Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Fathu Makkah: Simbol Kemenangan Tanpa Kekerasan

Fathu Makkah: Simbol Kemenangan Tanpa Kekerasan

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Sabtu, 22 Mar 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam, selain dikenal sebagai bulan penuh rahmat, pada bulan ini juga terjadi berbagai peristiwa bersejarah yang memberikan pelajaran besar bagi umat Islam. Salah satunya yaitu peristiwa Fathu Makkah, atau dikenal sebagai Pembebasan Kota Makkah, merupakan peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang terjadi pada tanggal 20 Ramadhan tahun ke-8 Hijriah, bertepatan dengan 1 Januari 630 Masehi. Peristiwa ini menjadi simbol kemenangan tanpa kekerasan yang membawa perubahan besar bagi perjalanan umat Islam.

Latar Belakang Terjadinya Fathu Makkah

Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah oleh kaum Quraisy menjadi pemicu utama peristiwa ini. Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak setuju untuk tidak saling menyerang selama 10 tahun. Namun, kaum Quraisy melanggar perjanjian ini dengan mendukung Kabilah Bani Bakr menyerang Kabilah Khuza’ah, yang merupakan sekutu Rasulullah SAW. Pelanggaran ini memaksa Nabi Muhammad SAW untuk bertindak demi melindungi sekutunya.

Nabi Muhammad SAW mempersiapkan pasukan sebanyak 10.000 orang untuk menuju Makkah. Selama keberangkatan, beliau mempercayakan kepemimpinan sementara Madinah kepada Abu Rahman al-Ghifari. Meski membawa kekuatan militer yang besar, Nabi SAW menegaskan kepada pasukannya untuk menghindari pertumpahan darah kecuali jika benar-benar diperlukan. Pesan ini mencerminkan komitmen Rasulullah SAW terhadap kedamaian dan keadilan.

Baca juga: Lailatul Qadar: Malam Penuh Kemuliaan, Keistimewaan dan Amalan untuk Meraihnya

Masuknya Rasulullah SAW ke Kota Makkah

Saat pasukan Islam mendekati Makkah, kaum Quraisy merasa khawatir akan menghadapi pembalasan yang keras akibat pelanggaran perjanjian sebelumnya. Mereka sadar bahwa posisi mereka telah melemah, terutama setelah banyak tokoh penting Quraisy gugur dalam perang sebelumnya atau memeluk Islam. Namun, kekhawatiran mereka tidak terbukti.

Dalam bukunya Khutbah-khutbah Imam Besar (2018), KH Nasaruddin Umar, seorang pakar tafsir, menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW meminta kepada para pemimpin pasukannya baik pasukan yang datang melalui jalur normal, lembah, maupun bukit untuk mengumumkan bahwa hari itu adalah al-yaum yaumal marhamah (hari kasih sayang).

Namun, salah satu sahabat Nabi SAW secara tidak sengaja berteriak al-yaum yaumal malhamah (hari ini adalah hari pertumpahan darah). Akibatnya, penduduk Makkah menjadi cemas. Abu Sufyan yang merasa khawatir pun melayangkan protes, mempertanyakan mengapa hari yang semula diumumkan sebagai hari kasih sayang berubah menjadi hari pertumpahan darah.

Nabi SAW kemudian menjelaskan bahwa maksud dari sahabat tersebut tidak demikian, karena sahabat itu mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf ra, yang menyebabkan pengucapannya terdengar seperti la. Setelah penjelasan tersebut, warga Makkah merasa lega dan gembira.

Strategi dan Pendekatan Nabi Muhammad SAW

Rasulullah SAW menunjukkan sikap pemaaf yang luar biasa dengan memberikan pengampunan kepada penduduk Makkah. Beliau mengumumkan kepada penduduk Makkah, “Siapa yang masuk masjid, maka dia aman, siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman, siapa yang masuk rumahnya dan menutup pintunya maka dia aman.” Nabi SAW terus berjalan, hingga sampai di Masjidil Haram kemudian thawaf dengan menunggang unta sambil membawa busur yang digunakan untuk menggulingkan berhala-berhala di sekeliling Ka’bah yang dilewati. Saat itu, Nabi SAW membaca firman Allah SWT:

وَقُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُۖ اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ۝٨١

“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.”(QS Al-Isra : 81)

قُلْ جَاۤءَ الْحَقُّ وَمَا يُبْدِئُ الْبَاطِلُ وَمَا يُعِيْدُ ۝٤٩

“Kebenaran telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi.” (QS Saba : 49)

Hikmah Peristiwa Fathu Makkah

Tidak seperti penaklukan lain yang sering kali penuh kekerasan dan penghancuran, Fathu Makkah berlangsung damai tanpa pertumpahan darah. Ini menjadi bukti nyata keadilan dan kasih sayang yang diajarkan oleh Islam. Rasulullah SAW memaafkan kesalahan masa lalu kaum Quraisy, tindakan ini menunjukkan teladan mulia Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin yang penuh hikmah dan belas kasih.

