PKM UBSI Hadirkan Teknologi Baru untuk Budidaya Ikan Nila
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month Senin, 29 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

PKM UBSI Dorong Inovasi bagi Pokdakan See Kasep | Sumber: Dok. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Upaya meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila sekaligus memperkuat pengelolaan usaha terus berkembang melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mewujudkan komitmen tersebut melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Selanjutnya, program ini menjadi bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Sebagai tindak lanjut, pada 28 Juni 2026, tim PKM UBSI menyerahkan sejumlah peralatan budidaya kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) See Kasep di Kampung Ciseupan, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Eva Marsusanti selaku ketua pengusul memimpin kegiatan tersebut bersama Rizal Amegia Saputra dan Lis Saumi Ramdhani sebagai anggota. Selain itu, dua mahasiswa, Restu Dwi Agustiani dan Sela Maharani, juga ikut mendukung pelaksanaan program.
Melalui hibah DPPM Kemdiktisaintek, tim PKM UBSI mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna. Selain itu, tim juga memperkuat kapasitas kelompok agar mampu meningkatkan hasil produksi, mengembangkan tata kelola usaha, dan membangun budidaya ikan nila yang berkelanjutan.
Teknologi Tepat Guna Dukung Produksi Ikan Nila

FGD Bahas Inovasi Teknologi untuk Budidaya Ikan Nila | Sumber: Dok. Istimewa
Untuk itu, tim PKM UBSI menyerahkan beberapa sarana budidaya guna menjawab berbagai tantangan di lapangan. Adapun bantuan tersebut meliputi kincir tambak (aerator), jaring pengaman kolam, serta dukungan optimalisasi instalasi penyaluran air. Dengan demikian, ketiga sarana tersebut saling melengkapi sehingga kualitas lingkungan budidaya tetap terjaga dan pertumbuhan ikan nila berlangsung lebih optimal.
Pertama, kincir tambak membantu meningkatkan kadar oksigen terlarut sekaligus memperbaiki sirkulasi air kolam. Selain itu, jaring pengaman melindungi ikan dari serangan predator yang dapat menurunkan hasil panen. Sementara itu, optimalisasi saluran air menjaga kualitas air agar tetap stabil selama proses budidaya. Oleh karena itu, kelompok dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup ikan sekaligus produktivitas budidaya.
SIPAKAN Jadi Inovasi Pendukung Pengelolaan Usaha
Selain menyerahkan sarana budidaya, tim PKM UBSI juga memperkenalkan SIPAKAN (Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Perikanan). Tim mengembangkan aplikasi berbasis web ini untuk membantu Pokdakan See Kasep mengelola administrasi dan keuangan usaha secara lebih terstruktur. Dengan demikian, kelompok dapat mengelola usaha secara lebih efektif dan berbasis data.
Selanjutnya, tim akan menggelar pelatihan dan pendampingan penggunaan SIPAKAN. Melalui kegiatan tersebut, seluruh anggota Pokdakan See Kasep dapat memahami cara menggunakan aplikasi sesuai kebutuhan pengelolaan usaha budidaya ikan nila. Setelah itu, anggota kelompok dapat memanfaatkan aplikasi secara mandiri dalam kegiatan sehari-hari.
Pendampingan Berkelanjutan Perkuat Keberhasilan Program
Tidak hanya itu, Program PKM tidak berhenti pada penyerahan sarana budidaya. Tim UBSI akan melanjutkan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi secara berkala. Dengan cara tersebut, tim dapat memastikan seluruh bantuan memberikan manfaat secara optimal.
Pendampingan meliputi pemanfaatan teknologi budidaya, evaluasi peningkatan produktivitas, serta penerapan aplikasi SIPAKAN setelah pelatihan selesai. Selanjutnya, Pokdakan See Kasep dapat mengembangkan usaha budidaya ikan nila secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat Ciptakan Dampak Nyata
Pada akhirnya, program ini menunjukkan komitmen Universitas Bina Sarana Informatika melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat. Di samping itu, dukungan hibah DPPM Kemdiktisaintek memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk mengembangkan inovasi yang menjawab kebutuhan di lapangan.
Melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan sistem informasi, Pokdakan See Kasep dapat meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila. Selain itu, kelompok juga berpeluang memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus mendukung pengembangan sektor perikanan budidaya yang lebih modern dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Ardila Khaylila
