Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Anggaran Pendidikan Indonesia Terendah di 40 Ekonomi Dunia, Tantangan Akses Pendidikan Makin Besar

Anggaran Pendidikan Indonesia Terendah di 40 Ekonomi Dunia, Tantangan Akses Pendidikan Makin Besar

  • account_circle Lusi Mardiana
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz.com – Indonesia kembali menjadi perhatian setelah tercatat sebagai negara dengan alokasi pendidikan terendah di antara 40 ekonomi terbesar dunia. Data UNESCO Institute for Statistics yang disajikan melalui Our World in Data menunjukkan Indonesia hanya mengalokasikan sekitar 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) untuk sektor pendidikan.

Angka tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan pendidikan di Indonesia masih sangat besar. Sekitar 40,2% penduduk Indonesia berusia di bawah 24 tahun. Jumlah itu menunjukkan kebutuhan terhadap pendidikan berkualitas dan terjangkau terus meningkat.

Namun, alokasi pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara lain. Singapura mengalokasikan sekitar 2,2% dari PDB untuk pendidikan, Thailand 2,5%, Vietnam 2,9%, sedangkan Swedia mencapai 7,3%.

20% APBN Pendidikan, Prioritas Anggaran Jadi Pembahasan

Perbedaan alokasi pendidikan dengan sejumlah negara lain membuat perhatian tidak hanya tertuju pada besarnya anggaran, tetapi juga pada penggunaannya. Pemerintah tetap memenuhi amanat konstitusi dengan mengalokasikan sekitar 20% APBN atau sekitar Rp757,8 triliun hingga Rp769 triliun untuk fungsi pendidikan.

Namun, sebagian anggaran yang masuk dalam fungsi pendidikan turut mendukung program lain, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai bagian dari rantai pasok pangan. Kebijakan tersebut memunculkan pembahasan mengenai prioritas penggunaan anggaran pendidikan.

Program MBG memiliki tujuan meningkatkan kualitas gizi anak sebagai investasi sumber daya manusia. Meski demikian, kebutuhan sektor pendidikan juga masih besar, mulai dari peningkatan mutu sekolah, penguatan perguruan tinggi, penyediaan fasilitas belajar, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga perluasan program beasiswa.

Perdebatan mengenai penggunaan anggaran pendidikan menunjukkan bahwa persoalan pendidikan tidak hanya berhenti pada besarnya dana, tetapi juga sejauh mana masyarakat dapat merasakan manfaatnya melalui akses pendidikan yang lebih terbuka.

Akses Pendidikan Tinggi Masih Terbentur Biaya

Salah satu gambaran tantangan akses pendidikan terlihat dari sekitar 60 ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang tidak melanjutkan proses daftar ulang meski sebelumnya berhasil lolos seleksi perguruan tinggi.

Pemerintah masih mencari penyebab pasti dari banyaknya peserta yang memilih tidak melakukan registrasi. Namun, persoalan biaya kuliah menjadi salah satu alasan yang banyak diperbincangkan. Sejumlah calon mahasiswa menghadapi kendala karena besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) belum sesuai dengan kemampuan ekonomi keluarga. Selain itu, keterbatasan akses Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah juga membuat sebagian calon mahasiswa kesulitan melanjutkan pendidikan.

Bagi sebagian siswa, keberhasilan lolos SNBP belum sepenuhnya menjadi akhir perjuangan. Setelah melewati proses seleksi yang ketat, mereka masih harus memastikan kemampuan finansial keluarga agar dapat melanjutkan pendidikan hingga selesai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa memperluas akses pendidikan tidak hanya tentang memberikan kesempatan masuk perguruan tinggi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki dukungan yang cukup untuk menyelesaikan pendidikannya.

Kampus dengan Biaya Terjangkau Menjadi Alternatif

Di tengah tantangan biaya pendidikan, kehadiran perguruan tinggi dengan biaya yang lebih terjangkau menjadi salah satu pilihan bagi lulusan SMA, SMK, maupun MA yang ingin melanjutkan pendidikan. Di Sukabumi, salah satu perguruan tinggi yang dapat menjadi alternatif adalah Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi.

UBSI Kampus Sukabumi saat ini masih membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Periode September 2026. Kampus ini menyediakan berbagai program studi jenjang sarjana dengan biaya kuliah yang lebih terjangkau bagi calon mahasiswa.

Selain itu, UBSI memberikan kemudahan melalui sistem pembayaran bertahap serta program beasiswa bagi calon mahasiswa yang memenuhi syarat dan ketentuan.

