Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » SCAMHAV 2024: Mengedukasi Generasi Muda Tentang Kesehatan Mental dan Kekerasan

SCAMHAV 2024: Mengedukasi Generasi Muda Tentang Kesehatan Mental dan Kekerasan

  • account_circle Redaksi Smi
  • calendar_month Minggu, 25 Agt 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Sukabumi, 24 Agustus 2024 – Universitas BSI Sukabumi bersama Forum OSIS Kabupaten Sukabumi (FOKSI) Regional 1 sukses menggelar acara bertajuk Student Care about the Mental Health and Violence (SCAMHAV) 2024. Acara ini dihadiri oleh para pelajar dari berbagai sekolah di Sukabumi yang peduli terhadap isu kesehatan mental dan kekerasan.

Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Bulan Zahra Aulia menekankan pentingnya acara ini sebagai wadah bagi generasi muda untuk memahami dan mengatasi berbagai bentuk kekerasan serta menjaga kesehatan mental. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat lebih sadar dan tanggap terhadap isu-isu yang ada di sekitar mereka, terutama yang berhubungan dengan kesehatan mental dan kekerasan,” ujar Bulan.

Jamal Maulana Hudin, M.Kom, Kepala Kampus BSI Sukabumi, juga menyampaikan dukungannya terhadap acara ini. Menurutnya, pendidikan yang holistik tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental dan sosial siswa. “Kami di Universitas BSI Sukabumi selalu berupaya mendukung kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat, terutama yang melibatkan generasi muda,” kata Jamal.

Pentingnya Kesehatan Mental dan Pencegahan Kekerasan

Elsa Elviani dan Tina Yulinda | Doc: Istimewa

Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang masing-masing memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang kesehatan mental dan advokasi kekerasan. Elsa Elviani dan Tina Yulinda dari Speak Out Youth Indonesia berbagi pengalaman mereka dalam mengorganisir kampanye yang berfokus pada pencegahan kekerasan dan promosi kesehatan mental. “Kekerasan tidak memandang usia, semua orang bisa menjadi korban atau pelaku. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk bersuara dan melindungi diri serta orang-orang di sekitar kita,” ungkap Elsa.

Baca Juga: Penghargaan Bergengsi Sukabumi Raih Juara 3 Paritrana Award 2024

Arini mengajak para peserta untuk lebih mengenal diri sendiri | Doc: Istimewa

Arini Sukmawati, S.Pd., dari Forum Genre, membahas tentang berbagai masalah yang sering dihadapi remaja, seperti seks bebas, pernikahan dini, dan tekanan sosial. “Kenali diri sendiri, terima kelebihan dan kekurangan yang kita miliki. Banyak masalah remaja berasal dari ketidakmampuan menerima diri sendiri,” tuturnya. Ia juga mengajak peserta untuk mengelola emosi dengan baik dan tidak membiarkan perasaan negatif menguasai diri.

Sebagai psikolog dari Jabar Masagi, Raiguna tampil dengan tenang namun penuh keyakinan | Doc: Istimewa

Raiguna Sonjaya, S.Psi., M.Psi., psikolog dari Jabar Masagi, memberikan pandangan mendalam tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental yang baik memungkinkan seseorang untuk menghadapi stres, bekerja dengan produktif, dan berperan aktif dalam komunitas. “Kesehatan mental adalah fondasi dari segala aspek kehidupan kita. Dengan menjaga pola pikir positif dan rasional, kita bisa mengendalikan emosi dan perilaku kita dengan lebih baik,” jelas Raiguna.

Ketua Umum FOKSI, Raffi Kurnia Sandy, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap acara ini. “Acara ini sangat bermanfaat bagi para pelajar di Sukabumi. Dengan langkah kecil seperti ini, kami berharap dapat menginspirasi dan membantu mereka yang mengalami kekerasan atau masalah kesehatan mental,” ujar Raffi.

Para peserta acara juga memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Salah satu peserta mengungkapkan, “Saya merasa lebih paham tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan bagaimana menghadapi kekerasan. Acara ini benar-benar membuka mata saya tentang masalah yang sering dianggap sepele tetapi memiliki dampak besar.”

