang cukup dekat dengan Jakarta. Perjalanan tersebut akhirnya membawanya meraih gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.
Memilih Kembali Menjadi Mahasiswa
Di tengah kesibukannya membangun karier, Papat memutuskan untuk kembali menempuh pendidikan tinggi di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif.
Menurut Papat, pendidikan tetap memiliki peran penting dalam mempersiapkan masa depan. Ia meyakini bahwa seseorang selalu memiliki ruang untuk menambah pengetahuan dan mengembangkan kemampuan.
Keputusan tersebut juga membuat Papat harus meninggalkan pekerjaannya di Palembang. Ia memilih mengundurkan diri dan kembali membangun karier dari awal.
Saat ini, Papat menjalani berbagai pekerjaan freelance, mulai dari fashion show, modeling, content creator, hingga endorsement. Ia menjalankan berbagai aktivitas tersebut sambil menyandang status sebagai mahasiswa.
Agar pendidikan dan pekerjaan tetap berjalan beriringan, Papat memilih mengikuti kelas reguler malam. Pilihan tersebut membuatnya dapat menjalankan pekerjaan dari pagi hingga sore sebelum mengikuti kegiatan perkuliahan pada malam hari.
Bagi Papat, kuliah menjadi salah satu langkah untuk terus berkembang.
“Kuliah tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan pendidikan formal, tetapi juga menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, membangun karier, sekaligus memperluas relasi,” kata Papat kepada media.
Puteri Indonesia yang Menjalani Kehidupan Kampus Seperti Mahasiswa Lain
Ada pengalaman unik yang Papat alami ketika pertama kali menjalani kehidupan sebagai mahasiswa baru. Teman-teman sekelasnya ternyata belum mengetahui bahwa ia merupakan Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024.
Bahkan, ketika seorang teman bertanya apakah Papat mengikuti kegiatan orientasi mahasiswa atau ORMIK, ia sempat mengatakan bahwa dirinya sedang sakit.
Identitas Papat akhirnya diketahui setelah beberapa waktu. Setelah wawancara berlangsung, sejumlah mahasiswa baru bahkan langsung menghubunginya melalui pesan untuk menyapa dan berkenalan.
Papat justru menanggapi pengalaman tersebut dengan santai. Baginya, kejadian itu menjadi cerita menarik tentang bagaimana ia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tanpa menjadikan gelar yang dimilikinya sebagai pusat perhatian.
“Pengalaman tersebut justru menjadi cerita tersendiri tentang bagaimana aku menjalani kehidupan sebagai mahasiswa tanpa harus menjadikan gelar yang dimilikinya sebagai pusat perhatian,” ujarnya.
Beri Apresiasi untuk Pelayanan UBSI
Selain mengikuti kegiatan akademik, Papat juga merasakan pengalaman positif selama berada di lingkungan UBSI. Salah satunya ketika ia menginap di Wisma BSI saat mengikuti Seminar Motivasi (SEMOT) 2026.
Papat mengapresiasi perhatian yang diberikan pihak kampus. Menurutnya, pelayanan tersebut terlihat dari berbagai hal, mulai dari persiapan kamar hingga perhatian terhadap menu makan malam dan sarapan yang sudah tersedia sejak pagi.
Hal-hal sederhana tersebut membuat Papat merasa nyaman selama berada di lingkungan kampus. Ia bahkan memberikan nilai 10/10 untuk pelayanan dan perlakuan yang ia terima dari pihak UBSI.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Papat dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa sekaligus membangun kembali kariernya.
Papat Ajak Mahasiswa Baru Berani Mencoba
Perjalanan Papat dari seorang anak yang pernah memiliki karakter tomboi, kemudian mengenal modeling, mengikuti berbagai kompetisi, hingga meraih gelar Puteri Indonesia Sumatera Selatan 2024 memberikan banyak pengalaman.
Dari perjalanan tersebut, Papat menyampaikan pesan kepada mahasiswa baru UBSI agar tidak takut mencoba berbagai hal.
Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti sebelum seseorang mencoba. Seseorang justru tidak akan mengetahui bagaimana rasanya gagal jika tidak pernah berani mengambil kesempatan.
Pesan tersebut sejalan dengan perjalanan yang Papat alami. Gelar Puteri Indonesia tidak datang dalam satu kesempatan. Ia melewati kegagalan, mencoba kembali, mengubah arah, hingga berani meninggalkan pekerjaan dan membangun karier dari awal.
Karena itu, Papat melihat masa menjadi mahasiswa baru UBSI sebagai kesempatan untuk mencoba lebih banyak hal.
“Tidak harus selalu langsung berhasil, tetapi setidaknya berani mengambil langkah pertama dan belajar dari setiap pengalaman yang datang,” tutupnya.
- Penulis: Anita Rahmawati
