Di Balik Kemenangan Argentina atas Inggris, Banner Las Malvinas Memantik Polemik
- account_circle Rizky Akbar
- calendar_month 2 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banner 'Las Malvinas' Picu Polemik, FIFA Tinjau Selebrasi Pemain Argentina | Sumber: Instagram @pibesdelfutbol
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com – Kemenangan Timnas Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya mengantarkan La Albiceleste ke partai final, tetapi juga memicu kontroversi di luar lapangan. Sejumlah pemain Argentina membentangkan banner bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas” atau “Kepulauan Malvinas adalah milik Argentina” saat merayakan kemenangan, sehingga kembali memunculkan sengketa lama antara Argentina dan Inggris terkait Kepulauan Falkland (Las Malvinas).
Banner tersebut terlihat dipegang oleh beberapa pemain, termasuk Lisandro Martínez dan Giovani Lo Celso, setelah Argentina memastikan kemenangan 2-1 atas Inggris. Aksi itu menuai beragam reaksi karena FIFA melarang penyampaian pesan politik dalam pertandingan maupun seremoni resmi turnamen.
Pemerintah Inggris Desak FIFA Bertindak
Pemerintah Inggris mengecam aksi tersebut dan meminta FIFA melakukan penyelidikan. Menteri Bisnis Inggris, Peter Kyle, menilai olahraga seharusnya tidak menjadi sarana untuk menyampaikan pesan politik. Sejumlah politisi Inggris juga meminta FIFA memberikan sanksi apabila terbukti terjadi pelanggaran terhadap aturan organisasi tersebut.
FIFA hingga kini belum menjatuhkan sanksi. Namun, badan sepak bola dunia itu mengonfirmasi tengah meninjau laporan pertandingan untuk menentukan apakah tindakan para pemain Argentina melanggar kode disiplin yang melarang pesan politik, ideologi, maupun agama selama kompetisi berlangsung.
Simbol Sengketa yang Belum Usai

Sumber: Instagram @lafabrica.podcast
Tulisan “Las Malvinas son Argentinas” memiliki makna yang sangat kuat bagi masyarakat Argentina. Negara tersebut mengklaim Kepulauan Falkland—yang mereka sebut Las Malvinas—sebagai wilayahnya. Di sisi lain, Inggris tetap mempertahankan kedaulatannya atas kepulauan tersebut.
Perselisihan itu pernah memicu Perang Falkland pada 1982. Konflik bersenjata tersebut berlangsung selama sekitar 10 pekan dan berakhir dengan kemenangan Inggris. Meski demikian, Argentina hingga kini tetap mempertahankan klaim atas wilayah tersebut.
- Penulis: Rizky Akbar
