Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Perluasan Basis Pajak di Era Digital: Membangun Ketahanan Fiskal Melalui Kepercayaan Masyarakat

Perluasan Basis Pajak di Era Digital: Membangun Ketahanan Fiskal Melalui Kepercayaan Masyarakat

  • account_circle Salsabila Adzani
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Ketidakpastian ekonomi global terus menghadirkan tantangan bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Perubahan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, serta perkembangan teknologi digital yang berlangsung sangat cepat menuntut pemerintah untuk menjaga ketahanan fiskal secara berkelanjutan. Dengan kondisi tersebut, pajak tetap menjadi sumber penerimaan utama yang menopang pembangunan nasional, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga berbagai program perlindungan sosial.

Pada tahun 2025, penerimaan perpajakan Indonesia mencapai lebih dari Rp2.217 triliun. Angka tersebut menunjukkan peran penting pajak dalam menjaga keberlangsungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, perubahan struktur ekonomi menuntut pemerintah untuk tidak hanya bergantung pada sumber penerimaan yang sudah ada. Pemerintah perlu memperluas basis pajak agar mampu menjaga stabilitas fiskal sekaligus menjawab tantangan ekonomi masa depan.

Tetapi, banyak pihak masih memandang perluasan basis pajak sebagai upaya pemerintah untuk menambah jumlah wajib pajak demi meningkatkan penerimaan negara. Padahal, makna perluasan basis pajak jauh lebih luas daripada sekadar menambah angka dalam database perpajakan. Di era digital, strategi ini juga berkaitan dengan bagaimana negara mampu membangun kepercayaan masyarakat, menciptakan rasa keadilan, dan menghadirkan layanan yang mudah diakses.

Tanpa kepercayaan masyarakat, kebijakan perpajakan yang baik sekalipun berpotensi menghadapi penolakan. Sebaliknya, ketika masyarakat memahami manfaat pajak dan merasakan pelayanan yang memadai, kepatuhan dapat tumbuh secara sukarela. Di sinilah pentingnya melihat perluasan basis pajak bukan hanya sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan yang sehat antara negara dan warga negara.

Kepercayaan Masyarakat Menjadi Kunci

Pemerintah dapat menyusun berbagai kebijakan perpajakan yang baik, tetapi masyarakat tetap memegang peran penting dalam menentukan keberhasilannya. Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang menganggap pajak sebagai beban tambahan. Sebagian dari mereka belum melihat secara langsung hubungan antara pajak yang mereka bayarkan dengan manfaat yang mereka rasakan.

Kondisi tersebut sering memunculkan keraguan terhadap berbagai kebijakan perpajakan baru. Akibatnya, sebagian masyarakat menunjukkan sikap kurang antusias ketika pemerintah memperkenalkan program perluasan basis pajak. Situasi ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu membangun kepercayaan publik secara konsisten.

Pemerintah dapat memperkuat kepercayaan tersebut melalui transparansi. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana negara memanfaatkan pajak untuk membangun jalan, sekolah, rumah sakit, sarana transportasi, serta berbagai program kesejahteraan. Ketika masyarakat memahami manfaat yang hadir dari pajak, mereka akan lebih mudah menerima kewajiban perpajakan sebagai bentuk kontribusi bersama.

Selain itu, kualitas pelayanan juga memegang peranan penting. Masyarakat saat ini menginginkan layanan yang cepat, sederhana, dan mudah diakses. Oleh karena itu, otoritas pajak perlu menghadirkan sistem pelayanan yang ramah dan efisien agar masyarakat merasa nyaman saat menjalankan kewajiban perpajakan.

Ekonomi Digital Membuka Peluang Baru

Perkembangan ekonomi digital menghadirkan peluang besar bagi perluasan basis pajak. Aktivitas ekonomi saat ini tidak lagi hanya berlangsung secara konvensional, tetapi juga tumbuh pesat melalui berbagai platform digital. Perdagangan daring, jasa kreatif, pemasaran digital, hingga profesi seperti content creator dan influencer kini menjadi bagian penting dari perekonomian nasional.

Laporan e-Conomy SEA menunjukkan bahwa nilai ekonomi digital Indonesia hampir mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun 2025. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi digital memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung penerimaan negara.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa sistem perpajakan mampu mengikuti perubahan tersebut. Salah satu contoh yang sempat menjadi perhatian publik adalah kebijakan terkait Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi content creator. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah mengakui profesi digital sebagai bagian dari aktivitas ekonomi yang memiliki nilai dan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Meski demikian, tidak sedikit content creator yang merasa khawatir terhadap kebijakan tersebut. Sebagian menganggap proses administrasi akan semakin rumit, sementara sebagian lainnya belum memahami manfaat kepemilikan NIB. Kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu mengutamakan edukasi dan komunikasi yang jelas dalam setiap kebijakan baru.

Pemerintah perlu menjelaskan tujuan kebijakan, manfaat yang akan diperoleh masyarakat, serta prosedur yang harus mereka lakukan. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat memahami substansi kebijakan tanpa terjebak pada berbagai persepsi yang keliru.

