Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Andries de Wilde, Dokter Belanda di Balik Nama dan Sejarah Sukabumi

Andries de Wilde, Dokter Belanda di Balik Nama dan Sejarah Sukabumi

  • account_circle Anita Rahmawati
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Nama Sukabumi bagi masyarakat Jawa Barat bukan sekadar identitas geografis, melainkan sebuah warisan sejarah yang memiliki akar mendalam pada masa kolonial. Di balik keasrian kota di kaki Gunung Gede ini, terselip nama Dr. Andries de Wilde, seorang ahli bedah sekaligus tuan tanah asal Belanda yang memahat fondasi awal wilayah ini menjadi pusat ekonomi dan pemukiman yang modern pada masanya.

Dari Ahli Bedah Menjadi Penguasa Tanah Priangan

Lahir di Amsterdam, Andries de Wilde awalnya menginjakkan kaki di Hindia Belanda sebagai asisten ahli bedah. Namun, ambisinya melampaui dunia medis. Pada awal abad ke-19, de Wilde berhasil mengakuisisi lahan luas di wilayah Cikole (nama asli Sukabumi sebelum berganti).

Berbekal kedekatannya dengan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels dan kemudian Thomas Stamford Raffles, ia mengubah hutan belantara menjadi perkebunan kopi dan teh yang sangat produktif. Dr. de Wilde bukan sekadar pemilik modal, ia adalah perancang tata ruang yang teliti, yang melihat potensi besar di tanah Priangan Barat.

Baca juga: Gathering Guru BK Digelar di Jampang, Dorong Sinergi Sekolah dan Kampus Unggul

Asal-Usul Nama “Soekaboemi”

Transisi nama dari Cikole menjadi Sukabumi terjadi secara resmi pada 13 Januari 1815. De Wilde memilih nama “Soekaboemi” (dalam ejaan lama) bukan tanpa alasan. Secara etimologi, nama ini merupakan gabungan dari dua kata bahasa Sanskerta:

  1. Suka: Kesenangan, kebahagiaan, atau kesukaan.
  2. Bhumi: Tanah atau bumi.

Secara harfiah, Sukabumi berarti “Tempat yang Disukai” atau “Bumi yang Menyenangkan”. De Wilde merasa daerah ini memiliki udara yang sangat sejuk dan tanah yang subur, sehingga menjadikannya tempat tinggal yang ideal sekaligus menguntungkan bagi bisnis perkebunannya. Sejak saat itu, ia secara resmi meminta izin kepada pemerintah kolonial untuk menggunakan nama tersebut dalam surat-surat administratifnya.

Hingga saat ini, masyarakat masih dapat merasakan jejak de Wilde melalui tata kota Sukabumi dengan ciri khas bangunan Indische. Sejarah mencatat de Wilde sebagai pionir yang melihat potensi “bumi yang disukai” ini jauh sebelum daerah lain berkembang.

Mempelajari Andries de Wilde membantu memahami bagaimana identitas kota terbentuk dari persilangan budaya dan ambisi masa lalu. Sukabumi kini masih menyimpan ruh kedamaian yang sang dokter Belanda impikan.

Baca juga: Kurve Massal Palabuhanratu: Polres Sukabumi Ajak Forkopimda Peduli Lingkungan

  • Penulis: Anita Rahmawati

Rekomendasi Untuk Anda

  • Heboh Ular Piton Masuk Permukiman, Warga Sukabumi Jadi Korban | Doc. Warga

    Ular Piton 2,5 Meter Serang Lansia di Sukabumi, Warga Panik

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seorang warga Sukabumi, Latif (65), harus menjalani perawatan medis setelah seekor ular menyerangnya saat ia hendak memberi makan ayam peliharaannya di Kampung Kabandungan RT 01/11, Desa Parungseah, Kecamatan Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin pagi (25/5/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.00 WIB itu sempat membuat warga sekitar panik dan berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. […]

  • The Shadow Strays, film action Indonesia terbaru garapan Timo Tjahjanto

    Review Film “The Shadow Strays”: Aksi Brutal Penuh Emosi

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Timo Tjahjanto kembali hadir dengan karya laga intens melalui “The Shadow Strays”. Film ini memadukan aksi brutal dan emosi mendalam dalam cerita yang penuh kejutan. Film ini rilis di Netflix pada 17 Oktober 2024 setelah melangsungkan premiere di Toronto International Film Festival 2024 di bulan September. Aurora Ribero, berperan sebagai 13, tampil memukau […]

  • Pentingnya Literasi dalam Dunia Kampus, UBSI Sukabumi Gelar Seminar Tematik Perpustakaan

    Pentingnya Literasi dalam Dunia Kampus, UBSI Sukabumi Gelar Seminar Tematik Perpustakaan

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi menggelar seminar tematik perpustakaan pada Rabu (17/9) sebagai bagian dari rangkaian Orientasi Akademik (Ormik) 2025. Kegiatan ini menghadirkan Neni Apriani, sebagai narasumber yang membahas pentingnya literasi bagi mahasiswa serta menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat pengembangan kemampuan literasi. Literasi Lebih dari Sekadar Membaca dan Menulis Dalam pemaparannya, […]

  • Kang Mak from Pee Mak Tembus 3,1 Juta Penonton, Sukses Remake Setelah Miracle in Cell No. 7

    Kang Mak from Pee Mak Tembus 3,1 Juta Penonton, Sukses Remake Setelah Miracle in Cell No. 7

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Film Kang Mak from Pee Mak terus mencatat kesuksesan besar di bioskop Indonesia. Hingga Selasa (27/8/2024), lebih dari 3,1 juta orang telah menonton film horor komedi ini, yang melanjutkan tren positif setelah sukses besar dari remake Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia. Sejak tayang perdana pada Kamis (15/8/2024), jumlah penonton Kang Mak […]

  • “Gala Bunga Matahari” Karya dari Sal Priadi yang Menyentuh Hati

    “Gala Bunga Matahari” Karya dari Sal Priadi yang Menyentuh Hati

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – “Mungkinkah, mungkinkah, mungkinkah kau mampir hari ini?” Itulah sepenggal lirik dari lagu Sal Priadi yang berjudul “Gala Bunga Matahari.” Lirik ini menyuarakan kerinduan yang mendalam, perasaan yang menunggu dalam keheningan, dan harapan yang mungkin tak terucap. Lagu ini mencerminkan perjalanan emosional mendalam, di mana setiap kata dan nada Sal menggambarkan kisah cinta dan […]

  • cafe study

    Café Study: Tempat Favorit Mahasiswa Sukabumi Jadi ‘Second Classroom’

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Fenomena café study semakin populer di kalangan mahasiswa, termasuk di Sukabumi. Konsep belajar sambil menikmati suasana kafe menjadikan tempat ini sebagai “second classroom”, di mana mahasiswa dapat fokus, kreatif, sekaligus membangun jejaring sosial. Tren ini muncul sebagai adaptasi mahasiswa modern yang ingin memaksimalkan produktivitas belajar di luar ruang kelas tradisional. Fenomena café study […]

expand_less