Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dedi Mulyadi Stop Aksi Pemungutan Sumbangan di Jalan Nasional Sukabumi, Ini Alasannya!

Dedi Mulyadi Stop Aksi Pemungutan Sumbangan di Jalan Nasional Sukabumi, Ini Alasannya!

  • account_circle Dian
  • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sukabumihitz – Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat melakukan kunjungan ke Kota Sukabumi pada Kamis (10/4). Namun di tengah perjalanan ia menghentikan kendaraannya setelah melihat sejumlah warga yang tengah meminta sumbangan di Jalan Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di wilayah Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan tayangan video yang dibagikan oleh Gubernur Jawa Barat, melalui akun TikTok pribadinya @dedimulyadiofficial, Dedi terlihat berbincang langsung dengan warga yang memungut sumbangan measjid di jalan. Menurut Dedi Aktivitas tersebut tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga bisa menciptakan persepsi negatif terhadap citra umat Islam.

“Runtah numpuk, jadi bapak ini tiap hari bikin macet jalan, yaitu memungut uang pake sair untuk pembangunan masjid,” ujar Dedi.

Baca juga: Samsat Kota Sukabumi Diserbu Wajib Pajak, Penerimaan PKB Tembus Rp500 Juta per Hari

Penumpukan sampah di desa Cisande, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. | Doc: Tiktok @dedimulyadiofficial

Dalam video tersebut terlihat sampah yang menumpuk di selokan, dedi dengan tegas meminta warga untuk membersihkan sampah. Ia mengingatkan bahawa membung sampah sembarangan itu dosa.

“Yang suka sair uang sekarang sair runtah, karena buang sampah ke selokan itu dosa, mungut sampah itu ibadah,” kata Dedi.

Dedi Mulyadi meminta warga untuk menghentikan aktivitas pemungutan uang di jalan. Sebagai alternatif ia memberikan sumbangan untuk pembangunan masjid, sehingga warga tidak perlu lagi meminta sumbangan ke jalan.

Selain itu, Dedi memberikan pesan untuk warga Sukabumi dan Jawa barat untuk selalu menjaga lingkungan. Ia juga mengingatkan untuk selalu menjaga hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, orang tua, alam, dan sesama manusia.

“Pokonya orang Sukabumi, orang Jawa Barat pertama harus ingat sama Tuhan, dua ingat diri sendiri, tiga ingat ke ibu bapa, empat ingat ke alam, lima ingat ke sesama,” tutup Dedi.

Baca juga: Lumpur Tambang Cemari Lahan Pertanian, Warga Desa Cihaur Desak Penutupan Tambang Emas

  • Penulis: Dian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rumah sebagai Safe Space: Tempat Anak Pulang Saat Salah di Internet | Sumber: KlikDokter

    Bukan Polisi Internet: Cara Orang Tua Membangun Kepercayaan Anak di Dunia Digital

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Dunia digital saat ini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan ruang hidup utama bagi generasi muda Indonesia. Namun, di balik kemudahan akses informasi, tersimpan risiko besar mulai dari perundungan siber (cyberbullying), penipuan, hingga paparan konten tidak pantas. Di tengah ancaman ini, sebuah pertanyaan krusial muncul: ke mana anak akan melapor saat mereka terperosok dalam […]

  • Kolaborasi Yayasan Pribumi dan UBSI Sukabumi Dorong Pengembangan SDM Pemuda Unggul | Doc. Istimewa

    Dari Sukabumi untuk Masa Depan: Kolaborasi Cetak Pemuda Unggul dan Berdaya Saing

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Anita Rahmawati
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Sukabumi kembali dilakukan melalui kolaborasi antara sektor sosial dan pendidikan. Yayasan Pribumi untuk Negeri secara resmi menjalin kemitraan dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Sukabumi. Kerja sama ini bertujuan untuk menyelenggarakan program pengembangan kapasitas yang komprehensif bagi para pemuda setempat. Inisiatif Pengembangan […]

  • Ekspor

    Sukabumi Economic Summit 2025 Siap Digelar, Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Ekspor Lewat Inovasi Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Dian
    • 0Komentar

    Sukabumihitz– Menjawab tantangan era globalisasi dan pentingnya keberlanjutan dalam perdagangan internasional, Sukabumi Economic Summit 2025 siap digelar dengan tema “Sustainable Export Strategy: Penetrating Global Market with Local Innovation & Excellence”. Universitas BSI Sukabumi, yang berlokasi di Jl. Cemerlang No. 08, Sukakarya, Sukabumi, akan menjadi tuan rumah kegiatan pada Kamis (22/5). Seminar ini menjadi momentum penting […]

  • Pengembangan Potensi Sumber Daya di Kecamatan Cicantayan, Sukabumi

    Pengembangan Potensi Sumber Daya di Kecamatan Cicantayan, Sukabumi

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melaksanakan survei di Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, dalam program BSI Explore 2025 pada Jumat (20/09). Survei ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan di wilayah tersebut. Fokus survei meliputi sektor industri rumahan, pertanian, peternakan, dan perdagangan. Industri rumahan berkembang pesat di Kecamatan Cicantayan, menjadikannya salah satu […]

  • MUBES HIMASA Universitas Bina Sarana Informatika 2024: Bersinergi Untuk Mengevaluasi dan Membangkitkan Kembali Integritas dan Solidaritas.

    MUBES HIMASA Universitas Bina Sarana Informatika 2024: Bersinergi Untuk Mengevaluasi dan Membangkitkan Kembali Integritas dan Solidaritas.

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Nana
    • 0Komentar

    Sukabumihitz – Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi (HIMASA) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses melaksanakan Musyawarah Besar (MUBES) 2024 pada Sabtu, 7 Desember 2024, di Ruang 203 Kampus Cemerlang UBSI Sukabumi. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi HIMASA untuk menetapkan arah strategis organisasi, menyusun program kerja, dan memilih kepengurusan baru. Mengusung tema “Bersinergi Untuk Mengevaluasi […]

  • Pendidikan vs. Pengalaman: Mana yang Lebih Penting di Era Digital?

    Pendidikan vs. Pengalaman: Mana yang Lebih Penting di Era Digital?

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Smi
    • 0Komentar

    SukabumiHitz – Dalam era digital yang berkembang dengan cepat, perdebatan mengenai nilai antara gelar akademis dan pengalaman praktis semakin mendapatkan perhatian. Kemajuan teknologi memicu transformasi industri yang tidak hanya mengubah lanskap pekerjaan, tetapi juga merevolusi cara masyarakat memandang standar kualifikasi dan kompetensi profesional. Pentingnya Gelar Pendidikan di Era Digital Pendidikan formal masih menjadi salah satu […]

expand_less