Keadilan dan Edukasi untuk Ketahanan Fiskal

Selain kepercayaan, pemerintah juga perlu mengedepankan prinsip keadilan dalam setiap kebijakan perpajakan. Masyarakat akan lebih mudah menerima kebijakan ketika mereka melihat bahwa sistem perpajakan berjalan secara proporsional dan memberikan perlakuan yang sama bagi setiap pihak sesuai kemampuan ekonominya.

Keadilan tidak berarti setiap orang membayar jumlah pajak yang sama. Sebaliknya, sistem yang adil menempatkan setiap wajib pajak sesuai kapasitas ekonomi yang mereka miliki. Ketika masyarakat melihat prinsip tersebut berjalan dengan baik, tingkat penerimaan terhadap kebijakan perpajakan akan meningkat.

Selanjutnya, edukasi pajak juga memegang peran yang sangat penting. Pemerintah perlu membangun literasi perpajakan sejak dini agar masyarakat memahami fungsi dan manfaat pajak bagi kehidupan bersama. Edukasi yang baik akan membantu masyarakat memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk partisipasi dalam pembangunan nasional.

Pada akhirnya, perluasan basis pajak di era digital tidak hanya bertujuan meningkatkan penerimaan negara. Strategi ini juga bertujuan membangun hubungan yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat. Melalui transparansi, keadilan, kemudahan layanan, serta edukasi yang berkelanjutan, pemerintah dapat meningkatkan kepercayaan publik dan mendorong kepatuhan pajak secara sukarela. Dengan fondasi tersebut, Indonesia dapat memperkuat ketahanan fiskal sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan di masa depan.

  • Penulis: Salsabila Adzani
  • Editor: Aulia Akhira Ramadhani

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atlet silat UBSI juara umum UNC 1 2025 dengan raihan tiga emas

    Atlet Silat UBSI Sabet Juara Umum UNC 1 2025, Bawa Pulang 3 Medali Emas

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Tangerang, Prestasi membanggakan kembali diraih atlet silat UBSI di ajang nasional. Dalam gelaran UNTARA National Championship (UNC) 1 2025, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses meraih gelar juara umum berkat torehan tiga medali emas, satu perak, dan enam perunggu. Ajang ini berlangsung pada (4–6/7) di Universitas Tangerang Raya (UNTARA), dan diikuti oleh 30 […]

  • pintu pintu surga

    Sinopsis Film “Pintu Pintu Surga”: Kisah Cinta, Keikhlasan, dan Ujian Hidup yang Menggetarkan Hati

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – “Pintu Pintu Surga” merupakan film drama religi yang menyajikan kisah menyentuh tentang perjuangan seorang ibu dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Cerita ini tidak hanya menyuguhkan drama emosional, tetapi juga menggambarkan konflik batin yang realistis. Film ini penuh makna dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Kisah dimulai dari sosok Latifah (Susan Sameh), seorang perempuan […]

  • Alamak

    Lagu “Alamak” Rizky Febian & Adrian Khalif Resmi Rilis Setelah Viral di TikTok

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Kolaborasi terbaru Rizky Febian dan Adrian Khalif berjudul “Alamak” akhirnya meluncur pada (3/10/205). Sebelum resmi hadir di platform musik digital, lagu ini sudah lebih dulu meledak di media sosial. Rizky dan Adrian memperkenalkan “Alamak” lewat sebuah penampilan live di Palembang, dan rekaman penampilan itu langsung menyebar di TikTok hingga menarik jutaan penonton. Hingga […]

  • Wujudkan Pemerintahan Desa yang Transparan, Bojongsawah Terapkan Sistem Arsip Digital untuk Laporan Kegiatan Desa | Doc: Istimewa

    Wujudkan Pemerintahan Desa yang Transparan, Bojongsawah Terapkan Sistem Arsip Digital untuk Laporan Kegiatan Desa

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Kemitraan Masyarakat Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Arsip Laporan Kegiatan Desa untuk Meningkatkan Transparansi dan Tertib Administrasi”. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11–12 Oktober 2025 di Aula Desa Bojongsawah, Kabupaten Sukabumi. Tim pelaksana memilih tema pengabdian ini berdasarkan hasil observasi […]

  • Stop Nunggu Lulus! Strategi Nyata Hadapi AI dan Bangun Karier Impian

    Stop Nunggu Lulus! Strategi Nyata Hadapi AI dan Bangun Karier Impian

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pernah merasa khawatir saat melihat perkembangan AI atau robot yang mulai menggantikan beberapa peran manusia di dunia kerja? Rasa khawatir itu sangat wajar. Sebagai mahasiswa, kita sering mempertanyakan apakah gelar yang sedang kita tempuh saat ini masih relevan ketika kita lulus nanti. Memang, tidak ada yang bisa memastikan jawabannya. Namun, kita tidak boleh […]

  • Jurusan Sistem Informasi

    Penting! Jangan Salah Pilih, Ini Alasan Jurusan Sistem Informasi Adalah Investasi Masa Depan Paling Menguntungkan!

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Era transformasi digital bergerak sangat masif saat ini. Pemilihan program studi bukan lagi sekadar urusan meraih gelar akademik. Ini adalah langkah strategis untuk menentukan posisi Anda di masa depan. Salah satu bidang yang menjadi tulang punggung industri global adalah Sistem Informasi. Sayangnya, masih banyak yang menganggap jurusan ini sebatas belajar komputer. Padahal, Sistem […]

expand_less