NGOBRAS “Suara Pengurus Muda” Bahas Komunikasi dan Evaluasi Organisasi
- account_circle Devina Fitri Awalia
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

HIMASI Gelar NGOBRAS “Suara Pengurus Muda”, Bahas Komunikasi hingga Pembagian Kerja | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi menggelar NGOBRAS (Ngobrol Bareng Aspirasi) bertajuk “Suara Pengurus Muda” pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di GWK tersebut menjadi ruang diskusi bagi pengurus untuk menyampaikan berbagai pandangan, pengalaman, serta evaluasi selama menjalankan aktivitas organisasi.
Forum NGOBRAS hadir sebagai wadah komunikasi yang mendorong pengurus untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Sejumlah persoalan internal menjadi bahan pembahasan, mulai dari komunikasi dan kejelasan instruksi, pembagian kerja, pelaksanaan evaluasi kegiatan, pembinaan pengurus, hingga penguatan rasa memiliki terhadap organisasi.
Perkuat Komunikasi dan Pemahaman Program Kerja
Salah satu pembahasan utama berkaitan dengan komunikasi dan pemahaman terhadap program kerja. Dalam forum tersebut, muncul pandangan bahwa sebagian anggota dan kepala bidang masih membutuhkan penjelasan yang lebih terarah mengenai empat pilar program kerja, yaitu publikasi atau integrasi, promosi, edukasi, dan interaksi. Kondisi tersebut perlu pengurus atasi melalui komunikasi yang lebih aktif pada berbagai tingkatan.

Buka Ruang Aspirasi, NGOBRAS “Suara Pengurus Muda” Bahas Pembenahan Organisasi | Doc. Istimewa
Forum juga mendorong pengurus untuk tidak ragu menyampaikan pertanyaan ketika mereka belum memahami instruksi. Komunikasi dua arah penting agar setiap anggota memahami tujuan, alur kerja, serta ekspektasi dari setiap program yang mereka jalankan.
Dorong Evaluasi yang Lebih Solutif
Pada aspek departemen media, peserta turut mengevaluasi proses pengerjaan desain dan pola pemberian arahan. Perubahan desain yang dilakukan setelah proses pengerjaan menjadi salah satu hal yang dibahas. Forum mendorong adanya komunikasi dan klarifikasi yang lebih terbuka antara pihak yang memberikan arahan dan anggota yang mengerjakan tugas, sehingga proses kerja dapat berlangsung lebih efektif serta menghindari kesalahpahaman.
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dan rapat juga menjadi perhatian. Peserta menilai bahwa waktu serta metode evaluasi perlu diperhatikan agar tidak mengurangi efektivitas pembahasan. Dalam forum, muncul dorongan agar evaluasi lebih berorientasi pada solusi dan perbaikan teknis. Sementara itu, pengurus perlu menyampaikan teguran personal secara bijaksana agar anggota tetap merasa nyaman.
Perkuat Pembinaan dan Rasa Memiliki
Pembahasan selanjutnya menyentuh pembinaan pengurus dan penempatan anggota. Pengurus menilai bahwa proses penempatan perlu mempertimbangkan minat, potensi, serta ruang pengembangan diri setiap anggota. Pengurus inti juga perlu memberikan pendampingan dan mentorship secara berkelanjutan kepada departemen yang masih membutuhkan penguatan.
Selain itu, NGOBRAS menyoroti pentingnya membangun sense of belonging di lingkungan HIMASI. Hubungan kekeluargaan dinilai tidak hanya perlu dibangun ketika terdapat program kerja, tetapi juga melalui ruang interaksi yang lebih santai dan rutin. Forum diskusi informal dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga kedekatan, keterbukaan, dan keselarasan antaranggota hingga akhir masa kepengurusan.
Atur Pembagian Beban Kerja
Persoalan pembagian beban kerja turut menjadi bagian dari evaluasi. Peserta menilai perlunya pembagian job desk yang lebih rinci serta pengawasan dari kepala departemen agar tanggung jawab dapat didistribusikan secara proporsional. Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan tidak terjadi penumpukan pekerjaan pada anggota tertentu.
Perjelas Koordinasi PJ dan Panitia
Terakhir, forum membahas alur koordinasi Penanggung Jawab (PJ) kegiatan dengan panitia lapangan. Kejelasan alur komunikasi dan batas kewenangan penting untuk mencegah kesalahpahaman selama kegiatan berlangsung. Karena itu, panitia perlu melakukan briefing secara lebih matang sebelum hari pelaksanaan untuk meningkatkan kesiapan.
Melalui NGOBRAS “Suara Pengurus Muda”, HIMASI tidak hanya membuka ruang untuk menyampaikan kritik, tetapi juga mendorong terciptanya budaya organisasi yang lebih komunikatif, terbuka, dan solutif. Berbagai masukan yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki pola komunikasi, koordinasi, pembinaan, dan pembagian tanggung jawab.
Forum ini menjadi pengingat bahwa organisasi dapat berkembang ketika setiap anggotanya memiliki ruang untuk didengar dan berani menyampaikan gagasan. Dengan menjadikan aspirasi sebagai bahan perbaikan, HIMASI dapat membangun lingkungan organisasi yang lebih sehat, solid, serta memberi ruang berkembang bagi seluruh pengurus.
- Penulis: Devina Fitri Awalia
- Editor: Anita Rahmawati
