Overthinking Karier Mahasiswa, Ini Cara Mengatasinya
- account_circle Hana Fauziah
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Overthinking Karier Mahasiswa, Ini Cara Mengatasinya | Sumber: tv.unas.ac.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Overthinking karier mahasiswa semakin sering muncul di tengah persaingan dunia kerja yang terus berkembang. Banyak mahasiswa mulai memikirkan masa depan bahkan sebelum lulus kuliah. Pikiran seperti “Bagaimana kalau sulit mendapat pekerjaan?”, “Apakah kemampuan saya sudah cukup?”, atau “Bagaimana jika teman-teman lebih sukses?” kerap muncul dan mengganggu waktu istirahat maupun aktivitas sehari-hari.
Perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, hingga derasnya informasi di media sosial sering membuat mahasiswa membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, mereka menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan berbagai kemungkinan buruk tanpa benar-benar mengambil langkah nyata. Padahal, mengambil langkah kecil secara konsisten jauh lebih bermanfaat daripada terus memelihara rasa cemas.
Penyebab Overthinking Karier Mahasiswa Semakin Meningkat

Penyebab Overthinking Karier Mahasiswa Semakin Meningkat | Sumber: Google inaba.ac.id
Banyak mahasiswa mengalami overthinking karena terlalu fokus pada hasil akhir, tetapi belum memiliki rencana yang jelas. Mereka membayangkan berbagai tantangan setelah lulus tanpa mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Selain itu, munculnya teknologi baru seperti artificial intelligence (AI), persaingan kerja yang semakin ketat, serta tuntutan pengalaman kerja juga ikut memicu rasa khawatir.
Di sisi lain, kebiasaan membandingkan pencapaian dengan teman melalui media sosial membuat kecemasan semakin bertambah. Mahasiswa akhirnya lebih banyak memikirkan skenario terburuk daripada mengembangkan kemampuan yang sebenarnya dapat meningkatkan peluang karier mereka.
Bangun Langkah Nyata daripada Terus Overthinking
Mahasiswa dapat mengurangi overthinking dengan mulai mengambil tindakan sederhana. Misalnya, mereka dapat memperbarui CV, menyusun portofolio, mengikuti pelatihan, memperluas relasi, atau mencari pengalaman melalui organisasi dan magang. Langkah kecil tersebut membantu meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Selain itu, mahasiswa perlu membatasi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Sebaliknya, mereka dapat fokus belajar dan mengembangkan kompetensi sesuai minat karier. Dengan cara tersebut, mereka membangun kepercayaan diri karena setiap langkah yang mereka ambil membawa kemajuan yang nyata.
BCC UBSI Bantu Persiapkan Karier Sejak Kuliah
Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi tidak perlu menghadapi kecemasan karier sendirian. BSI Career Center (BCC) UBSI hadir sebagai pusat pengembangan karier yang membantu mahasiswa mempersiapkan diri sebelum memasuki dunia kerja.
Melalui berbagai program seperti CV Review, mock interview, konsultasi karier, bimbingan penyusunan portofolio, hingga informasi magang dan lowongan kerja, BCC UBSI mendorong mahasiswa mengubah rasa cemas menjadi aksi yang lebih produktif. Dengan pendampingan tersebut, mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membangun rasa percaya diri saat memasuki dunia profesional.
Daripada terus memikirkan berbagai kemungkinan yang belum tentu terjadi, mahasiswa sebaiknya mulai mengambil langkah nyata sejak sekarang. Mahasiswa dapat memanfaatkan masa kuliah sebagai bekal penting untuk menghadapi dunia kerja. Bersama BCC UBSI, mahasiswa dapat mengubah overthinking menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih karier yang lebih terarah.
- Penulis: Hana Fauziah
- Editor: Salsabila Adzani
