Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Reza Marwansyah, Dari Pekerja Lapangan hingga Praktisi AI

Reza Marwansyah, Dari Pekerja Lapangan hingga Praktisi AI

  • account_circle Ardila Khaylila
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com, Depok – Jalan hidup tidak selalu memberi banyak pilihan bagi seseorang yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. Sebagian orang mungkin memilih menyerah ketika menghadapi tekanan hidup. Namun, Reza Marwansyah justru menjadikan kondisi tersebut sebagai dorongan untuk mengubah masa depannya.

Kini, Reza menjadi praktisi yang menguasai teknologi Artificial Intelligence (AI). Menariknya, perjalanan tersebut tidak langsung membawa dirinya ke dunia teknologi. Pada masa muda, ia sempat menjalani berbagai pekerjaan lapangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alumni Program Studi (Prodi) Informatika S1 Universitas Nusa Mandiri (UNM) tahun 2021 ini membuktikan bahwa pendidikan dan tekad kuat dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Awal Perjalanan dari Gerai Cepat Saji

Kisah Reza bermula pada 2007. Saat teman-teman seusianya membicarakan rencana kuliah setelah lulus SMA, ia justru harus menghadapi persoalan ekonomi. Kondisi keluarga membuatnya belum mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Karena itu, Reza memilih bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ia menjalani sejumlah pekerjaan lapangan, mulai dari Sales Promotion Boy (SPB) di pusat perbelanjaan kawasan Mangga Besar dan Lokasari. Setelah itu, ia bekerja sebagai pramuniaga Fuji Film. Ia juga pernah menjadi petugas kebersihan di gerai makanan cepat saji KFC.

Pengalaman tersebut kemudian membuat Reza menyadari pentingnya pendidikan. Ia melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat dan mulai memandang bidang tersebut sebagai peluang untuk membangun masa depan.

Akhirnya, Reza mengambil keputusan untuk kuliah kelas karyawan di UNM. Namun, keputusan itu tetap menghadirkan tantangan besar, terutama soal biaya.

“Tantangan terbesar memang dari perekonomian bawah untuk survive. Kita makan saja susah, apalagi memikirkan biaya sekolah dan uang semester yang ternyata cukup besar waktu itu,” kenang Reza dengan senyum getir.

Untuk memenuhi kebutuhan kuliah, Reza bekerja sebagai kurir. Aktivitas tersebut membuat waktunya semakin padat. Ia harus membagi tenaga antara pekerjaan dan perkuliahan. Bahkan, rasa lelah sering membuatnya tertidur saat mengikuti kelas.

“Pagi diomelin bos, malam diomelin dosen karena tidur di kelas. Dosen bilang, ‘Kampus ini bukan tempat kos!’. Tapi saya memaklumi, beliau bertanggung jawab mendidik, sementara badan saya sudah sangat lelah menjalankan dua prioritas sekaligus,” ceritanya.

Di tengah perjuangan tersebut, Reza bertemu Pak Arif, seorang dosen yang kemudian menjadi mentornya. Melalui bimbingan sang dosen, Reza mulai memahami potensi teknologi Cloud dan Artificial Intelligence (AI).

Pandemi Membuka Jalan untuk Inovasi AI

Ketertarikan Reza terhadap AI semakin kuat menjelang akhir masa kuliah. Ketika pandemi COVID-19 melanda berbagai sektor, ia kembali mengingat pesan dari dosennya.

“Jangan cuma bikin skripsi atau website biasa. Buatlah sesuatu yang punya legacy.”

Pesan tersebut mendorong Reza mencari solusi atas persoalan yang muncul saat pandemi. Ia melihat kesulitan aparatur negara dan TNI dalam menjaga kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker selama masa PSBB.

Karena itu, ia merancang sistem AI yang terhubung dengan CCTV untuk mendeteksi penggunaan masker secara otomatis. Proyek tersebut tidak hanya membantu dirinya menyelesaikan pendidikan sarjana. Karya tersebut juga terus menjadi referensi akademik hingga sekarang.

