Penelitian klasik dengan lebih dari 1.300 peserta juga menghasilkan temuan serupa. Penelitian itu menunjukkan bahwa jeda antar sesi belajar membantu meningkatkan daya ingat jangka panjang secara signifikan. Dengan kata lain, kualitas belajar lebih penting daripada durasi belajar yang panjang dalam satu waktu.
Cara Menerapkan Belajar 10 Menit Setiap Hari
Menerapkan kebiasaan belajar singkat tidak sulit. Mahasiswa dapat menyisihkan waktu 10 hingga 15 menit setiap hari untuk membaca ulang materi, membuat rangkuman, atau mengerjakan beberapa soal latihan.
Mahasiswa dapat menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas sehari-hari. Sebagian orang memilih belajar setelah sarapan, sementara yang lain lebih nyaman belajar sebelum tidur. Durasi yang singkat membuat mahasiswa lebih mudah menjalankan kebiasaan belajar secara konsisten.
Agar hasilnya lebih maksimal, mahasiswa dapat menggunakan teknik active recall. Teknik ini mengajak seseorang mengingat kembali materi tanpa melihat catatan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kombinasi active recall dan spaced learning mampu meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat daya ingat.
Manfaat Belajar Singkat tetapi Konsisten
Lamanya waktu belajar tidak selalu menentukan keberhasilan seseorang. Kebiasaan belajar 10 menit setiap hari membantu otak menyimpan informasi secara bertahap dan berkelanjutan.

Seseorang dapat mengingat materi lebih mudah saat membutuhkannya karena otak menerima pengulangan secara teratur. Pola belajar seperti ini juga membantu meningkatkan pemahaman terhadap materi perkuliahan.
Daripada menunggu malam terakhir sebelum ujian, mahasiswa sebaiknya membangun rutinitas belajar singkat setiap hari. Kebiasaan tersebut lebih sehat, lebih efektif, dan lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Dengan cara ini, mahasiswa dapat mempersiapkan ujian dengan lebih baik sekaligus memahami materi secara lebih mendalam.














