Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Kriya Cibiru: Warisan Asa yang Bertahan di Tengah Kehilangan Besar

Kriya Cibiru: Warisan Asa yang Bertahan di Tengah Kehilangan Besar

  • account_circle LIL
  • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Kampung Cibiru, Desa Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, menyimpan kisah inspiratif dari sebuah UMKM yang terus bertahan meski menghadapi berbagai tantangan. UMKM Kriya Cibiru, yang kini dikelola sepenuhnya oleh Pak Pibsa, menjadi contoh nyata perjuangan untuk tetap berkarya di tengah keterbatasan. Berdiri sejak tahun 2016, perjalanan UMKM ini penuh liku dan sarat pembelajaran.

Awal Berdirinya Kriya Cibiru

Kriya Cibiru berdiri pada 2016 di Kampung Cibiru, Desa Cicantayan, Sukabumi. Usaha ini lahir dari inisiatif komunitas relawan taman baca yang bertujuan meningkatkan literasi anak-anak. Selain itu, mereka juga mengelola Kampung Egrang untuk melestarikan permainan tradisional seperti egrang, congklak, dan gasing.

“Kami memulai Kriya Cibiru dengan harapan mendanai kegiatan taman baca dan menghidupkan pusat permainan tradisional. Kami ingin memberikan kontribusi di bidang literasi, terutama kepada anak-anak, agar tetap bisa belajar sambil bermain,” ungkap Pak Pibsa.

UMKM ini memproduksi berbagai kriya berbahan dasar bambu, seperti gelas, teko, tumblr, dan notebook. Produk tersebut dipasarkan secara lokal untuk mendukung operasional taman baca. Para relawan mengelolanya secara sukarela.

Gelas Bambu, salah satu produk UMKM Kriya Cibiru.

Gelas Bambu, salah satu produk UMKM Kriya Cibiru.

Dampak Pandemi Covid-19

Pandemi membawa dampak besar bagi Kriya Cibiru. Saung bambu yang menjadi tempat taman baca roboh karena kurang perawatan. Para relawan juga harus meninggalkan kampung demi mencari penghidupan di luar kota.

“Pandemi menjadi pukulan berat bagi kami. Teman-teman relawan memilih mencari penghidupan di luar kota,” kata Pak Pibsa. Tanpa dukungan relawan, operasional taman baca dan Kampung Egrang menjadi terhenti.

“Setelah Covid-19, taman baca sudah tidak aktif lagi. Saung bambu yang menjadi tempat berkumpul juga roboh,” lanjutnya.

Perjuangan Pak Pibsa Mengelola Kriya Cibiru

Setelah pandemi, Pak Pibsa melanjutkan Kriya Cibiru seorang diri dengan dana seadanya. Meski sulit, ia tidak menyerah menjaga usahanya tetap berjalan.

“Awalnya memang sulit. Banyak yang meragukan keberlanjutan Kriya Cibiru. Tapi saya percaya, selama kita mau berusaha, pasti ada jalan,” tutur Pak Pibsa dengan optimisme.

Kini, ia memasarkan produknya secara langsung di sekitar Sukabumi dan melalui media sosial. Meski hasil penjualan belum besar, ia bersyukur karena usahanya tetap berjalan.

“Tidak mudah memasarkan produk secara mandiri. Saya harus terus berinovasi untuk menarik perhatian pembeli,” katanya.

Hilangnya Taman Baca dan Kampung Egrang

Taman baca yang dulu menjadi pusat literasi kini hanya menyisakan kenangan. Begitu pula dengan Kampung Egrang, yang dulunya ramai dengan permainan tradisional.

“Rasanya sedih melihat taman baca yang dulunya ramai kini hanya tinggal cerita,” kata Pak Pibsa.

Masyarakat mulai kehilangan kepercayaan, dan kegiatan pelestarian budaya tradisional tidak lagi berjalan. Meski demikian, Pak Pibsa berharap suatu hari kepercayaan itu kembali tumbuh.

Harapan yang Tak Pernah Padam

Pak Pibsa, pemilik usaha dan sosok inspiratif di balik lika-lik Kampung Cibiru.

Pak Pibsa, pemilik usaha dan sosok inspiratif di balik lika-liku Kampung Cibiru.

Pak Pibsa ingin menghidupkan kembali taman baca dan Kampung Egrang. Ia percaya usaha kecil dapat memberikan dampak besar jika dilakukan dengan sepenuh hati.