SCAMHAV 2024 berhasil memberikan wawasan berharga bagi generasi muda Sukabumi tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan mencegah kekerasan. Acara ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi semua.

Baca Juga: Siapkah Anda untuk Program S3 Biomedical Informatics? Ini yang Perlu Dipersiapkan!

5 Prospek Karier dan Gaji Lulusan Sistem Informasi

  • Penulis: Redaksi Smi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prodi Sistem Informasi

    Program Studi Sistem Informasi UBSI Sukabumi Gelar Sosialisasi Kurikulum Outcome Based Education

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kota Sukabumi sukses menggelar kegiatan Persamaan Persepsi Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Kamis (7/5). Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sosialisasi ini melibatkan dosen dan civitas akademika Program Studi Sistem Informasi. Kampus mengadakan […]

  • DevOps Engineer Jadi Profesi Masa Depan, Simak Skill yang Wajib Kamu Kuasai

    DevOps Engineer Jadi Profesi Masa Depan, Simak Skill yang Wajib Kamu Kuasai

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Shinta Nur Septi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Perkembangan teknologi digital mendorong perusahaan untuk menghadirkan layanan yang cepat, aman, dan mampu mengikuti kebutuhan pengguna. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap talenta teknologi informasi terus meningkat, termasuk profesi DevOps Engineer. Peran ini semakin penting karena mampu menghubungkan proses pengembangan aplikasi dengan operasional sistem agar berjalan lebih efisien. DevOps Engineering bukan sekadar kemampuan teknis dalam […]

  • Evaluasi dan Persiapan KBM 2024/2025 Prodi Sistem Informasi Kampus Utama dan PSDKU

    Evaluasi dan Persiapan KBM 2024/2025 Prodi Sistem Informasi Kampus Utama dan PSDKU

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Program Studi Sistem Informasi mengadakan evaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) semester gasal tahun akademik 2024/2025 serta persiapan untuk semester genap 2024/2025 pada Kamis (13/03). Acara ini berlangsung melalui Zoom Meeting dan melibatkan seluruh dosen homebase, baik di Kampus Utama maupun PSDKU. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sriyadi, M.Kom, kaprodi Sistem Informasi kampus utama sekaligus salah […]

  • 6 Rempah Tradisional yang Ampuh Meredakan Flu secara Alami| Sumber: Halodoc

    6 Rempah Tradisional yang Ampuh Meredakan Flu secara Alami

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Flu merupakan penyakit yang umum dialami banyak orang, terutama saat musim hujan karena perubahan cuaca. Gejala yang ditimbulkan berupa demam, batuk, pilek, dan tenggorokan gatal yang dapat memicu terganggunya aktivitas sehari-hari. Namun, kalian tidak perlu cemas atau khawatir untuk mengatasi gejala tersebut tidak harus melulu meminum obat-obatan untuk meredakannya. Ada tips untuk mengatasi […]

  • Jakarta Tuan Rumah Pertemuan Penyair Nusantara (PPN)  XIII

    Jakarta Tuan Rumah Pertemuan Penyair Nusantara (PPN)  XIII

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2023
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz.com, Kuala Lumpur– Musyawarah wakil panitia dari lima negara peserta Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XII di Grand Cambel Hotel Kuala Lumpur,  Ahad,  15 Oktober 2023, memutuskan Jakarta sebagai tuan rumah PPN XIII. Keputusan ini diambil setelah mewacanakan tuan rumah alternatif, yakni Brunei Darussalam, Palembang, dan Kendari. Musyawarah itu dihadiri wakil dari Malaysia (Mohamad Saleeh Rahamad), […]

  • KPK Bongkar Modus Baru Korupsi Haji 2024, PBNU Tegas Membantah

    KPK Bongkar Modus Baru Korupsi Haji 2024, PBNU Tegas Membantah

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Rizky Akbar
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan modus baru dalam dugaan korupsi haji 2024. Para penyelenggara membuat jadwal cicilan sangat mepet, hanya lima hari sebelum batas akhir pembayaran. Akibatnya, banyak calon jemaah gagal melunasi biaya perjalanan. Kursi kosong itu kemudian mereka jual kepada pihak lain yang ingin berangkat tanpa menunggu antrean panjang. KPK menjelaskan, trik […]

expand_less