Teknologi

GoPro Terancam Bangkrut di Tengah Lonjakan Biaya dan Penurunan Penjualan

9
×

GoPro Terancam Bangkrut di Tengah Lonjakan Biaya dan Penurunan Penjualan

Sebarkan artikel ini
GoPro menghadapi ancaman kebangkrutan akibat penurunan penjualan dan biaya produksi yang melonjak. (Foto: Dok. GoPro)
GoPro menghadapi ancaman kebangkrutan | Sumber: Dok. GoPro

GoPro terancam bangkrut setelah kinerja keuangan perusahaan terus melemah dalam beberapa kuartal terakhir. Produsen kamera aksi ini menghadapi tekanan berat akibat lonjakan biaya komponen dan penjualan yang terus menurun di pasar global.

Dalam laporan keuangan terbaru, manajemen GoPro menyebut adanya “keraguan substansial” terhadap kemampuan perusahaan untuk mempertahankan operasional dalam 12 bulan ke depan. Kondisi ini menunjukkan bahwa GoPro harus segera mencari tambahan pendanaan atau menjalankan restrukturisasi bisnis.

GoPro Terancam Bangkrut karena Lonjakan Biaya

Kenaikan harga chip memori menjadi faktor utama yang menekan keuangan perusahaan. GoPro harus mengeluarkan biaya produksi lebih tinggi karena harga komponen meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan chip global melonjak, terutama dari sektor kecerdasan buatan (AI). Produsen komponen lebih memprioritaskan industri dengan margin besar, sehingga GoPro harus bersaing ketat untuk mendapatkan pasokan.

Akibatnya, margin keuntungan terus menyusut. GoPro tidak leluasa menaikkan harga produk karena pasar semakin sensitif terhadap harga.

Penjualan GoPro Turun di Tengah Persaingan

Selain tekanan biaya, penjualan GoPro juga mengalami penurunan signifikan. Pada kuartal pertama 2026, pendapatan perusahaan turun sekitar 26 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu penyebab utama. Banyak pengguna kini memilih smartphone dengan kamera canggih, sehingga kebutuhan kamera aksi khusus berkurang.

Di sisi lain, kompetitor seperti DJI dan Insta360 terus menghadirkan inovasi dengan harga lebih kompetitif. Persaingan ini semakin mempersempit pangsa pasar GoPro.

Strategi GoPro untuk Menghindari Bangkrut

Untuk merespons kondisi tersebut, GoPro mulai melakukan efisiensi. Perusahaan memangkas sekitar 23 persen tenaga kerja guna menekan biaya operasional.

GoPro juga активно mencari pendanaan baru. Manajemen membuka peluang kerja sama dengan investor serta mempertimbangkan berbagai opsi strategis, termasuk penjualan sebagian bisnis.

Selain itu, GoPro tetap mengembangkan produk baru dengan fitur lebih canggih untuk menarik segmen profesional. Namun, strategi ini membutuhkan waktu sebelum berdampak pada pendapatan.

Masa Depan GoPro di Tengah Ketidakpastian

Situasi GoPro mencerminkan tantangan besar di industri perangkat keras. Perusahaan harus menghadapi fluktuasi harga komponen, gangguan rantai pasok, dan perubahan tren konsumen.

Meski belum resmi mengumumkan kebangkrutan, posisi GoPro saat ini berada di titik krusial. Keberhasilan mendapatkan pendanaan baru akan sangat menentukan kelangsungan bisnis perusahaan ke depan.