Hasil Monev, Wintira Coffee Mulai Optimalkan Mesin untuk Pengolahan Kopi
- account_circle Rifa Fitriyani
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Monev Pengabdian Ungkap Perkembangan Wintira Coffee dalam Penguatan Produksi Kopi | Doc. Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sukabumi melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Wintira Coffee. pada 3 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan mengukur perubahan pada mitra sebelum dan setelah tim menjalankan program pengabdian.
Monev menjadi bagian dari rangkaian program “Transformasi Usaha Kelompok Tani Kopi Wintira Coffee melalui Penguatan Pascapanen Lanjutan dan Digitalisasi Manajemen untuk Meningkatkan Nilai Tambah Produk.” Tim PKM UBSI Sukabumi meninjau perkembangan Wintira Coffee setelah mendapatkan pendampingan serta dukungan peralatan produksi.
Tim PKM UBSI Sukabumi Bandingkan Kondisi Sebelum dan Sesudah Program
Dalam monev tersebut, tim melihat perkembangan Wintira Coffee dengan membandingkan kondisi sebelum dan setelah pelaksanaan program pengabdian. Tim memantau penggunaan dukungan untuk memastikan manfaatnya bagi aktivitas usaha mitra.
Tim memberikan mesin huller, mesin roaster, dan mesin giling kopi bubuk kepada pengelola Wintira Coffee pada 1 Agustus 2026. Hasil pemantauan menunjukkan adanya perkembangan pada sisi sarana produksi.
Pengelola Wintira Coffee kini memanfaatkan seluruh mesin produksi untuk mendukung proses pengolahan kopi dengan peralatan yang lebih memadai.
Pengelola Manfaatkan Mesin Produksi
Pepen Setiawan, salah satu pengelola Wintira Coffee, menyampaikan bahwa seluruh mesin produksi kini telah berfungsi dan mendukung kegiatan produksi kopi.
“Alhamdulillah, untuk semua mesinnya sudah bisa terpakai. Mesin yang diberikan juga sudah bisa kami gunakan untuk membantu proses pengolahan kopi. Kami sangat berterima kasih kepada tim PKM UBSI yang sudah memberikan bantuan dan pendampingan kepada Wintira Coffee,” ujar Pepen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pelaksanaan monev. Artinya, bantuan peralatan yang diberikan tidak hanya berhenti pada tahap penyerahan, tetapi sudah mulai dimanfaatkan oleh mitra dalam kegiatan pengolahan kopi.
Bagi pengelola, keberadaan mesin juga membantu menyediakan sarana yang lebih sesuai untuk mendukung tahapan pengolahan kopi. Pengelola menggunakan mesin huller untuk mengupas biji kopi, mesin roaster untuk memanggang biji kopi, dan mesin giling untuk mengolah biji kopi menjadi bubuk.
Monev Pastikan Program Memberikan Manfaat
Tim melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) untuk memastikan program pengabdian memberikan perubahan yang dirasakan mitra. Melalui monev, tim tidak hanya memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana, tetapi juga melihat pemanfaatan hasil program dalam aktivitas usaha.
Berdasarkan pemantauan pada 3 Agustus 2026, tim menilai program berjalan sesuai rencana. Pengelola Wintira Coffee juga telah memanfaatkan mesin produksi sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pascapanen.

Pemanfaatan mesin produksi sebagai bagian dari upaya memperkuat proses pascapanen | Doc. Istimewa
Perubahan ini penting karena ketersediaan peralatan produksi dapat membantu mitra mengolah kopi dengan sarana yang lebih memadai. Dalam jangka panjang, Wintira Coffee dapat meningkatkan kapasitas produksi dan mengembangkan nilai tambah produk kopi lokal melalui penguatan proses pascapanen.
Penguatan Pendampingan Mitra
Tim PKM UBSI Sukabumi melanjutkan rangkaian pendampingan melalui kegiatan monev tersebut. Selain memberikan dukungan peralatan produksi, tim juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan digital kepada pengelola Wintira Coffee pada 4 Juli 2026.
Pendampingan tersebut berfokus pada dua kebutuhan utama, yaitu memperkuat proses produksi dan membantu mitra mengelola usaha secara lebih tertata. Program ini tidak hanya memberikan alat, tetapi juga mendorong mitra untuk mengoptimalkan fasilitas dan pengetahuan yang telah mereka terima.
Melalui monev, Tim PKM UBSI Sukabumi melihat Wintira Coffee mulai memanfaatkan dukungan yang diberikan. Ke depan, pengelola dapat memanfaatkan mesin secara berkelanjutan untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan usaha kopi secara mandiri.
Program ini merupakan bagian dari hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat.
- Penulis: Rifa Fitriyani
- Editor: Anita Rahmawati