Selain itu, proyek tersebut membuka peluang bagi dirinya untuk masuk ke industri teknologi. Melalui program Kampus Merdeka, ia bergabung dengan startup Orbit Future Academy. Awalnya, ia berperan sebagai Mentor AI. Berkat pengalaman dan kemampuan teknisnya, ia kemudian menjalankan peran sebagai Senior AWS Instructor.

Belajar dari Gerobak Rongsok dan Tantangan AI

Kesuksesan tidak membuat Reza berhenti belajar. Ia tetap memegang prinsip dari dosennya bahwa seseorang harus terus mengembangkan kemampuan. Baginya, ijazah bukanlah akhir dari proses belajar.

Suatu hari, ia melihat seorang ibu mendorong gerobak rongsok di jalanan Jakarta. Sementara itu, anaknya tampak bermain kapal-kapalan di atas gerobak tersebut. Pemandangan sederhana itu justru memberi pelajaran besar baginya.

“Pemandangan itu menampar saya. Bertahan hidup dan mencari kebahagiaan itu butuh perjuangan yang tak kenal henti. Kebahagiaan bukan sekadar soal pamer uang seperti yang sering dinarasikan di media sosial,” tuturnya merenung.

Kini, pengalaman tersebut ikut membentuk cara pandang Reza terhadap perkembangan teknologi. Ia melihat generasi muda akan menghadapi persaingan yang semakin berbeda pada masa depan.

“Saingan kalian nanti sudah bukan manusia lagi, tapi AI,” tegasnya.

Menurut Reza, kemampuan memakai AI seperti ChatGPT saja belum cukup. Mahasiswa juga perlu memahami cara kerja teknologi tersebut serta proses deployment. Bahkan, ia menyoroti kebiasaan sebagian mahasiswa yang memakai AI untuk menyelesaikan skripsi dalam waktu singkat.

“Kalau begitu caranya, untuk apa kuliah 4 tahun? Biar AI saja yang kuliah, narasi di media sosial bahwa ‘kuliah itu scam’ akan jadi nyata kalau selama 4 tahun mahasiswa tidak menghasilkan value apa-apa. Habis puluhan juta hanya untuk gelar kosong,” tambahnya.

Pesan Reza untuk Mahasiswa Baru

Reza juga menyampaikan pesan bagi mahasiswa baru UNM. Ia mendorong mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman dan mulai mengumpulkan pengalaman sejak awal kuliah. Menurutnya, IPK tinggi saja belum tentu cukup untuk menghadapi persaingan kerja.

“Ada ironi besar di dunia kerja sekarang, batas usia maksimal 25 tahun, tapi wajib punya pengalaman 2 tahun. Bagaimana bisa punya pengalaman kalau tidak diberi kesempatan?” ungkap Reza.

Karena itu, Reza menyarankan mahasiswa memperluas networking dan mencari pengalaman magang. Menurutnya, relasi menjadi salah satu aspek yang belum bisa sepenuhnya tergantikan oleh mesin.

“Ambil kesempatan magang demi bargaining power. Meski di luar sana banyak eksploitasi berkedok internship, carilah yang setidaknya berbayar. Jangan pernah lulus dengan tangan kosong tanpa pengalaman,” pesannya.

Selain itu, ia berharap kampus dan alumni dapat membangun lebih banyak program kolaborasi. Menurutnya, pengalaman para alumni bisa menjadi pengingat bagi generasi baru mengenai tantangan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

“Tujuannya satu, membunyikan alert (peringatan), menyadarkan generasi baru bahwa tantangan ke depan itu gawat. Mereka harus peka sejak dini, agar siap bertarung saat waktunya tiba,” tuturnya.

Perjalanan Reza menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi penghalang untuk meraih pendidikan dan membangun karier. Dengan tekad, pengalaman, serta kemauan untuk terus belajar, ia berhasil membawa dirinya dari berbagai pekerjaan lapangan hingga menjadi praktisi teknologi.

