Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dari Soekarno ke Generasi Z: Menjaga Api Kebangsaan

Dari Soekarno ke Generasi Z: Menjaga Api Kebangsaan

  • account_circle Neng Merly
  • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SukabumihitzSoekarno memandang pendidikan sebagai senjata utama untuk menumbuhkan cinta tanah air. Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia harus berdiri tegak di atas kaki sendiri tanpa kehilangan jati diri di tengah arus global. Menurutnya, sekolah tidak hanya tempat mengasah logika, tetapi juga ruang untuk menanamkan ideologi kebangsaan. Oleh karena itu, kurikulum pada masa awal kemerdekaan berfokus pada pembentukan karakter dan rasa kebersamaan.

Generasi Z dan Tantangan Pendidikan Modern

Generasi Z tumbuh dalam era yang sangat berbeda, di mana internet, media sosial, dan budaya global sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menimbulkan tantangan baru bagi nilai-nilai nasionalisme. Anak muda sering kali lebih familiar dengan budaya populer internasional daripada warisan budaya lokal. Namun, perubahan ini juga menghadirkan peluang. Dengan akses informasi yang luas, Generasi Z dapat mempelajari sejarah bangsa sekaligus membandingkannya dengan dinamika dunia.

Baca Juga :  Pendidikan Sebagai Senjata Terkuat: Warisan Kemerdekaan untuk Generasi Muda

Revitalisasi Nasionalisme di Era Digital

Pendidikan modern harus adaptif agar tetap relevan bagi Generasi Z. Guru, dosen, dan lembaga pendidikan dapat memanfaatkan teknologi dalam proses belajar. Misalnya, pembelajaran sejarah bisa disajikan melalui video interaktif, podcast, atau konten kreatif di media sosial. Dengan cara ini, nilai nasionalisme tidak diajarkan secara kaku, tetapi disampaikan melalui medium yang dekat dengan keseharian anak muda.

Selain itu, pendidikan juga harus mendorong kolaborasi lintas budaya. Generasi muda perlu memahami bahwa mencintai bangsa tidak berarti menutup diri dari dunia luar. Dengan membuka ruang dialog, mereka bisa memperkuat identitas nasional sekaligus bersaing di tingkat global.

Menghubungkan Masa Lalu dan Masa Depan

Perjalanan dari gagasan Soekarno hingga tantangan Generasi Z menunjukkan satu benang merah nasionalisme tetap relevan, meski cara menyampaikannya berubah. Dahulu, semangat kebangsaan hadir melalui pidato, buku, dan ruang kelas konvensional. Kini, nasionalisme bisa hidup melalui konten digital, gerakan sosial, hingga inovasi kreatif.

Pendidikan dan nasionalisme saling berkaitan dalam membangun masa depan bangsa. Soekarno meletakkan fondasi semangat kebangsaan melalui pendidikan, sementara Generasi Z bertugas memperbaruinya agar tetap hidup di era digital. Dengan pendekatan kreatif dan pemanfaatan teknologi, nasionalisme dapat tumbuh segar tanpa kehilangan akar sejarahnya.

Baca Juga : Literasi di Ujung Jari: E-Book Membuka Akses Literasi Gen Z

  • Penulis: Neng Merly

Rekomendasi Untuk Anda

  • Situmekar

    Karnaval Kostum Tradisional Warnai Perayaan Hari Jadi Kelurahan Situmekar ke-42

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Karnaval budaya Situmekar yang berlangsung pada Minggu(28/7) menjadi ajang perayaan meriah di Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Acara ini memadukan semaraknya parade kostum tradisional warna-warni yang memenuhi Lapang Kibitay dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-42 Kelurahan Situmekar. Acara karnaval dibuka secara resmi oleh Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji. Dalam sambutannya, ia […]

  • Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Pantai Citepus Sukabumi Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    Lonjakan Kunjungan Wisatawan di Pantai Citepus Sukabumi Saat Libur Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pantai Citepus menjadi destinasi utama bagi para wisatawan yang merayakan libur Natal dan menyambut Tahun Baru. Pantai yang terletak di Kabupaten Sukabumi ini mengalami lonjakan kunjungan dari berbagai daerah, pada Minggu (24/12). Menurut Herlan Hardiansyah, Koordinator RTH Baladesa Citepus, terdapat peningkatan sekitar 30 persen dalam jumlah kunjungan wisatawan. “Dari pemantauan kami, terjadi peningkatan […]

  • Resmi! Duel Persib vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat, Bobotoh Dilarang Masuk Stadion

    Resmi! Duel Persib vs Manila Digger Pindah ke Si Jalak Harupat, Bobotoh Dilarang Masuk Stadion

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle M Hilmi Syamsul Mukarrom
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Bandung – Persib Bandung memindahkan venue pertandingan melawan Manila Digger FC pada babak play-off AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027. Laga yang semula dijadwalkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) kini pindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Duel melawan wakil Filipina itu akan berlangsung pada Senin, 31 Agustus 2026. Pertandingan […]

  • Budaya Literasi Bantu Tingkatkan Kualitas Belajar Siswa

    Budaya Literasi Bantu Tingkatkan Kualitas Belajar Siswa

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Budaya literasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan prestasi akademik siswa. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara tepat. Melalui budaya literasi, siswa dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kemampuan belajar di sekolah. Di tengah perkembangan teknologi digital, siswa […]

  • sertifikasi dosen ubsi

    UBSI Raih Rekor Baru, 97 Dosen Lulus Serdos 2025 dan Buktikan Kualitas Pendidikan Makin Unggul

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Rahma Putri
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Jakarta, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menorehkan pencapaian luar biasa dalam dunia pendidikan tinggi. Pada tahun 2025, UBSI berhasil meluluskan 97 dosen dalam program Sertifikasi Dosen (Serdos), sekaligus mencetak rekor baru dalam sejarah kampus. Langkah ini semakin memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang terus berfokus pada peningkatan mutu dan profesionalisme […]

  • Kebudayaan Nasional

    Pemerintah Tetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional: Momentum Menyatukan Keberagaman

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pemerintah Republik Indonesia resmi menetapkan 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional (HKN). Menteri Kebudayaan Fadli Zon menetapkan Keputusan ini melalui Keputusan Nomor 162/M/2025 yang mulai berlaku pada Juli 2025. Pemerintah memilih tanggal 17 Oktober sebagai HKN sekaligus bertepatan dengan penetapan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 1951 tentang pengesahan Lambang Negara Garuda Pancasila beserta semboyan […]

expand_less