“Saya ingin menunjukkan bahwa usaha kecil seperti ini bisa memberikan manfaat besar jika dijalankan dengan sepenuh hati,” ungkapnya.

Kriya Cibiru mungkin dimulai dari sesuatu yang kecil, tetapi dampaknya bisa sangat besar. Perjuangan Pak Pibsa mengajarkan kita bahwa harapan selalu ada, bahkan di tengah keterpurukan. Dengan dedikasi dan kerja keras, ia membuktikan bahwa usaha kecil bisa memberikan kontribusi besar bagi banyak hal baik lainnya.

Baca Juga: Menjaga Tradisi: Kue Sumatra dari Desa Cibolang Kaler yang Tak Lekang oleh Waktu

  • Penulis: LIL

Rekomendasi Untuk Anda

  • DICO Sukabumi Bongkar Rahasia Percaya Diri Lewat Workshop Graphic Design

    DICO Sukabumi Bongkar Rahasia Percaya Diri Lewat Workshop Graphic Design

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – DICO Sukabumi menggelar Workshop Graphic Design bertajuk “Visual Storytelling: Strategi Visual untuk Event dan Promosi” di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Satia Suhada, M.Kom, selaku Head of DICO Sukabumi. Ia membagikan materi tentang pengembangan ide, copywriting, dan penerapannya dalam desain grafis kepada peserta dari organisasi mahasiswa, unit […]

  • Drama Tanpa Gol: Indonesia Gagalkan Dominasi Australia di GBK

    Drama Tanpa Gol: Indonesia Gagalkan Dominasi Australia di GBK

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Timnas Indonesia berhasil menahan imbang Australia tanpa gol dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa malam (10/9), berjalan sengit dengan kedua tim saling memberi tekanan. Hasil akhir 0-0 membuat Indonesia memperoleh satu poin berharga dari duel Grup C zona Asia ini. […]

  • TimnasDay

    Timnas Indonesia Bermain Imbang 3-3 Melawan Laos di Fase Grup Piala AFF 2024

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Solo – Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia dan Laos di fase grup Piala AFF 2024 berakhir dengan skor imbang 3-3. Laga yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, Kamis (12/12), menyuguhkan duel penuh aksi dengan enam gol tercipta, meski Indonesia harus bermain dengan 10 pemain di babak kedua. Babak Pertama: Empat Gol dalam 18 […]

  • stopkontak

    Printer hingga Stopkontak Jadi Pahlawan Kecil yang Bikin Aktivitas Kuliah Lancar

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Ketika membicarakan teknologi di kampus, banyak orang langsung membayangkan hal-hal modern yang sangat canggih, seperti kecerdasan buatan, big data, hingga robot yang bisa melakukan berbagai pekerjaan. Padahal, keseharian mahasiswa justru tidak bisa lepas dari teknologi sederhana yang terlihat biasa, namun punya peran besar. Mulai dari printer, proyektor, papan tulis, headset, flashdisk, sampai stopkontak […]

  • Autentikasi Menjadi Senjata Utama untuk Menjaga Keamanan Digital

    Autentikasi Menjadi Senjata Utama untuk Menjaga Keamanan Digital

    • calendar_month Sabtu, 9 Agt 2025
    • account_circle Aulia Ramadhani
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Setiap kali seseorang membuka aplikasi, mengakses email, atau masuk ke akun media sosial, ada satu proses penting yang bekerja di balik layar, yaitu autentikasi. Meskipun orang sering anggap hal kecil, autentikasi berperan sebagai gerbang utama yang melindungi data dan privasi pengguna di tengah era digital yang penuh risiko. Apa Itu Autentikasi? Autentikasi adalah […]

  • Edutrip UBSI Tingkatkan Wawasan Akademik Global Mahasiswa

    Edutrip UBSI Tingkatkan Wawasan Akademik Global Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ardila Khaylila
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Singapura, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar program Edutrip Singapore–Malaysia pada 9–12 Februari 2026. Program ini melibatkan mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari strategi internasionalisasi pendidikan tinggi. Melalui edutrip tersebut, UBSI mendorong sivitas akademika memahami perkembangan teknologi, budaya, serta sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara secara langsung. Selain memperluas wawasan akademik, program ini […]

expand_less