Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Tradisi Pawai Obor 1 Muharam, Warisan Budaya Penuh Makna

Tradisi Pawai Obor 1 Muharam, Warisan Budaya Penuh Makna

  • account_circle Vina Agustina
  • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Tradisi Pawai Obor selalu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam. Setiap tahun, masyarakat dari berbagai daerah menyambut pergantian tahun Hijriah dengan arak-arakan obor yang menghadirkan suasana religius, hangat, dan penuh kebersamaan.

Selain menjadi agenda yang masyarakat nantikan, Tradisi Pawai Obor juga menyimpan nilai budaya yang kuat. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan visual, tetapi juga memperkuat silaturahmi, semangat gotong royong, serta pesan hijrah yang relevan bagi seluruh generasi.

Baca Juga: Menyambut 1 Muharam, Keutamaan Bulan Suro dan Amalannya

Cahaya Obor sebagai Simbol Hijrah dan Harapan Baru

Obor yang menyala sepanjang malam membawa makna yang lebih dalam daripada sekadar penerang jalan. Cahaya api melambangkan semangat umat Islam untuk memulai perjalanan baru yang lebih baik pada tahun Hijriah yang baru.

Selain itu, masyarakat memaknai cahaya obor sebagai simbol petunjuk, harapan, dan tekad untuk meningkatkan kualitas iman. Oleh karena itu, banyak warga menjadikan momentum ini sebagai sarana refleksi diri sekaligus pengingat pentingnya perubahan menuju kehidupan yang lebih positif.

Tradisi Pawai Obor 1 Muharam | Sumber: Pinterest

Proses persiapan pawai juga menghadirkan nilai sosial yang kuat. Para pemuda, remaja masjid, dan warga saling bekerja sama menyiapkan obor serta mengatur jalannya kegiatan. Dengan demikian, semangat kebersamaan tumbuh semakin erat menjelang malam pergantian tahun Islam.

Keunikan Tradisi Pawai Obor di Berbagai Daerah

Tradisi Pawai Obor hadir dengan karakter yang berbeda pada setiap daerah. Keberagaman budaya dan kondisi lingkungan melahirkan berbagai bentuk perayaan yang unik, namun tetap mempertahankan nilai religius yang sama.

Pada wilayah pedesaan, warga biasanya menyiapkan obor bambu secara gotong royong sejak sore hari. Setelah malam tiba, ratusan peserta berjalan menyusuri jalan kampung sambil melantunkan salawat dan iringan rebana. Suasana sederhana tersebut justru menghadirkan kehangatan yang khas dan penuh makna.

Sementara itu, kawasan perkotaan menghadirkan pawai dengan konsep yang lebih besar. Panitia sering memadukan arak-arakan obor dengan mobil hias bernuansa Islami, pertunjukan hadroh, marawis, hingga berbagai atraksi seni religi lainnya. Karena itu, kegiatan ini sering menarik perhatian masyarakat luas dan menjadi bagian dari wisata religi tahunan.

Baca Juga: Gema Muharam 1445 H,  SD Bina Insani Bogor Kembali Gelar Khitanan Massal

Tradisi Pawai Obor Tetap Lestari di Era Digital

Perkembangan teknologi tidak mengurangi antusiasme masyarakat dalam menjaga Tradisi Pawai Obor. Sebaliknya, generasi muda memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan kegiatan serta mengajak lebih banyak masyarakat berpartisipasi.

Selain itu, remaja masjid dan komunitas pemuda terus berperan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkenalkan nilai budaya Islam kepada generasi berikutnya.

Melalui pawai obor, masyarakat tidak sekadar merayakan pergantian tahun Hijriah. Lebih jauh lagi, tradisi ini mengajarkan pentingnya persatuan, toleransi, gotong royong, dan semangat hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Karena alasan tersebut, Tradisi Pawai Obor tetap menjadi warisan budaya yang hidup dan terus menginspirasi masyarakat Indonesia dari generasi ke generasi.

  • Penulis: Vina Agustina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Workshop AI Gratis Siap Digelar, Ajarkan Cara Cepat Bikin Aplikasi Tanpa Coding

    Workshop AI Gratis Siap Digelar, Ajarkan Cara Cepat Bikin Aplikasi Tanpa Coding

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mengikuti perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat, Universitas BSI Sukabumi kembali menghadirkan inovasi melalui program edukatifnya. Kali ini, Universitas BSI Sukabumi akan menggelar Workshop AI bertajuk “30 Menit Membangun Aplikasi Tanpa Coding” pada Kamis (20/3) di Kampus A Universitas BSI Sukabumi, Jl. Cemerlang No.8, Sukakarya, Kota Sukabumi. Workshop ini menghadirkan Saeful […]

  • Hujan deras

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang Picu Longsor dan Kerusakan di Beberapa Titik di Kota Sukabumi

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Dilan
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Hujan deras disertai angin kencang mengguyur Kota Sukabumi pada Kamis (16/10) sore dan menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi. Belasan rumah mengalami kerusakan, beberapa pohon tumbang, serta satu titik longsor muncul akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi langsung meninjau lokasi terdampak di Kecamatan Gunungpuyuh dan Cikole […]

  • Anak Muda Sukabumi Bertumbuh Bersama Mentorship Pribumi

    Anak Muda Sukabumi Bertumbuh Bersama Mentorship Pribumi

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Mentorship PRIBUMI sukses digelar sebagai ruang tumbuh dan wadah kolaborasi anak muda Sukabumi. Kegiatan ini berlangsung pada (24/8) di Masjid Sejuta Pemuda mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB dengan dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang komunitas, organisasi, serta mahasiswa. Acara ini bukan hanya sekadar pertemuan, melainkan juga ajang untuk menyatukan […]

  • Waspadai Hepatitis Penyakit Hati yang Bisa Berujung Komplikasi Berat

    Waspadai Hepatitis Penyakit Hati yang Bisa Berujung Komplikasi Berat

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Lusi Mardiana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Hepatitis adalah peradangan pada hati (liver), organ penting yang membantu dalam proses metabolisme, penyaringan racun, dan produksi empedu. Penyakit ini bisa terjadi secara mendadak (akut) atau berlangsung lama (kronis), tergantung jenis dan penyebabnya. Penyebab Hepatitis Hepatitis bisa muncul karena berbagai faktor, antara lain: Virus, seperti hepatitis A, B, C, D, dan E. Konsumsi […]

  • PKM UBSI Rumuskan Strategi Pengembangan Wintira Coffee, Siapkan UMKM Kopi Lokal Naik Kelas | Doc: Istimewa

    PKM UBSI Rumuskan Strategi Pengembangan Wintira Coffee, Siapkan UMKM Kopi Lokal Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Sebagai langkah awal, tim PKM menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun strategi pemberdayaan bagi Wintira Coffee, kelompok tani kopi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (09/05) pukul 08.00–12.00 […]

  • creativ

    Creative Thinking Tumbuh dari Kebiasaan, Bukan Sekadar Bakat

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Neng Merly
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Banyak orang masih percaya hanya segelintir orang yang mampu berpikir kreatif. Mereka menganggap kreativitas sebagai bakat bawaan yang tidak bisa dipelajari. Padahal, anggapan itu keliru. Creative thinking justru berkembang karena kebiasaan yang terus kamu latih secara konsisten. Setiap orang memiliki peluang untuk mengembangkan kreativitas dalam keseharian. Saat menghadapi masalah, mencari solusi baru, atau […]

expand_less