Kehadiran pilihan kampus dengan biaya yang lebih ramah membuka peluang bagi generasi muda untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. Dengan akses yang semakin luas, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari jumlah anggaran yang pemerintah siapkan, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang mampu mengakses pendidikan tinggi. Ketika biaya kuliah lebih terjangkau dan dukungan pendidikan semakin kuat, peluang generasi muda meraih masa depan yang lebih baik akan semakin terbuka.

  • Penulis: Lusi Mardiana

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gadget Anti-Lost: Menemukan Barang Hilang dengan Mudah

    Gadget Anti-Lost: Menemukan Barang Hilang dengan Mudah

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • account_circle Ina haryani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Pernah kehilangan kunci, dompet, atau tas di rumah atau saat bepergian? Kehilangan barang bisa menjadi pengalaman menjengkelkan dan memakan waktu. Untungnya, teknologi kini menawarkan solusi cerdas melalui gadget anti-lost, perangkat pintar yang membantu melacak dan menemukan barang hilang dengan mudah. Gadget anti-lost berbentuk kecil dan ringan, biasanya berbasis Bluetooth atau GPS. Pemilik menempelkan […]

  • HIMASI UBSI Sukabumi dan Impact Connection Sukses Gelar Penggalangan Dana Bantu Korban Bencana Alam Sukabumi

    HIMASI UBSI Sukabumi dan Impact Connection Sukses Gelar Penggalangan Dana Bantu Korban Bencana Alam Sukabumi

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle DDAMDOMM
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sukabumi, 14 Desember 2024, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi, bersama Impact Connection, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp7.467.400,- dalam kurun waktu 6-13 Desember 2024. Dana ini merupakan hasil penggalangan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Sukabumi. Pada hari Jum’at (14/12) mereka menyalurkan […]

  • Kemenag Kota Sukabumi Berangkatkan 336 Jemaah Calon Haji ke Tanah Suci

    Kemenag Kota Sukabumi Berangkatkan 336 Jemaah Calon Haji ke Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2024
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Sebanyak 336 jemaah calon haji dari Kota Sukabumi resmi diberangkatkan menuju Embarkasi dan Tanah Suci pada Senin (27/5). Acara ini berlangsung di Gedung Anton Sujarwo, Setukpa Lemdiklat Polri. Sejumlah pejabat penting dari Forkompimda Kota Sukabumi, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi Dida Sembada, dan keluarga para calon haji turut hadir dalam acara pelepasan ini. Acara […]

  • BJU Resmi Ditutup, Calon Mahasiswa Masih Punya Kesempatan Lewat Beasiswa Juara.

    Beasiswa Jalur Undangan Resmi Ditutup, Calon Mahasiswa Masih Punya Kesempatan Lewat Beasiswa Lain

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Salsabila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com – Beasiswa Juara masih menjadi peluang bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi. Program beasiswa ini membuka pendaftaran hingga 25 Agustus 2026. Oleh karena itu, calon mahasiswa yang belum sempat mengikuti Beasiswa Jalur Undangan (BJU) tidak perlu khawatir, karena pendaftaran BJU telah resmi ditutup pada 7 […]

  • Lembah Purba Sukabumi: Wisata Alam Seru dan Menakjubkan

    Lembah Purba Sukabumi: Wisata Alam Seru dan Menakjubkan

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    SelainSukabumihitz – Lembah Purba terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Lokasinya sekitar 15 kilometer dari pusat kota Sukabumi, Akses yang mudah membuat tempat ini menjadi destinasi wisata yang cocok bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Jam Operasional Wisata ini buka setiap […]

  • Fogging di Wilayah Desa Gunungguruh untuk Cegah Penyebaran DBD | sumber: Radar Sukabumi

    Antisipasi Penyebaran DBD, Pemerintah Desa Gunungguruh Lakukan Fogging dan Edukasi PHBS

    • calendar_month Senin, 25 Mar 2024
    • account_circle LIL
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dalam upaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), pemerintah Desa Gunungguruh berkolaborasi dengan Puskesmas Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Langkah tersebut melibatkan penyemprotan insektisida (fogging) di beberapa area di wilayah desa tersebut. Panji, Kepala Desa Gunungguruh, menyampaikan bahwa fogging merupakan salah satu metode untuk mengendalikan populasi nyamuk Aedes Aegypti, yang merupakan vektor […]

expand_less