Masjid sebagai Ruang Belajar Anak: Menguatkan Iman, Akhlak, dan Kreativitas
- account_circle Rahma Putri
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekelompok mahasiswa gelar penyuluhan di Majelis Rahmatullah Lil’alamin, Jumat (28/11) | Doc: Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz – Membangun karakter generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Nilai moral, akhlak, dan kekuatan spiritual juga memegang peran penting dalam membentuk pribadi yang tangguh. Karena itu, pendidikan agama Islam sejak usia dini hadir sebagai fondasi penting untuk menumbuhkan keimanan, identitas religius, serta akhlak mulia di tengah derasnya arus teknologi dan perubahan zaman.
Melihat fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa UBSI Sukabumi melaksanakan kegiatan penyuluhan bertema peran masjid dalam pembinaan anak pada Jumat (28/11) di Majelis Rahmatullah Lil’alamin. Tujuannya sederhana namun bermakna: mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat edukasi, pembinaan iman, sekaligus ruang kreatif yang ramah bagi anak-anak.
Mahasiswa Ajak Anak Kenali Peran Masjid
Kegiatan ini dipimpin Elsa Amalia, bersama anggota kelompoknya: Suchita Vaugia, Mia Amalia, Syifa Esa Fazia, dan Melisa. Mereka membuka sesi edukasi dengan materi bertajuk “Peran Masjid dalam Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketakwaan Anak-Anak di Lingkungan Sekitar.”
Baca juga: Fondasi Generasi Hebat: Pentingnya Pendidikan Keagamaan Sejak Dini
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak anak-anak memahami bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat shalat, tetapi juga pusat belajar akhlak, disiplin, dan kebersamaan. Nilai-nilai agama Islam kemudian diposisikan sebagai pedoman hidup yang menuntun perilaku anak dalam menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan dan teknologi.
Belajar Agama dengan Cara yang Menyenangkan
Untuk menumbuhkan minat belajar, mahasiswa memilih pendekatan interaktif. Mereka menggabungkan penyuluhan dengan permainan edukatif, diskusi ringan, serta aktivitas kreatif seperti menggambar kaligrafi.

Antusias anak-anak menggambar kaligrafi | Doc: Istimewa
Dengan cara ini, anak-anak belajar tentang iman, adab, dan keteladanan Rasul dengan suasana yang ceria. Mereka tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut bergerak, bertanya, dan mengekspresikan diri. Hasilnya, materi terasa lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya kerja sama antara kampus, masjid, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut terbukti efektif untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis agama yang relevan dengan tantangan zaman.
Baca juga: Ramai dan Seru! Program “Masjid Sahabat Anak Hebat” Jadi Favorit Siswa SDN Cemerlang
- Penulis: Rahma Putri
