Guru Sukabumi Apresiasi Inovasi AI, Seminar Kemerdekaan Digital Hadirkan Pembelajaran Lebih Interaktif
- account_circle Neng Merly
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Guru Sukabumi Apresiasi Inovasi AI, Seminar Kemerdekaan Digital Hadirkan Pembelajaran Lebih Interaktif. | Sumber : Doc.Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sukabumihitz.com, Sukabumi – Seminar Kemerdekaan Digital bertajuk AI for Education Excellence: Dari AI hingga Robotika yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi pada Rabu (26/8) di Laska Hotel Sukabumi mendapat apresiasi tinggi dari para tenaga pendidik. Para guru menilai materi seminar mampu menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital melalui pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan robotika.
Seminar ini menghadirkan berbagai materi praktis yang membantu guru menciptakan proses belajar mengajar yang lebih kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakter peserta didik masa kini. Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi, demonstrasi, hingga praktik penggunaan teknologi AI.
Guru Rasakan Manfaat AI untuk Pembelajaran
Saugi, guru dari SMK Pasundan Sukabumi, mengaku seminar tersebut membuka wawasannya dalam memanfaatkan AI sebagai media pembelajaran. Siswa saat ini menyerap materi lebih cepat melalui gambar dan suara daripada hanya membaca buku teks.
“Menurut saya pribadi materi tadi sangat bagus dan membuka wawasan tentang cara kita berinovasi dalam mengajar. Anak-anak sekarang lebih cenderung menyerap melalui gambar dan suara dibanding buku teks biasa. Kehadiran AI justru membantu menciptakan proses pembelajaran yang jauh lebih hidup dan menarik,” ujar Saugi.
Ia menambahkan bahwa teknologi AI dapat membantu guru menyajikan materi secara lebih menarik tanpa mengurangi peran pendidik sebagai fasilitator utama di kelas.
AI Ringankan Tugas Guru di Era Digital
Gita, guru dari SMK IT Al Junaediyah, juga merasakan manfaat AI dalam menyederhanakan berbagai pekerjaan guru, terutama tugas administratif. Meski demikian, ia menegaskan bahwa guru tetap harus menyaring dan menyesuaikan hasil AI dengan kondisi nyata di sekolah.
“Saya merasa sangat terbantu karena AI menyederhanakan banyak tugas guru. Namun, kita tidak boleh menerima hasil AI secara mentah-mentah. Guru tetap harus menyesuaikannya dengan situasi dan kebutuhan di sekolah masing-masing,” kata Gita.
Ia juga mengapresiasi sesi AI Clay Master Class yang menurutnya menjadi salah satu materi paling inovatif dalam seminar. Gita menilai konsep tersebut berpotensi menjadi media pembelajaran interaktif sekaligus membuka peluang pengembangan kreativitas di lingkungan sekolah.
“Sesi AI Clay Master Class sangat menarik. Jika diterapkan di sekolah, materi ini bisa menjadi media pembelajaran interaktif yang membuat siswa semakin semangat belajar,” tambahnya.
Melalui Seminar Kemerdekaan Digital, UBSI Kampus Sukabumi berhasil mendorong para pendidik agar lebih adaptif dalam memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen guru di Wilayah V Jawa Barat untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan era digital.
- Penulis: Neng Merly
