Breaking News
light_mode
Beranda » Gaya Hidup » Kesehatan » Waspada! Ikan Sapu-Sapu Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Waspada! Ikan Sapu-Sapu Bisa Picu Gangguan Kesehatan

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Fenomena konsumsi ikan sapu-sapu mulai muncul di sejumlah daerah sebagai alternatif sumber protein murah. Ikan yang biasanya terkenal sebagai pembersih lumut di akuarium dan sungai ini bahkan sempat masyarakat olah menjadi berbagai hidangan.

Namun di balik itu, para ahli mengingatkan bahwa ikan sapu-sapu bukanlah pilihan makanan yang aman. Habitatnya yang cenderung berada di perairan kotor membuat ikan ini berpotensi membawa berbagai zat berbahaya yang dapat mengancam kesehatan manusia.

Baca Juga: Bahaya Minum Kopi Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh

Hidup di Air Tercemar, Rentan Mengandung Zat Berbahaya

Ikan Sapu-Sapu | Sumber: IG @wibisono.ari

Ikan sapu-sapu umumnya hidup di sungai atau perairan yang tercemar limbah rumah tangga maupun industri. Kondisi ini membuat ikan tersebut berpotensi menyerap berbagai zat berbahaya, mulai dari bakteri, parasit, hingga bahan kimia beracun.

Jika seseorang mengonsumsinya, zat-zat tersebut dapat masuk ke tubuh manusia dan memicu gangguan kesehatan, seperti mual, muntah, hingga diare akibat keracunan makanan.

Ancaman Logam Berat yang Berbahaya

Salah satu risiko terbesar dari konsumsi ikan sapu-sapu adalah kandungan logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium. Ikan yang hidup di air tercemar dapat mengakumulasi logam-logam tersebut di dalam tubuhnya.

Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat mengganggu fungsi organ tubuh, merusak sistem saraf, bahkan meningkatkan risiko penyakit serius seperti kanker.

Berisiko Menyebabkan Infeksi dan Alergi

Foto Ikan Sapu-Sapu | Sumber: Pinterest

Selain logam berat, ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa bakteri patogen dan parasit. Hal ini meningkatkan risiko infeksi, terutama jika proses pengolahan ikan tidak tepat.

Tidak hanya itu, kandungan zat asing dalam tubuh ikan juga dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang,terutama jika seseorang mengonsumsinya secara rutin.

Tidak Semua Aman untuk Konsumsi

Secara umum, orang bisa makan ikan sapu-sapu, tetapi tingkat keamanannya sangat bergantung pada lingkungan hidupnya. Ikan dari perairan bersih cenderung lebih aman daripada ikan yang hidup di sungai tercemar.

Selain itu, ikan ini juga kurang peminat karena dagingnya sedikit dan kulitnya keras, sehingga tidak ekonomis untuk konsumsi.

Baca Juga: Minum Teh Setelah Makan: Sehat atau Berisiko?

Mengonsumsi ikan sapu-sapu bukan pilihan yang tepat, terutama jika berasal dari lingkungan yang tidak jelas kebersihannya. Risiko kesehatan yang muncul jauh lebih besar daripada manfaatnya.

Sebagai alternatif, masyarakat sebaiknya memilih sumber protein lain yang lebih aman dan terjamin kualitasnya.

  • Penulis: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Kompetensi Akuntansi, Mahasiswa SIA UBSI Sukabumi Jalani Uji Sertifikasi Nasional | Doc: Istimewa

    Perkuat Kompetensi Akuntansi, Mahasiswa SIA UBSI Sukabumi Jalani Uji Sertifikasi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi terus memperkuat kualitas lulusannya melalui kegiatan Uji Sertifikasi Kompetensi Teknisi Akuntansi Madya. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (30/01) bertempat di UBSI Sukabumi Kampus Veteran. Sebanyak 10 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi mengikuti asesmen sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional. Kegiatan […]

  • Maroko Kanada

    Dominasi Maroko! Kanada Tersingkir, Atlas Lions Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Timnas Maroko tampil impresif saat mengalahkan tuan rumah Kanada dengan skor 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Kemenangan ini mengantarkan Atlas Lions melaju ke perempat final untuk edisi kedua secara beruntun. Kanada langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal pertandingan. Bermain di hadapan pendukung […]

  • Workshop Pengabdian Masyarakat Membahas Literasi dan AI untuk tenaga pendidik

    Workshop Literasi dan AI di SDN Cantayan, Guru-Guru Antusias Belajar Teknologi Baru

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Tim BSI Explore Cicantayan sukses menyelenggarakan Workshop Pengabdian Masyarakat “Menembus Generasi, Mengalirkan Literasi” di SDN Cantayan, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 22 Februari 2025. Kegiatan ini membahas literasi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Guru-Guru SDN Cantayan Belajar AI untuk Pembelajaran Agung Wibowo, Kaprodi Sistem Informasi Universitas BSI […]

  • virtual campus

    Virtual Campus Life: Mengubah Cara Mahasiswa Belajar dan Bersosialisasi

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Perkembangan teknologi digital mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan tinggi. Kini, konsep Virtual Campus Life atau kehidupan kampus virtual mulai menjadi fenomena baru. Konsep ini mengubah cara mahasiswa belajar, bersosialisasi, dan membangun komunitas. Melalui teknologi seperti virtual reality (VR), augmented reality (AR), dan platform digital interaktif, pengalaman kuliah menjadi lebih fleksibel, inklusif, […]

  • Beyond the Bar

    Beyond the Bar: Drama Korea Terbaru! Mengungkap Dunia Hukum dan Luka Batin

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Beyond the Bar atau dalam bahasa Korea berjudul Esquire: Lawyers Who Dream of Becoming Lawyers, merupakan drama hukum terbaru yang langsung menarik perhatian sejak tayang perdana di JTBC pada 2 Agustus 2025. JTBC menayangkan drama ini setiap Sabtu dan Minggu pukul 22.40 KST. Drama ini pula tayang secara global di Netflix dengan subtitle […]

  • Guru

    Guru Bukan Lagi Sumber Utama Ilmu, Siswa Bukan Lagi Pendengar Pasif

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz -Dalam sistem pendidikan konvensional, guru berperan sebagai pusat pengetahuan. Mereka menyampaikan materi, sementara siswa mendengarkan, mencatat, dan menghafal. Namun, di era digital yang serba cepat ini, peran itu mulai bergeser. Sekolah tak lagi menjadi satu-satunya tempat belajar, dan guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Saat ini, guru maupun siswa menghadapi perubahan besar dalam pola […]

expand_less