Kisah tersebut juga menjadi pengingat bagi mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik mungkin. Bukan hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun pengalaman, relasi, dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

  • Penulis: Ardila Khaylila
  • Editor: Ardila Khaylila

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Networking dalam Dunia Kewirausahaan

    Pentingnya Networking dalam Dunia Kewirausahaan

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    –Sukabumihitz- Sukses dalam dunia bisnis tidak hanya bergantung pada ide atau modal, tetapi juga pada jaringan atau networking yang dibangun oleh seorang entrepreneur. Di tengah persaingan yang semakin ketat, memiliki jaringan yang luas dapat menjadi faktor penentu dalam membuka peluang, mendapatkan sumber daya, hingga memperoleh dukungan yang tepat. Networking memungkinkan entrepreneur untuk terus berkembang dan […]

  • Siswa SD Prestasi Global Boyong 2 Juara Sekaligus pada Junior Golf Competition 2023

    Siswa SD Prestasi Global Boyong 2 Juara Sekaligus pada Junior Golf Competition 2023

    • calendar_month Kamis, 12 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Depok—  Sekolah  Prestasi Global, Depok kembali mengukir prestasi dari kakak beradik, siswa SD Prestasi Global  yang mendapatkan juara di ajang Golf Competition 2023. Kegiatan itu  berlangsung pada Ahad, 17 September di Damai Indah PIK Golf, Jakarta. Competition Golf 2023 kategori usia 5 sampai 12 tahun kali ini di ikuti oleh 20 peserta dari beberapa […]

  • AI

    Belajar AI dari Pelaku Industri, AICO hingga BCA Ramaikan Independence Day AI Conference 2025

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Digital Creative Community bersama Mandiri Digital Universe akan menyelenggarakan kegiatan bertajuk Independence Day Artificial Intelligence (AI) Conference pada Kamis (14/8), di Hotel Laska Sukabumi. Mengusung tema “Artificial Intelligence and Your Creative Thinking”, berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dan terbuka untuk umum. Tujuan kegiatan ini […]

  • Backup

    Jangan Tunggu Data Hilang! Inilah Alasan Backup Jadi Senjata Andalan Perlindungan Data

    • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Di era digital, backup melindungi data yang menjadi aset paling berharga. Foto keluarga, catatan akademik, laporan kerja, hingga database bisnis bisa hilang dalam hitungan detik ketika perangkat rusak, terserang malware, atau terkena kesalahan manusia. Kondisi semacam itu sering membuat panik karena proses recovery tidak selalu berhasil mengembalikan data secara utuh. Itulah sebabnya backup […]

  • Program Diaspora Berdampak UBSI Bahas Proposal Hibah Internasional

    Program Diaspora Berdampak UBSI Bahas Proposal Hibah Internasional

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Rifa Fitriyani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Program Diaspora Berdampak pada Senin, 14 September 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Penyusunan Proposal Hibah Internasional: Akselerasi Rekayasa Perangkat Lunak Cerdas dan Mekatronika untuk Transformasi Agroindustri”. Program ini berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Melalui kegiatan tersebut, UBSI menghadirkan pembicara […]

  • Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Sukabumi, DICO Ajak Guru Maksimalkan AI untuk Pembelajaran

    Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Sukabumi, DICO Ajak Guru Maksimalkan AI untuk Pembelajaran

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – UBSI Sukabumi terus mendorong guru meningkatkan kemampuan digital. Upaya tersebut hadir melalui Seminar Kemerdekaan Digital UBSI Sukabumi. Seminar bertajuk “AI for Education Excellence: Dari AI hingga Robotika” itu berlangsung di Laska Hotel Sukabumi pada Rabu (26/8). Kegiatan tersebut mengusung subtema “Inovasi Teknologi untuk Guru Kreatif di Era Digital”. Para guru mengikuti seminar dengan […]

expand_less