Bukit Durian Sagara, Pesona Agrowisata Durian dengan Panorama Teluk Palabuhanratu
- account_circle Ina haryani
- calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menikmati Sensasi Makan Durian Dengan Pemandangan Alam| Sumber: rbg.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Fasilitas untuk Wisatawan
Pengunjung tidak hanya dimanjakan oleh panorama, tetapi juga fasilitas yang cukup lengkap. Tersedia jalur setapak yang tertata, area duduk terbuka, gazebo, mushola, toilet, hingga area parkir yang luas. Akses menuju lokasi juga semakin baik, dengan jalur utama Cikakak yang mulus dan mudah dijangkau kendaraan pribadi maupun rombongan wisata.
Udara Sejuk dan Aktivitas Rekreasi
Dengan posisi geografis di ketinggian, Bukit Durian Sagara memiliki udara yang sejuk dan bersih, terutama pada pagi serta sore hari. Kondisi ini mendukung aktivitas rekreasi ringan seperti jalan santai, berswafoto, hingga menikmati momen senja bersama keluarga maupun teman. Bagi wisatawan luar kota, tersedia banyak pilihan akomodasi di sekitar Pelabuhanratu dan Cikakak, dengan jarak tempuh relatif singkat dari lokasi wisata.

Liburan Estetik ke Bukit Durian Sagara| Sumber: Instagram @bukitsagara
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Sejak mulai mengembangkan Bukit Durian Sagara pada tahun 2021, masyarakat sekitar turut merasakan peluang ekonomi yang terbuka. Mulai dari tenaga kerja perkebunan, kuliner, hingga jasa transportasi dan pemandu wisata, seluruhnya mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan. Dengan harga tiket masuk yang ramah di kantong, destinasi ini berhasil menjangkau berbagai kalangan tanpa mengurangi kualitas layanan.
Kombinasi antara agrowisata durian dan panorama laut menjadikan Bukit Durian Sagara sebagai destinasi yang unik di Sukabumi. Dengan tiket terjangkau, fasilitas lengkap, serta pengalaman menikmati durian langsung dari kebunnya, tempat ini layak menjadi pilihan utama untuk liburan keluarga maupun wisata akhir pekan.
Baca juga: Danau Bacan Sukabumi: Pesona Alam dengan Air Hijau Bak Batu Giok
- Penulis: Ina haryani