Fathu Makkah bukan hanya sebuah kemenangan militer, tetapi juga titik balik yang mengokohkan Islam di jazirah Arab. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya memaafkan, berjuang tanpa kekerasan, dan menjaga prinsip kemanusiaan. Wallahu a’lam bis shawab

Baca juga: Pahlawan Perang Badar: Simbol Keberanian dan Pengorbanan dalam Sejarah Islam

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuliah dan Beasiswa Jadi Topik Panas di Seminar Parenting UBSI

    Kuliah dan Beasiswa Jadi Topik Panas di Seminar Parenting UBSI

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Seminar parenting bertajuk “Rahasia Lolos Beasiswa: Strategi Cerdas Ringankan Beban Orang Tua” berlangsung interaktif pada Sabtu (09/05) di Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Sukabumi. Peserta terlihat antusias mengikuti sesi tanya jawab bersama narasumber yang membahas kesiapan kuliah hingga mekanisme beasiswa. Salah satu orang tua siswa penerima beasiswa, Bapak Gunawan, menanyakan persiapan penting yang […]

  • Takut Gagal? Ubah Pola Pikir Ini Sebelum Mulai Bisnis

    Takut Gagal? Ubah Pola Pikir Ini Sebelum Mulai Bisnis

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Minat mahasiswa terhadap dunia bisnis semakin meningkat. Banyak yang ingin memiliki usaha sendiri sejak kuliah, namun sering kali rasa takut gagal menjadi penghalang utama. Kekhawatiran akan rugi, kurangnya pengalaman, hingga ketidakpastian hasil membuat sebagian mahasiswa ragu untuk memulai. Padahal, membangun bisnis tidak harus menunggu waktu yang “sempurna”. Justru, masa kuliah menjadi momen yang […]

  • Puncak Gunung Kerinci

    Menguak Misteri Seven Summits Indonesia: Gunung Kerinci

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Gunung Kerinci bukan hanya merupakan gunung tertinggi kedua dari The Seven Summits of Indonesia, namun juga merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Gunung ini terletak di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat, taman nasional terbesar di Indonesia, di perbatasan provinsi Sumatera Barat dan Jambi. Berbeda dengan Carstenzs yang bukan merupakan gunung berapi, Gunung Kerinci […]

  • Menjelajah Rasa Soto Nusantara, Kaya Rempah dan Cerita | Sumber: theAsianparent

    Ragam Soto Nusantara: Perpaduan Cita Rasa, Rempah, dan Tradisi

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Indonesia dikenal dengan kuliner yang beragam, dan soto menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di setiap daerah. Meski sama-sama disebut soto, tiap wilayah memiliki versi unik dengan bumbu, kuah, dan cara penyajian berbeda. Inilah yang membuat soto tidak sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya setempat. Menariknya, perbedaan soto dari satu […]

  • Ramadan

    Maksimalkan 10 Hari Kedua dan Terakhir! Dari Fase Ampunan Menuju Puncak Kemenangan Ramadan

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Shinta Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Umat Islam memasuki bulan suci Ramadan dengan penuh harapan dan semangat ibadah. Setelah melewati 10 hari pertama yang penuh rahmat, kini kita memasuki 10 hari kedua Ramadan yang penuh ampunan. Pada fase ini, setiap Muslim memiliki kesempatan besar untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah sebelum menyambut 10 hari terakhir yang penuh makna. […]

  • Revitalisasi Lapang Merdeka: Komitmen Ayep Zaki untuk Sukabumi

    Revitalisasi Lapang Merdeka: Komitmen Ayep Zaki untuk Sukabumi

    • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyoroti kondisi terkini Lapang Merdeka yang memprihatinkan. Sejumlah fasilitas di ruang publik ikonis tersebut tampak mengalami kerusakan, seperti jalur jogging yang retak, bangku taman yang usang, hingga fasilitas olahraga yang sudah tidak memadai untuk digunakan oleh masyarakat. “Fasilitas publik yang layak adalah hak warga dan fondasi kota yang […]

expand_less